
Istrinya mengambil ponselnya yang berada di atas meja kemudian menghubungi Venisa dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Hallo Mom," sapa Venisa).
("Venisa, apakah kamu melihat adik kembar mu Veni?" tanya Ibu nya tanpa basa basi.
("Tidak lihat Mom," jawab Venisa).
("Mommy, Venisa ha..." ucapan Venisa terputus bersamaan sambungan komunikasi terputus).
"Hallo Mom... Hallo," panggil Venisa.
Venisa menatap ponselnya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menghubungi Ibunya dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Apakah kamu sudah menemukan adik kembar mu?" tanya Ibunya tanpa basa basi).
("Belum Mom, Venisa hanya ingin ...." ucapan Venisa terputus kembali karena sambungan komunikasi sengaja diputuskan secara sepihak).
"Ada apa Venisa?" tanya Daka.
"Mommy, menanyakan keberadaan Veni," ucap Venisa dengan mata berkaca-kaca.
Grep
__ADS_1
"Sstttttt... Sudah, jangan sedih," ucap Daka sambil memeluk istrinya.
"Hiks.... Hiks.. Hiks... Mommy dan Daddy tidak pernah memperdulikan ku yang selalu dipedulikan Veni dan Veni. Hanya karena Veni bintang model terkenal dan menghasilkan uang banyak membuat ke dua orang tuaku selalu membanggakan Veni," ucap Venisa sambil terisak dan membalas pelukan suaminya.
Ceklek
Daddy David membuka pintu dengan lebar kemudian mendorong kursi roda di mana istrinya sedang duduk. Daddy David dan Mommy Karen menatap mereka dengan bingung karena menantu kesayangannya menangis.
"Venisa sayang, kenapa menangis?" tanya Mommy Karen sambil berusaha bangun dari kursi roda dengan di bantu suaminya.
"Tidak ada yang sayang sama Venisa," ucap Venisa sambil melepaskan pelukan suaminya sambil menatap Mommy Karen dengan tatapan sendu.
"Siapa bilang? Daka dan kami serta adik - adik ipar mu sayang denganmu," ucap Mommy Karen sambil duduk di kursi dekat ranjang Venisa.
"Apa yang dikatakan mommy dan daddy benar adanya. Kami sekarang adalah keluarga mu jadi jangan pernah merasa sendiri atau merasa tidak ada yang sayang," ucap Daka.
Grep
"Terima kasih Mommy, Daddy dan kak Daka," ucap Venisa sambil memeluk suaminya dari arah samping sambil menatap ke dua mertuanya.
("Aku berjanji akan melindungi ke dua mertuaku, suamiku dan ke dua adik iparku karena kalian semua sangat baik padaku dan sangat tulus padaku," ucap Venisa dalam hati).
"Sama-sama sayang," jawab Mommy Karen.
__ADS_1
Daddy David dan Daka hanya tersenyum dan dalam hati mereka berjanji untuk melindungi orang - orang yang sangat disayanginya.
"Sekarang Mommy istirahat," ucap Daddy David sambil menggendong istrinya.
"Oh ya Dad, Daka mempunyai adik berapa?" tanya Daka penasaran.
"Tiga," jawab Daddy David singkat sambil meletakkan perlahan tubuh istrinya ke arah ranjang.
"What? Tiga?" tanya Daka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daddy David.
"Iya donk tiga, Daddy hebat kan?" tanya Daddy David sambil menarik turunkan ke dua alis matanya.
"Kenapa Daka tidak empat?" tanya Daka dengan wajah di tekuk.
"Daka, namanya rejeki dan anak semuanya itu sudah di atur sama Tuhan," ucap Mommy Karen.
"Apakah kak Daka menyesal menikah denganku?" tanya Venisa dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja tidak, kenapa istriku mengatakan itu?" tanya Daka.
"Karena aku hamil kembar dua," ucap Venisa.
Grep
__ADS_1
"Maaf, tadi Daka dan Daddy hanya bercanda karena kami sudah terbiasa bercanda apalagi aku tidak akan pernah menyesal menikah dengan mu karena aku sangat mencintaimu," ucap Daka dengan nada tulus sambil memeluk istrinya.