
"Setelah dirimu muntah terus menyusul Daka, berarti kalian sehati," jawab Mommy Karen sambil tersenyum bahagia.
Venisa hanya tersenyum mendengarnya begitu pula dengan Mommy Karen.
"Untung Daddy tidak muntah seperti Daka," celetuk Daddy David.
"Jangan begitu Dad," ucap mommy Karen.
Selesai Mommy Karen mengatakan hal itu tiba-tiba perut Daddy terasa mual membuat Daddy David berlari ke arah kamar mandi membuat Mommy Karen dan Venisa tersenyum.
"Tuh kan baru juga di omongin," ucap Mommy Karen.
"Pffftttt hahahaha... " tawa Mommy Karen dan Venisa serempak.
("Baru kali ini aku tertawa bebas terima kasih Mommy, Daddy dan suamiku kak Daka aku sangat mencintai kalian dan aku berjanji akan melindungi kalian semua walau nyawaku menjadi taruhan," ucap Venisa dalam hati.
("Aku sangat bahagia melihat menantuku tersenyum. Tersenyum lah menantuku karena kamu berhak untuk bahagia," ucap Mommy Karen dalam hati).
"Celaka, perut Mommy mual," ucap Mommy Karen sambil turun dari ranjang.
"Biar Daka mengambil botol infusnya Mom," ucap Daka yang sudah selesai dari kamar mandi bersamaan Daddy David juga keluar dari kamar mandi.
Mommy Karen menganggukkan kepalanya kemudian Daka mengambil botol infus milik Mommy Karen. Mommy Karen berjalan bersama Daka bersamaan Daddy David sudah selesai dari kamar mandi.
"Biar Daddy yang memegang botol infusnya," ucap Daddy David.
"Baik Dad," jawab Dak sambil memberikan botol infus ke daddy David.
"Kenapa kita bisa sama-sama mual ya?" tanya Venisa ketika suaminya kembali duduk dekat ranjang Venisa.
__ADS_1
"Seperti yang tadi Mommy katakan kalau kita berempat adalah sehati," jawab Daka.
Venisa hanya tersenyum begitu pula dengan Daka hingga tidak berapa lama pintu ruang perawatan terbuka membuat Daka dan Venisa menatap ke arah pintu.
"Paman Rey dan Tante Sandra," panggil Daka sambil tersenyum.
"Maaf Paman dan Tante baru datang sekarang, bagaimana keadaan Venisa?" tanya Rey.
"Tidak apa-apa Paman, Tante," jawab Daka.
"Baik Paman," sambung Venisa.
"Apakah keponakanku yang sangat cantik ini sedang hamil?" tanya Sandra asal tebak.
"Benar Tante," jawab Venisa sambil tersenyum dan membelai perutnya yang masih rata.
"Selamat ya Sayang," ucap Sandra.
"Bayinya kembar?" tanya Sandra.
"Kembar dua Tante," jawab Venisa.
"Akhhhhh... Jadi pengen hamil lagi," ucap Sandra.
"Kita bikin lagi sayang," ucap Rey.
Bugh
"Sayang, malu," ucap Sandra sambil memukul bahu suaminya.
__ADS_1
Rey hanya tersenyum menatap wajah cantik istrinya sedangkan Venisa dalam hatinya sangat bersyukur karena kini dirinya dikelilingi oleh orang - orang yang tulus menyayangi dirinya.
Rey dan Sandra melihat Mommy Karen sedang di gendong oleh Daddy David membuat mereka menatapnya dengan tatapan bingung.
"Yang hamil menantu kalian kenapa Kak Karen juga berbaring di ranjang? Memang kak Karen sakit apa?" tanya Rey kepo.
"Istriku tidak sakit tapi hamil," jawab Daddy David.
"What? Serius?" tanya Rey dan Sandra serempak yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Serius, sebentar lagi kami akan mempunyai anak lagi dan tidak tanggung - tanggung kembar tiga,'' ucap Daddy David bangga.
"Akhhhhhhhh... Aku jadi pengen hamil lagi, ayo sayang kita pulang saja," ajak Sandra.
"Ayo sayang," jawab Rey yang tidak pernah menolak melakukan yang enak-enak.
" Mau ngapain pulang? Baru juga datang," ucap Mommy Karen dengan wajah bingung.
"Mau bikin anak lagi," jawab Sandra dan Rey serempak.
"Pffftttt hahahaha... " tawa mereka serempak kembali.
Sandra dan Rey ikut tertawa bersama setelah beberapa saat mereka saling diam untuk beberapa saat.
"Oh ya kak David ada yang ingin aku katakan padamu," ucap Rey dengan wajah serius.
"Ok, kita keluar dari ruangan ini," jawab Daddy David yang mengerti arti tatapan Rey.
"Daka, kamu juga ikut," ucap Rey.
__ADS_1
"Baik Paman," jawab Daka patuh.
Ke tiga pria tampan itupun pergi meninggalkan ruang perawatan namun sebelumnya berpamitan dengan istri mereka masing-masing.