Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Kembar Tiga


__ADS_3

"Jika Venisa melihat Mommy dan Daddy membuat Venisa berharap agar ke dua orang tua Venisa lebih perduli terhadap putrinya," ucap Venisa sambil menatap ke arah langit - langit kamar perawatan agar air matanya tidak keluar.


"Coba ceritakan tentang orang tuamu?" tanya Mommy Karen penasaran.


"Orang tuaku sibuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan apa yang dilakukan oleh dua putri kembarnya karena semua diserahkan ke baby sister. Jujur Mom waktu Venisa masih kecil melihat sepasang istri ketika hari liburan mengajak anak-anak nya jalan - jalan ke taman hiburan membuat Venisa sedih karena ingin merasakan liburan dan berkumpul dengan ke dua orang tua sekaligus bisa merasakan kasih sayang," jawab Venisa dan tidak berapa air matanya keluar.


"Selain itu dulu setiap tahun waktu Venisa dan adik kembarku Veni terima raport baik naik kelas maupun lulus sekolah 🏫, semua teman-teman Venisa dan Veni di ambil oleh orang tuanya masing-masing sedangkan rapot kami di ambil oleh baby sister ataupun bodyguard orang tua kami," sambung Venisa.


"Memang orang tua kakak kemana?" tanya Dave penasaran.


"Pergi ke luar negri katanya ada proyek yang tidak bisa ditinggalkan. Mungkin sekali atau dua kali kami berusaha untuk mengerti tapi setiap tahun ke dua orang tuaku tidak datang ke acara penerimaan raport, kelulusan sekolah dan semua acara yang ada hubungan dengan sekolah," jawab Venisa.


"Sstttttt... Sudah jangan menangis sekarang kamu sudah punya suami yang sangat mencintaimu dan kami sebagai mertuamu telah menganggap dirimu sebagai putri kandung kami," ucap Mommy Karen.


"Dave tidak di sebut Mom?" tanya Dave dengan wajah di tekuk.


"Hehehehe.. Ada ke tiga adik ipar mu Dave, Dennisa dan Dennis yang sudah menganggap dirimu sebagai seorang kakak," ucap Mommy Karen sambil tersenyum dan tertawa melihat wajah Dave yang di tekuk.


"Venisa sangat beruntung bisa menikah dengan kak Daka karena mempunyai mertua dan ke tiga adik ipar yang sangat tulus menyayangi Venisa," ucap Venisa sambil tersenyum bahagia.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat Mommy Karen, Venisa dan Dave menatap ke arah pintu. Mereka melihat Daddy David, Daka, Dennisa dan Dennis masuk ke dalam sambil membawa dua kursi roda.


"Maaf lama Mom, Venisa tadi kami menunggu Dennisa dan Dennis di lobby," ucap Daka.


"Tidak apa-apa," jawab Mommy Karen dan Venisa serempak.


Daddy David menggendong istrinya kemudian berjalan ke arah kursi roda dan meletakkan perlahan tubuh istrinya begitu pula dengan Daka menggendong Venisa.


Kini Mommy Karen dan Daddy David berada di ruang dokter kandungan sedangkan yang lainnya menunggu di luar. Daddy David kembali menggendong istrinya dan diletakkan secara perlahan di ranjang kemudian seorang perawat memberikan gel dingin ke perut Mommy Karen.


Setelah selesai dokter kandungan meletakkan stik ke perut Mommy Karen dan mereka pun melihat di layar monitor.


"Selamat Tuan dan Nyonya, bayinya kembar tiga," ucap dokter tersebut yang memperlihatkan tiga bulatan kecil.


"Apa Dok? Tiga?" tanya Mommy Karen dan Daddy David serempak dengan wajah terkejut.


"Benar tuan dan Nyonya dan saat ini usia kandungan memasuki empat minggu," jawab dokter kandungan tersebut.


"Berarti selama istriku hamil, kami tidak bisa melakukan hubungan suami istri sampai janinnya kuat," ucap Daddy David.


Bugh


Mommy Karen memukul tangan suaminya sedangan Daddy David tidak marah hanya tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang memerah karena malu.


"Ya benar, jadi Tuan harus bisa menahannya," jawab dokter kandungan sambil tersenyum melihat mereka.


