
Hening
"Mami," panggil Rey ulang.
Daddy David dan Mommy Karen yang mendengar Rey memanggil nama istrinya langsung melihat mata Sandra tertutup rapat.
''Sandra pingsan,'' ucap mommy Karen.
"Apa?" tanya Rey terkejut.
Rey langsung mendorong perlahan tubuh istrinya dan memang benar Sandra pingsan membuat Rey menggendong istrinya ala bridal style untuk dibaringkan di ranjang khusus menunggu pasien sedangkan Daddy David menekan tombol yang berada di atas kepala istrinya.
"Sayang, ayo bangun," ucap Rey dengan wajah kuatir.
"Aku kan sudah bilang kalau aku sangat mencintaimu dan seandainya jika kamu tidak hamil lagi aku tidak masalah. Walau sebenarnya aku ingin kamu hamil dan mempunyai anak kembar tapi jika kamu tidak bisa aku tetap menerima apapun dirimu karena aku sangat sayang dan mencintaimu," ucap Rey sambil mengusap pipi istrinya dengan lembut.
Ceklek
Tidak berapa lama datang dokter dan perawat masuk ke ruang perawatan.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya dokter tersebut.
"Tolong cek kondisi istriku Dok, istriku pingsan," ucap Rey dengan wajah kuatir dan pandangan matanya selalu mengarah ke istrinya.
"Baik Tuan," jawab dokter tersebut.
Dokter itupun mulai memeriksa keadaan Sandra setelah dua belas menit diperiksa dokter tersebut tersenyum.
"Kenapa dokter tersenyum? Istriku baik-baik saja kan?" tanya Rey.
__ADS_1
"Nyonya baik-baik saja," jawab dokter tersebut.
"Eugghhhh,"
"Sayang, mana yang sakit?" tanya Rey ketika melihat istrinya melenguh bersamaan membuka matanya.
"Tidak ada yang sakit sayang, hanya perut Mommy tidak enak," jawab Sandra.
"Itu karena Nyonya sedang hamil," jawab dokter tersebut.
"Apa dok? Hamil?" tanya Rey dan Sandra bersamaan.
"Benar Tuan, Nyonya hamil dan untuk mengetahui usia janinnya silahkan di cek di dokter kandungan," jawab dokter tersebut.
"Baik Dok," jawab Sandra dan Rey bersamaan lagi.
"Terima kasih banyak Dok," jawab Sandra.
"Sama-sama Nyonya dan saya mengucapkan selamat atas kehamilan Nyonya," ucap dokter tersebut.
"Terima kasih banyak Dok," jawab Sandra.
"Sama-sama Nyonya," ucap dokter tersebut.
Dokter itupun pergi meninggalkan ruang perawatan bersama perawat sedangkan Sandra mengusap perutnya yang masih rata namun tiba-tiba wajahnya sedih dan Rey tahu kenapa istrinya sedih.
"Walau nanti anak kita tidak kembar, Papi tidak marah ataupun kecewa karena bagaimanapun dia adalah darah daging Papi dan Papi akan menyayangi dirinya seperti menyayangi Roy." ucap Rey sambil membelai pipi istrinya dengan lembut.
"Terima kasih sayang," ucap Sandra.
__ADS_1
Rey hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan Sandra pun membalas senyuman Rey.
"Kita periksa ke dokter kandungan yuk?" ajak Sandra sambil bangun dari ranjang dengan di bantu suaminya.
"Mami kuat berdiri? Kalau tidak kuat Papi akan mencari kursi roda," ucap Rey.
"Mami kuat kok," jawab Sandra.
"Baiklah kalau begitu kita ke ruang dokter kandungan," ucap Rey.
"Semoga anaknya kembar," ucap Daddy David.
"Amin," jawab Rey dan Sandra bersamaan.
"Kalau seandainya tidak kembar jangan kecewa kalian bikin lagi," ucap Daddy David.
Bugh
"Daddy," ucap Mommy Karen.
"Hehehehe.."
Rey dan Sandra hanya tersenyum kemudian mereka keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang dokter kandungan.
"Semoga saja anaknya kembar," ucap Mommy Karen penuh harap.
"Mudah-mudahan saja karena Rey sangat menginginkan anak kembar,'' ucap Daddy David.
"Oh ya Dad, bagaimana dengan ke dua orang tua Venisa?" tanya Mommy Karen yang sudah tahu pasti suaminya melakukan sesuatu ke mereka.
__ADS_1