Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Venisa


__ADS_3

"Kenapa bisa? Apa yang terjadi dengan Veni?" tanya Venisa dengan nada terkejut.


"Tanyalah pada mereka, apa yang dilakukan oleh Veni," ucap Ibunya.


"Kak Daka, apa benar yang dikatakan oleh Ibuku?" tanya Venisa dengan wajah sedih.


"Benar, aku memerintahkan anak buah ku untuk melakukannya," jawab Daka yang sejak tadi diam.


Daka tidak mengatakan kalau Daddy David juga ikut terlibat karena bagaimanapun dirinya tidak ingin Mommy Karen jadi ikut sedih.


"Kenapa kak Daka melakukan itu?" tanya Venisa dengan wajah yang sangat sedih dan mata berkaca-kaca.


"Karena ...." ucapan Daka terpotong oleh Mommy Karen.

__ADS_1


"Pertama, Veni menjebak mu hingga kamu dan putra kami melakukan hubungan suami istri dan syukurlah putra kami mau bertanggung jawab, ke dua Veni mempermalukan dirimu di depan umum padahal jelas-jelas dia yang bersalah, ke tiga Veni tahu kakak kembarnya di culik oleh dua pria teman tidurnya Veni bukannya memberitahukan suaminya malah membiarkan kakak kembarnya di culik agar dirinya bisa menggantikan mu menjadi istri putra kami Daka dan menantu kami," ucap Mommy Karen.


"Jika adikmu tidak di hukum seperti itu suatu saat nanti adikmu yang jahat itu benar - benar akan membunuhmu. Jadi apakah salah kalau putra kami menghukum adik kembar mu?" sambung Daddy David yang sejak tadi diam.


"Tapikan tidak perlu di hukum seperti itu," ucap Ibunya Veni dan Venisa dengan nada kesal.


"Aku heran, kamu seorang Ibu seharusnya tidak pilih kasih sudah jelas-jelas putri bungsu mu sangat jahat terhadap kakak kembarnya tapi kamu malah membelanya," ucap Mommy Karen.


"Sepertinya kalian lebih sayang dengan Veni dari pada Venisa padahal jelas - jelas di sini Venisa menjadi korban dari kejahatan adik kembarnya," sambung Daddy David sambil menatap ke dua orang tua Veni dan Venisa secara bergantian.


"Kamu sudah hidup bahagia bersama suamimu sedang Veni tidak padahal sudah jelas-jelas kamu merebut kekasih adikmu," ucap Ibunya yang tidak mau disalahkan.


"Benar kata Mommy mu, kamu sudah hidup bahagia apalagi kamu juga tidak apa-apa jadi seharusnya Veni jangan di hukum dengan berat," sambungan Ayahnya.

__ADS_1


"Saat itu Venisa beruntung karena ada suamiku dan ke dua mertuaku menolongku tapi jika tidak aku mungkin sudah tiada. Mommy dan Daddy, Venisa tekankan sekali lagi kalau Venisa tidak merebut kak Daka dari Veni tapi Veni sendiri yang sangat jahat menjebak ku jika seandainya saja kak Daka adalah orang jahat dan tidak mau bertanggung jawab bagaimana dengan nasibku? Apakah Mommy dan Daddy tidak memikirkan hal itu?" tanya Venisa sambil memegangi perutnya yang mulai kram.


"Tetap saja kamu merebut, seharusnya sebagai kakak kamu harus mengalah demi kebahagiaan adikmu," ucap Ibunya dengan nada kesal.


"Mommy dan Daddy lebih baik pergilah," usir Venisa yang malas berdebat.


"Dasar anak durhaka, ayo Dad lebih baik kita pergi dari sini," ucap Ibunya sambil menarik tangan suaminya.


"Jika suatu saat nanti suamimu sudah bosan padamu jangan pernah kembali ke rumah," sambung ayah nya sambil berjalan mengikuti langkah istrinya.


"Aku tidak akan kembali ke rumah Mommy dan Daddy," ucap Venisa dengan mata berkaca-kaca.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :



__ADS_2