Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Hukuman 2


__ADS_3

"Tentu saja, karena gara - gara mereka sahabatku dan ke dua ponakan yang aku sayangi terluka padahal mereka bertiga sedang hamil besar," jawab Rey dengan mata berubah menjadi merah tanda jiwa psychophat yang sudah lama tidur kini bangun.


Orang tua Venisa dan Veni sangat terkejut dengan perubahan sepasang mata Rey membuat mereka sangat ketakutan sedangkan Rey mengeluarkan pisau lipatnya dari saku celana panjangnya.


"Aku sangat heran dengan kalian berdua padahal Venisa dan Veni adalah anak kandung kalian tapi kenapa hanya menyayangi Veni dibandingkan dengan Venisa," ucap Rey tidak habis pikir.


"Karena sejak kecil Veni sering sakit-sakitan sedangkan Venisa tidak karena itulah aku sangat menyayangi Veni dari pada Venisa," jawab Ibunya Venisa dan Veni.


"Tapi yang tidak habis aku pikir putrimu Veni sangat jahat dengan kakak kembarnya dengan cara menjebaknya padahal Venisa sering membantu Veni dan selalu melindungi adik kembarnya namun kalian sebagai orang tuanya selalu membela dan pilih kasih terhadap Veni," ucap Rey.


"Selain itu kalian bisa-bisanya meminta Venisa untuk bercerai dengan suaminya padahal jelas-jelas di sini yang salah adalah Veni tapi kalian seperti orang buta dan yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan," sambung Rey.


"Bukankah sebagai seorang Kakak seharusnya mengalah demi adiknya?" tanya ke dua orang tuanya Venisa dan Veni secara bersamaan tanpa punya rasa bersalah sedikitpun karena apa yang mereka lakukan adalah salah karena lebih menyayangi Veni dari pada Venisa.


"Mereka tidak akan sadar akan kesalahannya Rey karena dulu mereka sangat membenci kakaknya," ucap Daddy David yang sejak tadi diam.


"Maksudnya?" tanya Rey tidak mengerti.


"Dulu mereka sahabat baik dan masing-masing mempunyai seorang kakak dan kakak mereka sering menyiksa mereka tanpa sepengetahuan ke dua orang tuanya dan jika mereka mengadu ke Ibunya, Ibu nya tidak percaya dengan apa yang dikatakannya karena kakaknya selalu bersikap manis dengan ke dua orang tuanya dan adiknya." jawab Daddy David.

__ADS_1


"Hingga suatu ketika akhirnya mereka tidak tahan akan perlakuan kakaknya dan berencana kabur dari rumah setelah berhasil kabur beberapa hari kemudian mereka menikah," sambung Daddy David.


"Setahun kemudian mereka melahirkan bayi kembar dan karena kebencian pada kakak mereka membuat mereka melampiaskan ke Venisa karena Venisa anak pertama mereka. Benar bukan apa yang aku katakan?" tanya Daddy David.


"Benar karena itu lah kami sangat membenci putri sulung kami," jawab ke dua orang tua Venisa dan Veni bersamaan tanpa punya rasa bersalah sedikitpun karena membeda-bedakan ke dua anak kembarnya.


"Kalian," ucap Rey dengan nada kesal sambil berjalan ke arah Ibunya Venisa dan Veni.


sretttt


''Akhhhhh..." teriak Ibunya Venisa dan Veni ketika Rey menggores wajahnya dengan menggunakan pisau lipatnya.


"Mulutmu yang pedas kini tidak bisa lagi untuk memaki orang," sambung Rey.


Rey mencengkeram leher Ibunya Venisa dan Veni membuatnya membuka mulutnya dan hal itu tidak disia-siakan oleh Rey.


Sretttt


"Akhhhhhhhh..." teriak Ibunya Venisa dan Veni ketika lidahnya terpotong dan langsung putus.

__ADS_1


Ibunya Venisa dan Veni berteriak kesakitan sekaligus memaki tapi suaranya tidak terdengar membuat suaminya sangat marah.


"Cuih ...."


Rey mengusap wajahnya kemudian men lapnya ke pakaian Ibunya Venisa dan Veni lalu mengarahkan tangan kirinya ke leher pria tersebut membuat pria tersebut berusaha memberontak hingga akhirnya pria tersebut membuka mulutnya karena kekurangan pasokan oksigen.


Sretttt


"Akhhhhhhhh..." teriak Ayahnya Venisa dan Veni.


Tanpa membuang waktu Rey memotong lidahnya membuat pria tersebut berteriak kesakitan. Kini ke dua orang tua Ibunya Venisa dan Veni serta Veni hanya bisa mengutuk sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Jleb


Jleb


"Mpphhhtttt..."teriak Ayahnya Venisa dan Veni tidak jelas.


('Si*l, kalau tahu begini aku tidak akan melakukan ini,' ucap Ibunya Venisa dan Veni dalam hati).

__ADS_1


('Brengs*k ternyata besanku dan teman nya ternyata psycophath, kalau sudah tahu aku tidak akan mengusik putriku yang tidak berguna itu. Sudah ma ti tapi membuat kami bertiga tersiksa seperti ini,' ucap Ayahnya Venisa dan Veni dalam hati).


__ADS_2