
Daddy David, Daka, Daddy Dennis dan Dave kini berada di ruang tunggu operasi dengan perasaan tidak menentu hingga tidak berapa lama datang Rey dan Sandra sahabat Daddy David, Mommy Karen dan Daddy Dennis.
"Maaf kami terlambat datang tadi di perusahaan ada masalah," ucap Rey.
"Tidak apa-apa," jawab Daddy David.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Sandra dengan nada kuatir begitu pula dengan Rey.
"Istriku, putriku Dennisa dan Venisa terpaksa di operasi karena mengalami pendarahan," jawab Daddy David.
"Apakah sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Rey sambil menahan amarahnya.
Rey sudah menganggap Mommy Karen sebagai sahabatnya yang selalu menasehati dirinya untuk menghilangkan jiwa psychophat nya selain istrinya yang menasehati dirinya sedangkan Dennisa sudah di anggap sebagai ponakannya.
"Sudah, orang tuanya Venisa," jawab Daddy David sambil menahan amarahnya.
"Daddy, aku sudah tahu tempat tinggal mereka," ucap Daka yang sejak tadi diam karena mengotak atik laptopnya.
"Siapa yang mau ikut Daddy?" tanya Daddy David.
"Aku Dad," jawab mereka serempak kecuali Sandra.
"Lebih baik Dave di sini temani Tante Sandra," ucap Daddy David.
"Baik Dad," jawab Dave patuh walau dalam hatinya ingin sekali ikut.
__ADS_1
"Oh ya sebentar lagi putraku Roy datang untuk menemani kalian," ucap Rey yang mengerti kalau Dave bosan menunggu jika tidak ada temannya.
"Baik Paman," jawab Dave
Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy David, Rey, Daka dan Daddy Dennis pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke arah parkiran dengan membawa sebagian anak buahnya sedangkan sebagian lagi menjaga Sandra dan Dave.
"Kita satu mobil?" tanya Rey.
"Lebih baik satu mobil," ucap Daddy David.
"Ok," jawab Rey singkat.
"Mereka tinggal di Mansion Dela Costa jalan xxxx No 27," ucap Daka.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di tempat yang di tunjuk oleh Daka yaitu Mansion Dela Costa. Mereka langsung turun dari mobil dan berjalan ke tempat lokasi sambil masing-masing memegang pistol.
Orang tua Veni dan Venisa masih mengadakan pesta kemenangan karena sudah mencelakai Mommy Karen, Venisa dan Dennisa bersama anak buahnya.
"Nyonya dan Tuan kalau boleh tahu kenapa Nyonya dan Tuan sangat membenci Nona Venisa padahal Nona Venisa adalah Putri Tuan dan Nyonya?" tanya salah satu anak buahnya.
"Memang benar Venisa adalah putri kami, tapi aku tidak tahu kenapa aku lebih mencintai Veni dari pada Venisa," jawab Ibunya Venisa dan Veni yang bingung dengan dirinya sendiri.
"Kenapa bisa begitu?" tanya anak buahnya penasaran begitu pula dengan Veni yang masih berbaring di ranjang dan anaknya yang juga ikut penasaran.
"Mungkin karena Venisa waktu bayi selalu sehat dan tidak pernah sakit-sakitan sedangkan Veni fisik nya lemah dan sering bolak balik ke rumah sakit membuatku lebih menyayangi nya dari pada kakaknya," sambung Ibunya Venisa dan Veni.
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
Dor
"Akhhhhhhhh," teriak ke empat anak buahnya orang tua Venisa dan Veni bersamaan.
Bruk
Bruk
Bruk
Bruk
Daddy David, Daddy Dennis, Rey dan Daka masuk ke dalam ruangan tersebut ketika anak buah mereka telah menembak semua penjaga yang menjaga mansion Mansion Dela Costa.
Orang tua Venisa dan Veni sangat terkejut dengan suara tembakan terlebih ke empat anak buahnya langsung meninggal di tempat membuat mereka mengarahkan pandangannya ke arah Daddy David, Daddy Dennis, Rey dan Daka.
Orang tua Venisa dan Veni membulat kan matanya dengan sempurna ketika melihat Daddy David, Daddy Dennis, Rey dan Daka sedang mengarah kan pistolnya ke mereka.
"Kalian," ucap Ibunya Venisa dan Veni dengan wajah pucat.
__ADS_1