
"Sudah lahir Dad dan sekarang berada di kamar perawatan berbeda," jawab Dave.
"Kenapa tidak disatukan?" tanya Daddy David sambil berjalan bersama Rey dan Dave.
"Tidak bisa Dad, nanti yang ada ada acara konser," jawab Dave.
"Maksudnya?" tanya Daddy David tidak mengerti.
"Mommy melahirkan anak tiga, Kak Vanesa melahirkan anak dua dan kak Dennisa melahirkan anak dua total tujuh kalau semua anaknya menangis pasti mirip konser," jawab Dave.
"Pffftttt," tawa Daddy David dan Rey bersamaan.
Semua pengunjung rumah sakit yang melihat tawa Daddy David dan Rey langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke dua pria tampan tersebut. Daddy David, Rey dan Dave tidak memperdulikan tatapan lapar para gadis dan wanita karena pada dasarnya mereka sangat dingin terhadap lawan jenisnya.
Walau Dave belum menikah tapi hatinya belum terbuka untuk gadis ataupun wanita karena dirinya tidak ingin buru-buru untuk menikah.
"Sebelah kiri ruangan Kak Daka, ruangan Daddy tengah dan sebelah kanan ruangan kak Dennis," ucap Dave ketika berada di depan pintu.
"Tante Sandra ada di ruangan mana?" tanya Rey.
"Ada di tengah Paman," jawab Dave.
"Kalau begitu Paman mau ke ruang perawatan sebelah kiri dulu mau melihat ke dua cucuku dulu," ucap Rey yang sudah menganggap anak - anak Daddy David dengan Mommy Karen sebagai ponakannya.
__ADS_1
Di antara Daka, Dennisa dan Dave, Rey lebih menyayangi Daka karena sejak kecil hingga besar di rawat oleh Rey dan Sandra sedangkan Dennisa lebih sering tinggal dan dekat dengan Daddy Dennis ketika Daddy David dan Mommy Karen dinyatakan meninggal padahal masih hidup.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Daka dan Dennisa dapat di baca di novelku dengan judul : Salah Ranjang (Hot Daddy)
"Ok," jawab Daddy David dan Dave singkat.
"Kamu mau masuk ke ruang perawatan mana?" tanya Daddy David setelah melihat Rey masuk ke dalam ruang perawatan di mana ada Venisa, Daka dan ke dua anak kembar mereka.
"Ke kamar perawatan mommy mau melihat ke tiga adik kembarku setelah itu baru ke ruang perawatan kak Venisa dan kak Dennisa," jawab Dave menjelaskan.
Daddy David hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka masuk ke ruang perawatan yang berada di tengah di mana mommy Karen sedang mengobrol dengan Sandra.
Dave membuka pintu ruang perawatan dengan lebar kemudian Daddy David masuk ke dalam ruang perawatan diikuti oleh Daddy Dennis.
Daddy David dan Dave melihat Mommy Karen sedang menggendong dua bayi kanan dan kiri sedangkan Sandra menggendong satu bayi.
"Kenapa wajahnya ke tiga anak kalian mirip kak David lagi ya?" tanya Sandra usil.
"Itu tandanya istriku cinta ma ti sama suaminya," jawab Daddy David bangga sambil tersenyum bahagia menatap ke tiga bayinya secara bergantian.
__ADS_1
"Padahal cintaku sudah aku bagi - bagi tapi kenapa wajahnya masih mirip kak David,'' ucap Mommy Karen ikut usil.
"Mommy bagi ke siapa cintanya?" tanya Daddy David dengan wajah menahan amarahnya sekaligus cemburu dalam waktu waktu bersamaan.
Mommy Karen, Sandra dan Dave sangat terkejut dengan perubahan wajah seperti menahan amarah dan nada suaranya yang berbeda padahal awalnya Daddy David tersenyum.
Deg
Hal itu membuat jantung Mommy Karen berdetak kencang dirinya baru sadar kalau suaminya mudah cemburu walau sudah bertahun-tahun menikah tapi rasa cemburu Daddy David sangat besar dan tidak boleh di buat bercanda.
"Pertama di bagi buat Daddy lima puluh persen dan sisanya ke enam anak kita," jawab Mommy Karen.
"Bukan untuk pria lain?" tanya Daddy David sambil menatap mata istrinya.
"Daddy sayang, Mommy itu cinta ma ti sama Daddy. Di hati Mommy tertulis nama Daddy David jadi mana bisa ada nama pria lain," jawab Mommy Karen sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Maaf aku ingin keluar," ucap Sandra sambil meletakkan bayi Mommy Karen dengan Daddy David.
"Aku ikut Tante," sambung Dave.
"Ok," jawab Mommy Karen singkat sambil tersenyum.
Daddy David hanya diam sedangkan Sandra dan Dave pergi meninggalkan ruang perawatan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Daddy, masih tidak percaya dengan Mommy?" tanya Mommy Karen setelah melihat Sandra dan Dave pergi.
"Aku ikut Tante