Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Jiwa Yang Sudah Lama Mati


__ADS_3

Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus membuat Daddy David sangat terkejut.


"Si*l," ucap Daddy David sambil menekan tombol lift setelah pintu lift terbuka Daddy David masuk ke dalam kotak persegi empat.


"Ada apa Dad?" tanya Daka, Daddy Dennis dan Dave secara bersamaan sambil ikut masuk ke dalam lift.


"Perut Mommy mulas dan di bawa ke rumah sakit tapi ....'' ucap Daddy David sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Tapi kenapa Dad?" tanya ke tiga pria tampan tersebut.


"Daddy mendengar suara teriakan Dennisa dan Venisa setelah itu sambungan komunikasi terputus," ucap Daddy David.


"Apa?? Mommy, Venisa dan Dennisa di mana Dad?" tanya Daka dengan wajah panik begitu pula dengan Daddy Dennis dan Dave.


"Mereka pergi ke mall," jawab Daddy David.


"Apakah Daddy tahu siapa pelakunya?" tanya Daka sambil menahan amarahnya begitu pula dengan Daddy Dennis dan Dave.


"Orang tuanya Venisa, Daddy akan menyiksanya hingga mereka memohon untuk ma ti," jawab Daddy David.


Ting


Pintu lift terbuka ke empat pria tampan keluar dari pintu lift khusus CEO. Mereka naik dengan menggunakan satu mobil di mana Dave yang mengendarai mobil sedangkan Daka mengotak atik laptopnya untuk meretas cctv mall.


Di tempat yang berbeda tepatnya di mall tempat kejadian dimana Mommy Karen di gendong oleh salah satu bodyguard milik suaminya dan satunya lagi melindunginya.


Dua bodyguard lainnya milik Daka menahan ke dua tangan Ayahnya Venisa sedangkan ke dua bodyguard nya lagi mengawal Venisa dan Dennisa.

__ADS_1


Venisa dan Dennisa berjalan ke arah mobil hingga Venisa melihat Ibunya membawa pisau dan diarahkan ke Dennisa.


Venisa yang melihat adik iparnya yang bernama Dennisa masih menghubungi Daddy David membuat Venisa mendorong tubuh Dennisa sambil berteriak.


"Dennisa awas!!" teriak Venisa sambil mendorong Dennisa.


Bruk


Jleb


Bruk


"Akhhhhhhhh!!" teriak Venisa dan Dennisa bersamaan.


Dennisa jatuh ke lantai hingga darah segar keluar dari sela-sela pahanya bersamaan ponselnya ikut terjatuh dan sambungan komunikasi terputus seketika.


Dua bodyguard yang awalnya melindungi Dennisa dan Venisa namun ke dua bodyguard tersebut di serang oleh orang suruhan ke dua orang tua Venisa dan mempunyai ilmu bela diri yang lumayan tinggi membuat ke dua pria tersebut terdesak dan akhirnya babak belur.


Melihat Dennisa dan Venisa tidak sadarkan diri dan ke dua bodyguard milik Daddy David babak belur membuat mereka melihat dua bodyguard yang sedang berjalan ke arah mobil dan salah satunya menggendong Mommy Karen membuat dua di antara mereka mengarahkan pistol ke arah bodyguard tersebut.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh..." teriak dua bodyguard tersebut ketika timah panas mengenai punggungnya.


Bruk


Bruk

__ADS_1


Dua bodyguard tersebut langsung ambruk dan salah satu yang menggendong Mommy Karen menggunakan tubuhnya sebagai tamengnya agar tidak terjatuh di lantai yang sangat keras.


Seperti keadaan Dennisa dan Venisa, Mommy Karen juga mengeluarkan darah segar dari sela ke dua pahanya.


"Bebaskan suamiku atau ke tiga wanita ini di tembak oleh anak buah ku," ancam Ibunya Venisa.


Dua bodyguard tersebut terpaksa melepaskan Ayah nya Venisa, Ayahnya Venisa langsung berjalan ke arah istrinya sambil tersenyum menyeringai ke arah putri nya yang tidak sadarkan diri tanpa ada rasa empati sedikitpun.


"Tembak ke dua pria itu agar tidak membantu ke tiga wanita itu karena aku ingin mereka mati dengan cara mengenaskan," perintah Ayahnya Venisa dengan nada dingin tanpa memperdulikan kalau Venisa adalah putri kandungnya.


"Baik tuan, jawab ke dua pria tersebut.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh..." teriak dua bodyguard tersebut ketika timah panas mengenai salah satu kaki mereka.


Bruk


Bruk


Dua bodyguard tersebut langsung ambruk sambil menahan rasa sakit pada kakinya.


"Tinggalkan mereka, kita pergi dari sini," perintah Ayahnya Venisa.


"Baik Tuan," jawab mereka serempak.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan para pengunjung mall hanya bisa melihat tanpa melakukan apa-apa karena mereka sangat sayang dengan nyawa mereka tanpa menyadari kalau hari ini adalah hari terakhir mereka begitu pula dengan ke dua orang tua Venisa dan para anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2