
Malam berganti pagi, perlahan Daka membuka sepasang matanya dan menatap wajah cantik istrinya yang sangat dekat dengan wajahnya.
cup
"Selamat pagi sayang," bisik Daka kemudian mencium bibir istrinya dengan lembut.
Perlahan Venisa membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
"Pagi sayang," jawab Venisa.
Daka tersenyum kemudian melemparkan selimutnya secara asal membuat Venisa sangat terkejut.
"Apa yang Papi lakukan?" tanya Venisa.
"Menurutmu?" tanya Daka sambil menaiki tubuh polos istrinya.
"Sayang, aku sangat lelah dan pe ... ahhhh," ucap Venisa sambil men de sah.
Daka memberikan pemanasan membuat Venisa mengeluarkan suara merdunya membuat Daka tersenyum bahagia. Daka memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah hampir sepuluh menit Daka mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh Venisa.
Antara nikmat dan kram di perut membuat Venisa bercampur menjadi satu namun rasa kram di perut nya mengalahkan rasa nikmat tapi Venisa berusaha menahannya karena tidak tega melihat Daka.
Daka menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya bersamaan Venisa perlahan mulai kehilangan kesadarannya.
Setelah beberapa saat Daka menarik tombak saktinya kemudian memeluk tubuh polos istrinya begitu pula dengan Venisa.
Cup
"Terima kasih banyak sayang," ucap Daka sambil memeluk istrinya sambil tersenyum bahagia.
"Sama - sama sa ..." ucapan Venisa terputus bersamaan Venisa kehilangan kesadarannya.
"Venisa," panggil Daka karena ucapan Venisa mendadak terputus dan tangan Venisa yang awalnya memeluknya dengan erat kini mulai melemas.
Hening
__ADS_1
Hening
"Venisa!!!" teriak Daka sambil mendorong perlahan tubuh polos istrinya.
Daka sangat terkejut melihat wajah pucat Alona membuat Daka terbangun. Hingga Daka melihat ada bercak darah dari sela - sela ke dua paha Venisa membuat wajah Daka pucat pasi.
Daka langsung mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di lantai kemudian mengambilnya untuk menghubungi dokter keluarga.
Selesai menghubungi Daka melempar ponselnya di samping tempat tidurnya kemudian turun dari ranjang. Daka menyelimuti tubuh polos istrinya kemudian Daka dengan langkah berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Ceklek
Sepuluh menit kemudian Daka membuka pintu kamar mandi karena sudah selesai mandi dengan menggunakan jubah handuk sambil membawa handuk basah. Daka membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya kemudian membersihkan bagian privasinya.
tok tok tok
"Masuk," jawab Daka sambil menutupi tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimutnya.
ceklek
Seorang dokter cantik datang sambil membawa tas dokter dan berjalan ke arah Daka dan Venisa yang masih setia memejamkan matanya.
"Istriku tiba - tiba pingsan setelah kami melakukan hubungan suami istri dan tiba - tiba di sela pahanya keluar darah segar." jawab Daka sambil turun dari ranjang.
Dokter cantik tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sisi ranjang untuk memeriksa kondisi Venisa sedangkan Daka menghubungi anak buahnya untuk membawa pakaian untuk dirinya dan juga untuk istrinya.
Setelah selesai Daka meletakkan ponselnya di meja sambil menatap wajah pucat Venisa dengan perasaan bersalah.
("Aku baru ingat tadi Venisa mengatakan : Sayang, aku sangat lelah dan pe ... apa jangan-jangan perutnya sakit tapi karena saat itu ingin sekali menuntaskan ha srat ku tidak memperdulikannya. Dasar bodoh kamu Daka, bukankah dokter mengatakan jangan melakukan hubungan suami istri karena kandungan istriku belum kuat," ucap Daka dalam hati sambil memaki dirinya sendiri).
"Maaf tuan, Nyonya Daka harus di bawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan," ucap dokter cantik tersebut.
"Apa?? Lakukan yang terbaik untuk istriku, aku akan menghubungi anak buah ku," ucap Daka dengan wajah pucat pasi.
Daka mengambil ponselnya yang tadi diletakkan di atas meja kemudian menghubungi anak buahnya bersamaan pintu kamarnya di ketuk seseorang.
__ADS_1
"Masuk," jawab Daka
Ceklek
Dua orang bodyguardnya membuka pintu kamar Daka membuat Daka bernafas lega kemudian meletakkan ponselnya di atas meja lalu berjalan ke arah Venisa. Daka menutupi tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimutnya kemudian menggendongnya.
"Antar kan ke rumah sakit, Cepat!!!" teriak Daka.
"Baik tuan," jawab dua orang bodyguard dengan patuh.
Daka keluar dari kamar tersebut sambil menggendong Venisa dengan diikuti satu bodyguardnya sedangkan satu bodyguardnya lagi mengambil ponsel milik Daka yang tergeletak di meja kemudian menyusul temannya tanpa memperdulikan dokter cantik tersebut yang sedang merapikan alat kedokteran nya.
"Aku harap istrinya segera ma ti ketika dalam perjalanan menuju ke rumah sakit," ucap dokter cantik tersebut sambil tersenyum menyeringai.
"Sebenarnya aku bisa memberikan obat yang bisa menguatkan kandungan dan istrinya tapi karena aku sangat mencintai Daka sejak kami masih sekolah hingga lulus kuliah tapi Daka tidak pernah melihat apa yang aku lakukan selama itu. Aku selalu perhatian dan selalu ada untuknya tapi Daka tidak pernah tertarik padaku." ucap dokter cantik tersebut sambil tersenyum devil.
"Setelah istrinya meninggal maka aku akan datang dan menghiburnya. Aku sangat yakin Daka akan menyukai diriku," ucap dokter cantik tersebut.
"Hahahaha ... Aku akan menjadi Nyonya Daka, istri yang sangat kaya raya dan aku langsung berhenti berkerja karena aku akan menghabiskan uang Daka dengan cara berfoya-foya," ucap dokter cantik tersebut sambil tertawa jahat.
Dokter cantik itupun turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu bersamaan pintu di dobrak paksa.
Brak
Dua bodyguard berpakaian serba hitam masuk ke dalam kemudian menarik tangan dokter cantik tersebut dengan paksa membuat dokter tersebut sangat kaget dengan apa yang terjadi.
"Kalian siapa? Kenapa menangkap ku? Apa salahku?" tanya dokter cantik tersebut dengan beruntun.
Plak
Tiba-tiba seorang wanita cantik datang dan langsung menampar dokter cantik tersebut siapa lagi kalau bukan Mommy Karen.
"Nyonya Karen," panggil dokter cantik tersebut dengan wajah terkejut.
"Iya, kenapa terkejut?" tanya Mommy Karen sambil menatap tajam ke arah dokter cantik tersebut seperti ingin mem bu nuh nya.
__ADS_1
"Apa salahku Nyonya?" tanya dokter cantik tersebut dengan wajah bingung sambil berusaha memberontak namun tangan kekar ke dua bodyguardnya menahan ke dua tangannya.
"Baik akan aku ceritakan supaya kamu tahu apa kesalahanmu," ucap mommy Karen sambil menahan amarahnya.