Setelah selesai mengecek perawat membersihkan sisa gel yang menempel di perut Mommy Karen dengan menggunakan tissue kemudian Daddy David kembali menggendong istrinya dan diletakkan perlahan di kursi barulah Daddy David duduk di samping istrinya yang berhadapan dengan dokter kandungan tersebut yang hanya dibatasi oleh meja.


"Saya akan buatkan resep silahkan di tebus dan di minum obat penguat kandungan dan vitamin," ucap dokter kandungan sambil menulis sesuatu di kertas.


"Ini resepnya, apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya dokter kandungan tersebut sambil memberikan resep ke arah mommy Karen.


"Setelah anak ini lahir, kami berencana agar aku di steril," ucap Mommy Karen sambil menerima resep tersebut.


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :



" Si*l kenapa rencanaku tidak berhasil? Apa kelebihan wanita murahan itu sehingga ada orang yang membelanya." umpat wanita cantik itu sambil membanting semua barang.


" Apa - apaan ini?" teriak seorang pria tiba - tiba datang


Wanita itu menatap tajam ke arah pria yang sangat jelek wajahnya yang rusak akibat obat keras yang dilakukan oleh ibu tirinya waktu pemuda itu berumur dua belas tahun.


Plak                                 Plak


" Sudah aku bilang jangan menatapku dengan tatapan yang menjijikkan itu." ucap pemuda itu kemudian menampar ke dua pipi wanita itu kanan dan kiri.


" Seharusnya kamu itu ngaca? wajahmu itu sangat menjijikkan siapapun yang menatapmu pasti merasa jijik." ucap wanita itu yang tidak takut sama sekali sambil mengusap ke dua sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk


Plak                                 Plak


Bruk


Pemuda itupun menampar kembali pipi kanan dan kiri wanita itu hingga ke dua bibirnya pecah dengan keras hal itu membuat wanita itu langsung jatuh ke lantai. Tiba - tiba wanita itu merasakan sakit pada perutnya membuat wanita itu memeluk perutnya.


" Apa kamu lupa jangan pernah menghinaku ataupun mengeluarkan suara keras karena aku sangat membencinya," ucap pria itu dengan tatapan membunuh tanpa memperdulikan wanita itu merasakan sakit pada perutnya.

__ADS_1


" Perutku sakit," rintih wanita itu dan tidak berapa lama keluar darah segar dari sela - sela pahanya


Bruk


Karena tidak bisa menahan rasa sakit wanita itupun ambruk dan tidak sadarkan diri membuat pemuda itu terkejut kemudian duduk berlutut sambil menepuk - nepuk pipi wanita itu.


" Valen... Valen..." panggil pemuda itu.


Pemuda itupun menggendong Valen kemudian meletakkannya di ranjang dengan perlahan kemudian pemuda itu menghubungi dokter pribadinya setelah selesai pemuda itu meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya.


" Kenapa aku tidak bisa menahan emosiku?" tanya Reno pada dirinya sendiri.


" Aku mencintaimu tapi kamu selalu mengeluarkan kata - kata yang sangat menyakitkan hatiku sama seperti yang dikatakan oleh wanita ular itu," ucap pemuda tersebut.


Setelah lama menunggu selama lima belas menit pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dan pemuda itupun menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamarnya.


ceklek


Dokter pribadinya membuka pintu dan berjalan ke arah pemuda tersebut kemudian memeriksa Valen, dokter itu menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap pemuda tersebut.


" Apa yang terjadi?" tanya pemuda itu.


" Maaf tuan Reno, nona ini sepertinya hamil tapi untuk memastikannya lagi bisa di bawa ke rumah sakit," ucap dokter tersebut.


" Apa hamil??" teriak Reno terkejut.


" Benar tuan," jawab dokter tersebut


" Baiklah, kalau begitu kita pergi ke rumah sakit," ucap Reno sambil turun dari ranjang dan bersiap untuk menggendong Valen.


" Apa tuan tidak memakai masker?" tanya dokter tersebut.


Reno baru teringat kalau wajahnya rusak membuat Reno mengambil masker yang di simpan di laci dekat ranjangnya kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit. Di tempat yang berbeda Katarina berangkat lagi ke rumah sakit sambil membawa obat untuk tuan Albert agar racun di dalam tubuh tuan Albert benar - benar hilang.


