Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Masa Lalu


__ADS_3

Krucuk krucuk krucuk krucuk


Mommy Karen, Daddy David, Daka dan Venisa serempak perutnya berbunyi membuat mereka saling menatap satu sama lain.


"Sepertinya cacing kita lagi demo," celetuk Daddy David.


"Pffftttt hahahaha... " tawa mereka serempak.


Ceklek


Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka dan tampak dua perawat datang sambil masing-masing membawa nampan yang berisi makanan dan minuman membuat ke empatnya serempak langsung terdiam.


"Maaf Tuan - Tuan dan Nyonya - Nyonya,"ucap salah satu perawat sambil berjalan ke arah mereka.


Daddy David dan Daka menerima nampan tersebut kemudian meletakkannya di atas meja sedangkan ke dua perawat tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


"Daddy akan suapi Mommy dulu baru nanti Daddy makan di kantin," ucap Daddy David sambil mengambil piring untuk menyuapi istrinya.

__ADS_1


"Biar Mommy makan sendiri Dad," ucap Mommy Karen.


"Tidak, biar Daddy yang menyuapi Mommy," ucap Daddy David.


Daddy David mulai menyuapi Mommy Karen sedangkan Daka yang melihat apa yang dilakukan oleh Daddy David membuat Daka mengikutinya. Hingga lima belas menit kemudian Mommy Karen dan Venisa sudah selesai makan dan minum.


"Daddy dan Daka akan makan di kantin dulu,


Mommy dan Venisa tidak apa-apa kan jika kami tinggal?" tanya Daddy David yang bicara dua mata dengan Daka.


"Tidak apa-apa Dad," jawab Mommy Karen dan Venisa serempak.


Daddy David dan Daka masing - masing mengecup kening istrinya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Venisa," panggil Mommy Karen sambil bangun dari ranjang kemudian duduk dan menatap wajah cantik menantunya.


"Iya Mom," jawab Venisa sambil ikut bangun dari ranjang kemudian duduk dan menatap wajah cantik mertuanya.

__ADS_1


"Mommy hanya ingin tahu, apakah kamu sudah tahu kalau saudara kembar mu sengaja menjebak mu hingga kamu dan putraku melakukan hubungan suami istri?" tanya Mommy Karen.


"Venisa sudah tahu Mom dari kak Daka," jawab Venisa dengan wajah sedih karena dengan teganya saudara kembarnya menjebak dirinya.


"Mommy tahu pasti kamu sangat kecewa dengan saudara kembar mu karena tega menjebak dirimu tapi di balik itu semua kamu menemukan jodoh mu yang tulus mencintaimu," ucap Mommy Karen.


"Benar kata Mommy, Venisa sangat bersyukur bisa menikah dengan kak Daka dan di tambah mempunyai Mommy dan Daddy yang sangat tulus menyayangi Venisa," ucap Venisa sambil tersenyum bahagia.


"Jika nanti anak kami lahir, aku akan menyayangi ke dua anak kembar kami tanpa membeda-bedakan," ucap Venisa sambil membelai perutnya yang masih rata.


"Kalau boleh tahu, kenapa ke dua orang tuamu bisa membeda-bedakan? Sejak kapan itu terjadi?" tanya Mommy Karen penasaran.


"Sejak kami bersekolah kelas satu sekolah dasar nilai sangat bagus sedangkan Veni tidak membuat ke dua orang tua kami selalu memujiku sedangkan Veni selalu dikatakan bod*h," ucap Venisa mengawali ceritanya.


"Veni hanya bisa diam dan menangis sedangkan aku yang tidak tega melihat adik kembarku sedih membantu adik kembarku dengan cara menukar nama," ucap Venisa.


"Menukar nama bagaimana ?" tanya Mommy Karen dengan nada bingung.

__ADS_1


"Ketika ulangan aku menulis nama Veni sedangkan Veni menulis nama Venisa," jawab Venisa.


"Kenapa kamu tidak ajarkan adik kembarnya untuk belajar? Lalu apakah tidak ketahuan?" tanya Mommy Karen penasaran.


__ADS_2