Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Flash Back


__ADS_3

Pagi hari Mommy Karen sudah bangun dan sudah selesai mandi sedangkan suaminya masih tidur dengan pulas.


Mommy Karen berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai namun ketika berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaian Daddy David menarik tangan istrinya.


Bruk


Mommy Karen jatuh dan menimpa tubuh Daddy David membuat Daddy David memeluk tubuh mungil istrinya.


"Mau kemana?" tanya Daddy David dengan suara khas bangun tidur.


"Mau memakai pakaian," jawab Mommy Karen.


"Kenapa tidak di kamar?" tanya Daddy David.


"Kalau di kamar pasti Daddy mau makan Mommy lagi padahal semalam sudah," jawab Mommy Karen.


"Hehehehe... Habis enak Mom," jawab Daddy David.


"Mommy tahu, tapi saat ini jangan dulu ya Dad," pinta Mommy Karen untuk pertama kalinya selama mereka menikah menolak permintaan suaminya.


"Memangnya kenapa? Selama ini Mommy tidak pernah menolak permintaan Daddy kecuali karena mommy kedatangan tamu bulanan, kenapa sekarang menolaknya?" tanya Daddy David.


"Maaf Daddy, sekarang ini putra kita Daka dan Venisa berada di kamar hotel. Mommy tidak tahu apakah mereka baik - baik saja atau tidak jadi Mommy ingin meretas cctv kamar itu," ucap Mommy Karen menjelaskan.


"Mereka pasti baik - baik saja, apalagi Daddy masih bingung kenapa Mommy bisa meretas cctv kamar hotel? Karena setahu Daddy bukankah setiap kamar hotel tidak ada cctv?" tanya Daddy David penasaran.


"Sebenarnya Daka memasang cctv di tas dan anting milik Venisa sedangkan Daka putra kita Mommy memasangnya di dasi dan kemeja karena itulah Mommy bisa meretasnya milik Venisa dan juga bisa melihat apa yang dilakukan putra kita," jawab Mommy Karen.


"Istriku memang sangat pintar," puji Daddy David sambil menarik perlahan hidung istrinya.


"Iya dong, sekarang suamiku mandi dan bersiap-siap jika ada apa-apa kita tinggal pergi," ucap Mommy Karen sambil menarik handuknya dan memakai pakaian di depan suaminya.


"Satu ronde ya?" pinta suaminya.


"Maaf sayang, lebih baik suamiku yang sangat tampan mandi nanti malam Mommy kasih double," ucap Mommy Karen merayu suaminya.

__ADS_1


"Janji ya," ucap Daddy David.


"Iya Mommy janji," jawab Mommy Karen.


Daddy David tersenyum kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan Mommy Karen sudah selesai berpakaian.


Mommy Karen menyisir rambutnya yang panjang kemudian mengikatnya berbentuk konde hingga menampilkan leher mulus Mommy Karen.


Mommy Karen berjalan ke arah meja dekat sofa untuk mengambil laptopnya kemudian berjalan ke arah ranjang untuk duduk di sisi ranjang.


Mommy Karen menyalakan laptopnya sambil menunggu menyala Mommy Karen turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil satu stell pakaian untuk suaminya dan diletakkan di ranjang.


Mommy Karen kembali duduk di sisi ranjang kemudian jari jemarinya yang lentik mengotak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Apakah mereka ada masalah?" tanya Daddy David sambil berjalan ke arah Mommy Karen.


"Saat ini belum," jawab Mommy Karen sambil menatap ke arah laptop.


Daddy David kini tepat di samping ranjang istrinya dan mengambil pakaian bersamaan terdengar suara merdu dari mulut Daka dan Venisa membuat Mommy Karen memiringkan laptopnya agar suaminya tidak melihat tubuh polos menantunya.


"Nanti malam double 3," bujuk Mommy Karen sambil mengurangi suaranya agar tidak terdengar suara merdu mereka.


"Benar ya mom," ucap Daddy David sambil memakai pakaian di depan istrinya.


"Iya benar," jawab Mommy Karen pasrah.


("Ledes - ledes deh punyaku," keluh Mommy Karen dalam hati).


("Demi kalian Mommy terpaksa berkorban walau sebenarnya enak tapi kalau kebanyakan punyaku pasti perih banget," keluh Mommy Karen sambil memijat keningnya yang tidak pusing).


"Mommy kenapa pusing? Pengen ya? Ya sudah sekarang bayar satu dulu nanti sisanya malam," ucap Daddy David.


"Mommy tidak pusing itu," jawab Mommy Karen.


"Terus, pusing kenapa?" tanya Daddy David.

__ADS_1


"Pusing mikirin Daddy," jawab Mommy Karen asal.


"Kenapa pusing mikirin Daddy?" tanya Daddy David dengan bingung.


"Daddy sudah tua, sudah punya cucu masih saja suka gituan," ucap Mommy Karen.


"Memangnya Mommy tidak suka?" tanya daddy David dengan nada berbeda.


"Suka sih tapi ... ( menjeda kalimatnya ) ... Daddy sepertinya Venisa pingsan," ucap Mommy Karen.


"Memang menantu kita kenapa?" tanya Daddy David.


"Tidak tahu setelah mereka melakukan hubungan suami istri dan saling memeluk tiba - tiba Daka menggoyangkan tubuh Venisa dan sepertinya tidak sadarkan diri." ucap mommy Karen sambil mengotak-atik laptopnya.


"Dari dua sela pahanya mengeluarkan darah segar kemungkinan Venisa hamil, kita pergi sekarang ke hotel Dad," ajak Mommy Karen sambil membawa laptopnya.


"Ayo Mom," jawab Daddy David.


Mereka pun pergi meninggalkan kamar mereka menuju ke garasi mobil. Daddy David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke hotel sedangkan Mommy Karen masih menatap laptop tersebut hingga Mommy Karen melihat kedatangan dokter dan mulai memeriksa Venisa.


"Sudah datang dokter Dad, tapi kita tetap ke hotel," ucap mommy Karen.


"Ok," jawab Daddy David.


Mommy Karen melihat Daka sedang menggendong istrinya meninggalkan dokter tersebut dan dokter tersebut berbicara sendiri karena penasaran Mommy Karen memperbesar volume suara dokter tersebut bersamaan mereka sudah sampai di hotel.


"Kurang aj*r dokter itu," ucap Mommy Karen dengan kesal sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi yang setia.


Orang tua Daka dan Daka mempunyai dokter pribadi yang berbeda hanya saja dokter pribadi milik daddy David terjamin setia dan tidak akan mengkhianatinya berbeda dengan dokter pribadi milik Daka karena pada dasarnya dokter tersebut memang menyukai Daka.


"Mommy ingin memberikan pelajaran untuk dokter itu," sambung mommy Karen sambil turun dari mobil dan berjalan keluar menuju ke arah lift.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karyaku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2