Singkat cerita Katarina sudah sampai di rumah sakit dan berjalan dengan santai menuju ke ruang perawatan, Katarina membuka pintu dan melihat tuan Albert dan paman Rey sedang menatap dirinya.


" Kenapa tidak istirahat di mansion?" tanya tuan Albert.


" Katarina ingin menemani daddy,  paman Rey pulanglah biar Katarina menemani daddy," ucap Katarina.


" Tapi nona..." ucapan Rey terpotong oleh Katarina


" Apa yang dikatakan putriku benar, lebih baik kamu pulang dan istirahat," ucap tuan Albert.


" Baik tuan," jawab Rey patuh.


" Oh ya nona, bagaimana ke dua orang itu? Apakah sudah ketemu siapa pelakunya?" tanya Rey penasaran


" Sudah paman," jawab Katarina


" Siapa?" tanya tuan Albert dan Rey bersamaan


" Mereka orang suruhan wanita ular itu," ucap Katarina.


" Kurang aj*r, aku akan membunuhnya," ucap tuan Albert sambil menahan amarahnya.


" Kalau membunuhnya terlalu enak buat dia dad, Katarina sudah punya rencana tersendiri," ucap Katarina


" Daddy percayakan padamu, kalau butuh bantuan daddy katakan saja daddy akan membantumu," ucap tuan Albert.


" Saya juga akan siap sedia untuk membantu nona," sambung Rey.


" Baik dad, paman," ucap Katarina.


" Oh ya dad, Katarina sudah membuat obat penawarnya." ucap Katarina sambil mengeluarkan botol yang berisi obat dari dalam tasnya.


Katarina memberikan botol tersebut ke tuan Albert dan tuan Albert langsung meminum obatnya tanpa curiga sedikitpun setelah habis tuan Albert memberikan botol tersebut ke Katarina.


" Obat ini tidak mengalami efek samping seperti obat pertama," ucap Katarina


" Memang obat pertama efek sampingnya apa?" tanya tuan Albert.


Katarina pun menceritakan semua apa yang terjadi tanpa ada yang di tutupi sedangkan tuan Albert dan paman Rey mendengarkan cerita Katarina sambil menahan amarahnya.


" Itulah yang terjadi dad," jawab Katarina


Grep


" Terima kasih, kamu telah menyelamatkan daddy." ucap tuan Albert sambil menggenggam tangan Katarina.


" Bukan aku yang menyelamatkan daddy tapi Tuhan yang menyelamatkan daddy melalui perantaraan Katarina," ucap Katarina sambil membalas genggaman tuan Albert.

__ADS_1


Tuan Albert tersenyum dan tidak berapa lama Rey berpamitan dan meninggalkan mereka berdua bertepatan kedatangan dokter dan perawat yang ingin mengecek kondisi tuan Albert.


" Maaf tuan, saya cek dulu," ucap dokter tersebut.


Tuan Albert hanya diam tanpa menjawab ucapan dokter tersebut sedangkan dokter tersebut mengerti akan sifat tuan Albert, dokter itupun mulai memeriksa kondisi tuan Albert setelah sepuluh menit kemudian dokter itupun sudah selesai mengecek kondisi tuan Albert.


" Kondisi tuan semakin membaik dan mulai besok siang tuan bisa pulang," ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dok," jawab Katarina.


" Sama - sama nona," Jawab dokter tersebut.


Dokter itupun berpamitan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan Katarina membetulkan selimut tuan Albert.


" Daddy tidurlah sudah malam apalagi besok daddy sudah pulang," ucap Katarina.


" Ok, kamu juga tidur," ucap tuan Albert.


" Baik dad," Jawab Katarina.


Katarina berbaring di ranjang khusus dan tidak berapa lama merekapun tertidur dengan pulas sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Reno sangat terpukul karena Valen mengalami keguguran.


" Apa yang aku lakukan? Gara - gara aku tidak bisa menahan amarahku anakku meninggal." ucap Reno sambil menarik rambutnya dengan kasar.


