Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Pendarahan


__ADS_3

"Jangan pernah menyesal apa yang telah kamu katakan, dasar anak tidak tahu di untung," ucap Ibunya.


"Akhhhhhhh..."teriak Venisa.


Bruk


Rasa kram pada perutnya di tambah ucapan ke dua orang tuanya membuat Venisa tidak bisa menahan rasa sakitnya membuat Venisa berteriak sambil memegang perutnya bersamaan Venisa ambruk tidak sadarkan diri di ranjang karena tadi posisi dirinya duduk di ranjang.


"Venisa!!" teriak Mommy Karen, Daddy David dan Daka secara bersamaan.


Mommy Karen, Daddy David dan Daka yang sejak tadi matanya tertuju ke arah orang tua Venisa tidak tahu kalau Venisa menahan kram pada perutnya hingga di saat Venisa berterima kesakitan membuat mereka serempak menatap ke arah Venisa termasuk ke dua orang tua Venisa.


Tanpa punya rasa empati sedikitpun ke dua orang tua Venisa tidak memperdulikannya malah pergi meninggalkan Venisa bersama suami dan ke dua besan mereka.


Daka menepuk perlahan pipi Venisa sambil menyebut nama Venisa sedangkan Daddy David menekan tombol darurat agar dokter segera datang. Hingga Mommy Karen melihat darah segar keluar dari Sela paha Venisa membuat Mommy Karen membulat kan matanya dengan sempurna.


"Daka, Venisa mengeluarkan darah segar cepat panggil Dokter takutnya Venisa mengalami perdarahan," ucap Momny Karen.

__ADS_1


"Apa?? Anak - Anak Daddy dan Mommy kalian harus kuat," ucap Daka sambil membelai perut Venisa yang masih rata.


Ceklek


Seorang perawat membuka pintu kamar perawatan dengan lebar kemudian dokter masuk ke dalam kamar perawatan dan diikuti oleh perawat.


"Ada yang bisa kami bantu Tu.." ucapan dokter tersebut terpotong oleh Daka.


"Cepat periksa istriku," perintah Daka.


Dokter itupun langsung memeriksa keadaan Venisa yang pucat pasi.


"Aku akan menggendongnya," ucap Daka dengan perasaan tidak menentu sambil menggendong Venisa sedangkan Daddy David mengambil botol infus milik Venisa.


"Baik, suster siapkan semua yang dibutuhkan," ucap dokter tersebut sambil berjalan mengikuti langkah Daddy David dan Daka.


"Baik Dok," jawab perawat tersebut dengan patuh.

__ADS_1


Kini Venisa berada di ruang UGD sedangkan Daddy David dan Daka masih berdiri sambil menatap ke arah pintu UGD.


"Aku sangat membenci Veni dan orang tuanya sampai ke sum tulang - tulang nya," ucap Daka dengan rahang mengeras.


"Kalau tahu begini seharusnya wanita ular itu ma ti agar kejadian ini tidak terjadi," sambung Daddu David dengan mata mulai berubah menjadi merah.


Deg


Daka sangat terkejut melihat perubahan mata Daddy David karena selama ini dirinya tidak pernah melihat kalau ke dua mata Daddy David bisa berubah. Daka, Dennisa dan Dave tidak pernah tahu kalau Daddy David sepasang matanya bisa berubah menjadi merah tanda kalau jiwa psychopath yang sudah lama tidur dengan pulas kini mendadak bangun dari tidurnya. Hanya Mommy Karen, Sandra, Rey dan Daddy Dennis yang tahu kalau jiwa psychopath Daddy David sedang bangun.


"Daddy, kenapa mata Daddy berubah menjadi merah?" tanya Daka.


"Daddy, akan membunuh mereka semua.." ucapan Daddy David terpotong oleh Mommy Karen yang tiba-tiba datang sambil membawa botol infus.


"Daddy," panggil Mommy Karen sambil berjalan ke arah Daddy David.


Grep

__ADS_1


"Mommy, mereka sangat jahat dan tidak pantas kalau mereka hidup karena telah membuat menantu kita mengalami pendarahan lagi," ucap Daddy David sambil memeluk istrinya yang tadi berjalan mendekati dirinya.


__ADS_2