
"Maksud Kak Daka?" tanya Venisa tidak mengerti.
"Jika kamu pergi dari kehidupan Kakak, bagaimana dengan nasib Kakak? Jujur Kakak tidak sanggup kehilanganmu," ucap Daka.
"Jika Kak Daka kehilanganku, Kak Daka banyak yang menghibur baik Mommy, Daddy dan adik-adik Kak Daka. Aku sangat yakin kalau Kak Daka dengan mudah bisa melupakan diriku sedangkan jika seandainya salah satu keluarga kak Daka pergi pasti semuanya sangat sedih dan terpukul berbeda dengan diriku hanya satu orang yang sedih yaitu suamiku. Karena itulah aku akan melakukan apapun agar Kak Daka, Mommy, Daddy, dan adik - adik ipar ku baik-baik saja walau nyawaku menjadi taruhannya," ucap Venisa sambil tersenyum.
"Kata siapa? Apakah kamu tahu ketika Mommy, kamu dan Dennisa tidak sadarkan diri akibat ulah ke dua orang tuamu membuat Daddy, Kakak, Dennis dan Dave marah. Kami semua sangat sayang padamu jadi jangan pernah berpikir kalau kamu tidak ada yang menyayangi dirimu," Ucap Daka.
"Ketika kamu terluka dan berada di ruang operasi, mataku tidak pernah lepas memandangi pintu ruang operasi sambil berdoa agar istri yang aku cintai dan ke dua anak kembar kita baik-baik saja. Seandainya bisa di tukar aku bersedia menggantikan dirimu di ruang operasi karena aku tidak sanggup kehilanganmu," ucap Daka dengan nada serius.
Grep
"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia bisa menikah dengan pria sebaik dirimu," ucap Venisa sambil menggenggam tangan Daka.
"Aku juga sangat bahagia bisa menikah dengan wanita sebaik dirimu," ucap Daka.
__ADS_1
"Oh ya Kak, apakah Kak Daka sudah ada nama untuk anak kita?" tanya Venisa mengalihkan pembicaraan.
"Sudah ada, bagaimana kalau Dave dan Davena?" tanya Daka.
"Kok namanya sama seperti Dave nama adikmu?" tanya Venisa.
"Memang benar tapi sebenarnya Dave itu di ambil dari namaku dan namamu. Daka namaku aku ambil Da dan Venisa namamu aku ambil Ve di gabung Dave sedangkan kalau Davena, Daka namaku aku ambil Da dan Venisa namamu aku ambil Vena di gabung Davena," jawab Daka menjelaskan.
"Apakah kamu suka?" tanya Daka.
"Syukurlah kalau kamu suka berarti nama ke dua anak kita Dave dan Davena," ucap Daka.
"Iya, aku sangat suka dengan nama ke dua anak kita," ucap Venisa.
"Ke dua anak kita kenapa betah banget tidur ya?" tanya Daka sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah pipi gembul milik Dave.
__ADS_1
"Sayang, jangan usil nanti kalau bangun nangisnya lebih kencang dan bisa membangunkan adik kembarnya," ucap Venisa.
"Tenang saja nanti aku yang gendong," jawab Daka dengan nada santai sambil memainkan pipi gembul putra pertamanya.
"Memang sayangku mau gendong ke duanya?" tanya Venisa.
"Mau saja, memangnya kenapa?" tanya Daka sambil tersenyum karena putra pertamanya mulai terusik tidurnya akibat ulah dirinya.
"Ya sudah kalau nanti ke dua anak kita menangis, Papi harus menggendong dan mendiamkan ke dua anak kita karena perut dan pinggang Mommy masih terasa sakit untuk digerakkan," ucap Venisa.
Venisa bukannya tidak mau mengurus ke dua anak kembarnya tapi mengingat dirinya habis operasi melahirkan dan pinggangnya terluka membuat Venisa sakit jika menggerakkan tubuhnya.
"Oooweeee ..."
Benar saja terdengar bayi Dave mulai terbangun dan mulai menangis dengan kencang.
__ADS_1