
Rey dengan sengaja menusuk pisau ke perut Ayahnya Venisa dan Veni sebanyak dua kali hingga darah segar keluar dari perutnya. Rasa sakit yang teramat sangat dirasakan oleh Ayahnya Venisa dan Veni.
"Bagaimana rasanya enak bukan? Ini tidak sebanding dengan apa yang kalian lakukan," ucap Rey.
Jleb
Jleb
"Mpphhhtttt..."
Ayahnya Venisa dan Veni berteriak kesakitan namun tidak jelas ketika ke dua bolanya dengan sengaja di tusuk oleh Rey membuatnya langsung buta seketika sedangkan istrinya dan Veni hanya bisa berteriak tanpa bisa melakukan apa-apa.
"Sudah cukup Rey?" tanya Daddy David.
"Aku rasa cukup membuat pria tidak tahu diri itu tidak bisa bicara dan buta," ucap Rey dengan nada santai.
("Pria itu sangat menakutkan, kalau tahu begini aku tidak akan melakukannya," ucap Ibunya Venisa dan Veni dalam hati menyesali perbuatannya).
("Seandainya tahu begini aku tidak akan pernah mengusik kak Venisa karena ternyata pria itu sangat menyeramkan. Kak Venisa, kenapa kakak sudah ma ti membuat kami menderita, apakah Kakak ingin kami menemani Kakak?" tanya Veni dalam hati).
__ADS_1
"Ok, kalau begitu aku ingin melukis tubuh wanita yang selalu membeda-bedakan putrinya sekaligus ingin memotong ke dua tangannya untuk dijadikan santapan anak harimau 🐅," ucap Daddy David dengan nada santai sambil berjalan ke arah wanita tersebut.
Sretttt
"Mpphhhtttt..."
Sretttt
"Mpphhhtttt..."
Ke dua tangan Ibunya Venisa dan Veni akhirnya putus kemudian Daddy David melempar potongan ke dua tangan itu ke arah anak buahnya.
"Baik," jawab salah satu anak buahnya sambil mengambil dua potongan tangan yang ada di lantai kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Ke dua tangan mu sudah tidak ada sekarang aku akan melukis tubuhmu dengan pisau," ucap Daddy David.
'Aku mohon bunuh lah aku, aku tidak sanggup menahan rasa sakit ini,' mohon Ibunya Venisa namun suaranya tidak terdengar jelas.
"Walau suaramu tidak jelas tapi aku tahu kalau kamu ingin minta di bu nuh tapi sayang sekali aku masih suka menyiksamu sampai kamu ma ti dengan sendirinya," ucap Daddy David.
__ADS_1
Daddy David merobek pakaian milik besannya hingga memperlihatkan dua bungkusan gunung kembar. Daddy David mulai melukis di tubuh wanita tersebut membuat wanita itu meringis menahan rasa sakit dan tidak berapa lama dirinya tidak merasakan sakit sedikitpun bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.
"Pingsan, sekarang ke siapa ya? Ayahnya Venisa eh salah besan," ucap Daddy David sambil menepuk keningnya.
"Besan yang tidak punya rasa malu," celetuk Rey.
"Lebih baik tinggalkan mereka saja, karena putraku dan menantuku yang melanjutkan hukuman ke tiga orang itu," ucap Daddy David.
"Baiklah, kalau begitu kita mandi dulu agar istri kita tidak mencium bau darah di tubuh kita," ucap Rey.
"Ok," jawab Daddy David.
Daddy David dan Rey pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke ruang pribadi masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka hingga lima belas menit kemudian tubuh mereka terasa segar dan harum tidak lagi tercium bau anyir darah.
Mereka berjalan ke arah garasi mobil, sebelum masuk ke dalam mobil Daddy David memerintahkan ketiga tawanannya dimasukkan ke dalam satu sel dan tidak diberikan makanan dan minuman.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Daddy David dan Rey berjalan ke arah lobby dan melihat Dave sedang menatap kedatangan mereka.
"Bagaimana keadaan Mommy, Dennisa dan Venisa?" tanya Daddy David dengan wajah kuatir.
__ADS_1