Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Bagaimana Mom?


__ADS_3

''Baik tuan," jawab pria tersebut.


Pria itupun membawa tubuh Venisa keluar dari rumah sakit tersebut bersama pria tersebut dan tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata menatapnya sambil tersenyum menyeringai.


("Bagus, aku tidak perlu****menyingkirkan kakak kembarku karena kakak kembarku di culik oleh ke dua pria tersebut," ucap Veni dalam hati).


Daka yang mempermalukan Veni membuat Veni sangat kesal dan diam - diam mengikuti mereka hingga Veni melihat kakak kembarnya berjalan ke arah toilet dan pundaknya di pukul seorang pria.


Veni sama sekali tidak membantunya ketika kakak kembarnya di culik karena dirinya ingin menggantikan kakak kembarnya. Tanpa punya rasa empati sedikitpun Veni berjalan ke arah di mana Daka sedang duduk menunggu Venisa.


"Kok tumben lama?" tanya Daka tanpa curiga sambil turun dari kursi kemudian berdiri dan berjalan ke arah istrinya.


"Maaf, banyak yang antri," jawab Veni.


"Kok suaramu berbeda dan kenapa pakaianmu tiba - tiba ganti?" tanya Daka sambil menatap Veni dengan curiga.


("Dasar bodoh aku lupa ganti pakaian seharusnya tadi aku beli pakaian yang sama seperti kak Venisa," ucap Veni dalam hati).


"Aku lagi radang tenggorokan dan aku ganti pakaian karena tadi aku sempat terjatuh dan pakaianku kotor makanya aku langsung ganti pakaian," jawab Veni berbohong.


Tanpa banyak bicara Daka menghubungi mommy Karen dan sambungan pertama langsung di angkat oleh mommy Karen.


("Ada apa Daka?" tanya mommy Karen tanpa basa basi).

__ADS_1


("Kok tumben mom, tidak pakai kata sayang?" goda Daka).


("Daddy cemburu jadi mulai sekarang panggil nama mu saja," jawab mommy Karen).


("Sudah tua, daddy cemburuan," ucap Daka).


("Itulah daddy, ada apa Daka?" tanya mommy Karen yang sudah tahu pasti ada sesuatu masalah).


("Mommy, tolong retas cctv di toilet rumah sakit milik kita," pinta Daka sambil melirik ke arah Veni).


("Memang ada apa?" tanya mommy Karen).


("Nanti Daka ceritakan," jawab Daka sambil melihat wajah gelisah Veni).


("Ok, mommy akan meretas cctv toilet rumah sakit," ucap mommy Karen).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Daka menyimpan ponselnya di saku jasnya sambil menatap tajam ke arah Veni membuat Veni menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Veni.


"Aku tahu kamu itu adik kembarnya istriku, benar begitu Veni?" tanya Daka.

__ADS_1


"Aku ini istrimu kenapa kamu tidak mengenaliku?" tanya Veni dengan mata berkaca-kaca.


"Walau wajah dan suara kalian sama tapi aku bisa membedakannya. Jadi jangan pernah menipuku sekarang jawab jujur di mana istriku?" tanya Daka sambil menatap wajah Veni dengan tatapan tajam.


("***Kamu tidak memakai cincin pernikahan, kalung mu berbeda dengan kalung yang aku berikan begitu pula dengan gelang selain itu Veni dan Venisa mempunyai ciri khas yang berbeda yang membuatku mudah untuk mengetahui siapa Veni dan Venisa," ucap Daka dalam hati).


("Mana mungkin Daka bisa mengetahui perbedaan kami sudah jelas - jelas wajah kami sama begitu pula dengan suara kami,'' ucap Veni dalam hati***).


"Suaraku memang seperti ini, kalau honey tidak mempercayaiku lebih baik aku pergi," ucap Veni sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Daka.


Grep


"Kamu jangan pura - pura marah karena aku tahu kamu itu Veni," ucap Daka sambil menahan tangan Veni.


Daka menjentikkan jarinya dengan menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya memegang pergelangan tangan Veni. Tanpa menunggu lama dua bodyguard datang sambil memberikan hormat ke arah Daka.


"Bawa wanita ini ke markas dan siksa dia sampai mengatakan di mana istriku," perintah Daka.


"Baik tuan," jawab bodyguard tersebut dengan patuh.


"Lepas," ucap Veni sambil berusaha melepaskan tangannya ketika ke dua tangannya di tahan oleh dua bodyguard.


Daka memberikan kode ke arah ke dua bodyguard agar pergi dari rumah sakit tersebut dan tidak berapa lama ponselnya berdering membuat Daka mengambil ponselnya dari saku jasnya.

__ADS_1


"Mommy," ucap Daka sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


("Bagaimana mom?" tanya Daka dengan nada kuatir).


__ADS_2