Reno sangat menyesali apa yang telah dilakukannya hingga anak yang dalam kandungan Valen mengalami keguguran karena lelah Reno yang duduk di kursi dekat ranjang meletakkan ke dua tangannya sebagai bantalannya dan meletakkan kepalanya di ranjang, tidak membutuhkan waktu lama dirinya tertidur dengan pulas bersamaan Valen membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan tersebut hingga matanya menangkap Reno sedang tertidur dengan pulas.


' Apa yang terjadi? Sepertinya aku di rumah sakit? Kalau benar baguslah berarti usahaku berhasil.' ucap Valen dalam hati sambil mengingat masa lalu.


xxxxxx Flash Back On xxxxxx


Valen merasakan tubuhnya lemah dan perutnya sering mual hingga Valen melihat kalender yang tergeletak di meja membuat Valen membulatkan matanya dengan sempurna.


" Apa jangan - jangan aku hamil karena bulan ini aku belum datang bulan? Tidak - tidak aku tidak mau hamil dengan pria jelek itu." ucap Valen sambil berfikir.


" Jika aku menyuruh pelayan untuk membeli alat tes kehamilan akan ketahuan jadi aku harus beli sendiri tapi bagaimana caranya?" ucap Valen


ceklek


Pintu kamar terbuka dan Valen melihat suaminya datang sambil membawa bungkusan plastik dan langsung diberikan ke Valen membuat Valen bingung.


" Apa ini?" tanya Valen


" Itu alat tes kehamilan, aku membeli dua puluh empat tes untuk persiapan kalau sekarang negatif seminggu lagi tes lagi sampai kamu hamil," ucap Reno.


" Tapi kenapa belinya sebanyak ini?" tanya Valen


" Kalau sekarang negatif kita melakukan hubungan suami istri sampai kamu hamil anak kita," ucap Reno.


' Kebetulan sekali si cowo jelek ini memberikan alat tes kehamilan kalau aku benar hamil aku akan cari cara untuk menggugurkannya,' ucap Valen dalam hati.


" Cek sekarang," perintah Reno


Valen pura - pura cemberut sambil mengambil dua alat tes kehamilan membuat Reno menahan tangan Valen, Valen yang tangannya di pegang hanya diam tanpa menatap Reno.


" Kenapa mengambil dua?" tanya Reno.


" Aku tidak tahu cara makainya kalau aku salah bisa mencoba alat tes yang ke dua," ucap Valen berbohong.


Reno yang percaya dengan ucapan Valen membiarkan Valen mengambil dua alat tes kemudian Valen berjalan ke arah kamar mandi. Singkat cerita Valen sudah mencoba tes kehamilan setelah menunggu akhirnya terlihat ada tanda dua merah membuat Valen sangat kesal.


" Si*l benar dugaan ku kalau aku hamil, apa yang harus aku lakukan agar anak ini keguguran?" tanya Valen sambil berfikir


Setelah lama berfikir akhirnya Valen mempunyai ide yaitu membuat masalah dengan Reno dengan cara membentak dan mengeluarkan kata - kata yang kasar hingga dirinya dipukul oleh suaminya.


" Walau terasa sakit tidak apa - apa yang penting anak ini tidak lahir karena aku sangat membencinya sama seperti membenci Reno, pria jelek itu," ucap Valen.


Valen membuang hasil tes kehamilan ke dalam closet kemudian membuka satu lagi alat tes kehamilan dan mengetesnya dengan menggunakan air keran, setelah selesai Valen keluar dari kamar mandi dan melihat Reno berdiri di depan pintu.


" Bagaimana hasilnya?" tanya Reno


" Negatif," jawab Valen


" Kalau begitu kita main lagi agar kamu hamil," ucap Reno sambil menarik tangan Valen.


Valen membiarkan suaminya menariknya ke arah ranjang sambil tangan satunya yang tidak di pegang oleh Reno membuang alat tes kehamilan di tong sampah. Mereka pun melakukan hubungan suami istri. Esok harinya Valen sengaja membuat Reno marah dan ternyata rencananya berhasil, Reno menamparnya dan Valen mengalami keguguran.


xxxxxx Flash Back Off xxxxxx


' Aku harus pergi dari sini mumpung si pria jelek itu tidur,' ucap Valen dalam hati.


Valen menarik jarum infus dengan perlahan membuat Valen meringis kemudian dengan perlahan Valen turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan untuk meninggalkan Reno sendirian di ruang perawatan.

__ADS_1


__ADS_2