Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Tujuh Bulan Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, hubungan Daka dengan Venisa semakin romantis di tambah sebentar lagi Venisa akan melahirkan dua anak kembar perempuan sedangkan Mommy Karen akan melahirkan dua bayi perempuan dan satu laki-laki.


"Venisa, Mommy kok pengen beli baju bayi lagi ya," ucap Mommy Karen ketika Venisa berkunjung ke mansion milik Daddy David.


"Venisa juga Mom," jawab Venisa.


"Kita pergi ke mall yuk," ajak Mommy Karen.


"Ayuk," jawab Venisa singkat.


"Ayuk kemana nih?" tanya Dennisa yang tiba-tiba datang dengan perut buncitnya.


Sepulang dari rumah sakit besok paginya Dennisa mual-mual membuat Dennis kuatir dan mengajaknya ke rumah sakit dan ternyata Dennisa hamil.


Usia kandungan Mommy Karen, Dennisa dan Venisa sama-sama sembilan bulan dan tinggal menunggu waktu.


"Mommy dan Venisa mau pergi ke mall mau beli baju bayi lagi," jawab Mommy Karen.


"Aku ikut," jawab Dennisa.


"Ok," jawab Mommy Karen.


Ke tiga wanita hamil naik satu mobil dengan di antar oleh bodyguard milik Daddy David menuju ke mall. Hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mall. Ke tiga wanita tersebut berjalan dengan di antar 6 bodyguard yang melindungi ke tiga Ibu hamil.

__ADS_1


Mereka bertiga langsung pergi ke toko khusus pakaian bayi dan masing-masing memilih pakaian bayi sambil sesekali tertawa bersama. Tanpa mereka sadari kalau ada dua pasang mata menatap ke arah Mommy Karen dan Venisa dengan penuh kebencian.


"Dennisa dan Venisa, apakah kalian sudah menemukan barang yang kalian cari?" tanya Mommy Karen.


"Sudah Mom," jawab Dennisa dan Venisa serempak.


"Kalau begitu kita pulang yuk," ajak Mommy Karen yang merasa perutnya mulai kram.


"Baik Mom," jawab Dennisa dan Venisa serempak.


Ke tiga wanita tersebut keluar dari toko pakaian bayi dan berjalan ke arah parkiran mobil hingga tanpa sengaja Venisa melihat Ayah kandungnya berjalan ke arah Mommy Karen sambil membawa pisau lipat.


"Paman, lindungi kami," pinta Venisa sambil menunjuk ke arah Ayah kandungnya yang sedang membawa pisau lipat.


"Baik Nona," jawab ke duanya serempak.


"Perut Mommy mulas," ucap Mommy Karen.


"Apa? Paman tolong bantu Mommy," ucap Dennisa dan Venisa bersamaan.


"Baik," jawab ke tiga bodyguard tersebut dengan serempak.


"Aku akan menghubungi Daddy," ucap Dennisa sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Daddy David dan sambungan pertama langsung di angkat.

__ADS_1


('Ada apa Dennisa?' tanya Daddy David karena tidak biasanya putrinya menghubungi dirinya terlebih saat ini Daddy David sedang meeting bersama klien bisnisnya juga bersama Daka, Dave dan Daddy Dennis suami Dennisa).


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang Daddy Dennis dan Dennisa silahkan baca di novelku dengan judul :



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


('Daddy, Mommy, kak Venisa dan aku berada di mall. Mommy mendadak perutnya sakit dan kami akan membawanya ke rumah sakit,' jawab Dennisa menjelaskan)


('Apa? Daddy akan pergi ke rumah sakit milik keluarga kita,' ucap Daddy David dengan nada terkejut dan kuatir sambil turun dari kursi kebesarannya).


('Selain itu Dad, Ayahnya Venisa datang membaca pisau untuk mencelakai kami untunglah kak Venisa melihatnya dan kini di tangkap sama dua bodyguard milik kak Daka' ucap Dennisa).


('Apa? Kurang aj*r, bawa pria tidak tahu diri itu ke markas Daka,' perintah Daddy David sambil menahan amarahnya dan berjalan ke arah pintu untuk meninggalkan ruang meeting).


('Maaf, keluarga kami lagi ada masalah nanti kita sambung pembicaraan kita,' ucap Daka yang melihat Daddy David sedang berjalan ke arah pintu).


('Santai saja tuan,' jawab pria tersebut).


('Dennisa awas!!' teriak Venisa).

__ADS_1


('Akhhhh...' teriak Venisa dan Dennisa bersamaan).


('Venisa, Dennisa, ada apa? Kenapa kalian berteriak?' tanya Daddy David sambil memberikan kode ke arah Daka, Daddy Dennis dan Dave untuk segera pergi dari perusahaan).


__ADS_2