Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Maksud Mommy


__ADS_3

"Lebih baik lidahnya di potong dan ke dua kaki serta ke dua tangannya dibuat lumpuh agar tidak lagi mengganggu Venisa kemudian kembalikan gadis ular itu ke keluarganya," ucap Daka yang perasaan terhadap Veni sudah ma ti sejak Veni menjadikan Venisa sebagai penggantinya.


"Daddy setuju, lalu para penjahat itu?" tanya Daddy David.


"Lebih baik dikubur hidup-hidup karena itu hukuman pantas untuk mereka," ucap Daka.


"Tidak lebih baik mereka di buang di lubang besar hingga akhirnya mereka mati karena haus, lapar dan kepanasan," ucap Daddy David.


"Benar kata Daddy, Daka setuju," jawab Daka.


"Selain wajah kita yang mirip, sifat kita juga sangat mirip yaitu setia dengan pasangan kita dan membalas orang-orang yang mencoba menyakiti orang yang kita sayangi dan tidak memperdulikan mereka mantan kekasih, sahabat atau saudara," ucap Daddy David.


"Benar kata Daddy, karena bagi Daka orang yang ingin mencoba menyakiti orang yang Daka sayangi akan mendapatkan hukuman yang setimpal tanpa memperdulikan dia adalah mantan Daka yang dulu Daka cintai." ucap Daka.


"Apakah perasaanmu terhadap wanita ular itu sudah hilang?" tanya Daddy David.

__ADS_1


"Perasaan Daka sudah hilang Dad, ketika wanita itu menjebak Venisa terlebih walau mereka kembar tapi Venisa lebih baik dari pada wanita itu," jawab Daka yang enggan menyebut nama Veni.


"Syukurlah, karena Mommy dan Daddy merasa kalau Venisa itu sangat tulus mencintaimu terlebih menantu Daddy kurang kasih sayang orang tua, jadi Daddy dan Mommy menganggap Venisa sebagai putri kami. Daddy hanya minta sama kamu untuk menyayangi Dennisa dengan tulus dan tidak menyakiti perasaannya," ucap Daddy David dengan nada bijaknya.


"Terima kasih Dad, sudah menganggap Venisa sebagai putri Daddy dan Mommy. Daka akan ingat pesan Daddy untuk mencintai Venisa dengan tulus dan tidak menyakiti hatinya," ucap Daka dengan nada tulus.


Daddy David hanya tersenyum dan tidak berapa lama pesanan mereka datang. Mereka makan dan minum tanpa bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


Daddy David membayar makanan dan minuman yang tadi mereka makan dan kembali ke ruang perawatan namun sebelumnya Daddy David mengirim pesan ke anak buahnya untuk melakukan apa yang tadi mereka bicarakan.


Daka membuka pintu kamar perawatan dengan lebar kemudian Daddy David masuk ke dalam kamar perawatan dan diikuti oleh Daka. Mereka melihat Mommy Karen dan Venisa tidur dengan pulas membuat mereka duduk di kursi dekat ranjang istri mereka masing-masing.


Perlahan Mommy Karen dan Venisa membuka matanya dan menatap wajah tampan suami mereka masing-masing sambil tersenyum bahagia.


"Sudah selesai makannya?" tanya mommy Karen.

__ADS_1


"Sudah," jawab Daddy David sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Papi, perut Mami mual," ucap Venisa tiba-tiba sambil berusaha bangun.


Daka dengan cepat mengambil botol infus kemudian menggendong Venisa ke arah kamar mandi.


Hoek Hoek Hoek


Perutnya yang tiba-tiba bergejolak membuat Venisa muntah dan mengeluarkan makanan yang baru saja di makan setelah beberapa saat Daka menggendong tubuh Venisa ala bridal style.


Daka berjalan ke arah ranjang kemudian meletakkan tubuh Venisa secara perlahan lalu meletakkan botol infus ke tempatnya. Baru saja selesai perut Daka tiba-tiba bergejolak membuat Daka membalikkan badannya dan berlari ke arah kamar mandi.


"Kalian berdua sehati ya?" tanya Mommy Karen ketika mendengar Daka muntah.


"Maksud Mommy?" tanya Venisa.

__ADS_1


__ADS_2