Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Jiwa Yang Sudah Lama Mati 2


__ADS_3

Di tempat yang berbeda tepatnya di dalam mobil di mana Daka sedang mengotak atik laptopnya hingga dirinya berhasil meretas cctv mall.


"Dave, putar balik menuju ke mall karena kita tidak jadi ke rumah sakit," perintah Daka.


"Baik Kak," jawab Dave tanpa banyak protes dan langsung memutar arah.


"Kenapa kita tidak ke rumah sakit?" tanya Daddy David.


"Mommy, istriku dan Dennisa masih di mall dan mereka ..." ucap Daka menggantungkan kalimatnya sambil memperlihatkan laptopnya.


Daddy David, Daddy Dennis dan Dave yang melirik sekilas menahan amarahnya karena melihat Mommy Karen, Dennisa dan Venisa mengeluarkan darah segar dari sela - sela kedua pahanya.


Dave menambahkan kecepatan tanpa memperdulikan suara klakson yang saling bersahutan karena Dave mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"Dennis, hubungi anak buah mafia mu untuk menembak semua orang yang ada di mall di mana mereka hanya melihat kejadian tersebut tanpa melakukan apa-apa malah mereka mengabadikan kejadian itu,'' perintah Daddy David.


Jiwa yang sudah lama mati di mana jiwa psychophat milik Daddy David yang sudah lama terkubur kini bangun lagi karena melihat ke tiga wanita yang sangat disayanginya terluka.


"Baik Dad," jawab Daddy Dennis sambil mengirim pesan ke orang kepercayaannya.


"Daka, pesan dua mobil lagi karena tidak mungkin kita membawa Mommy, Dennisa dan Venisa dengan satu mobil," perintah Daddy David.

__ADS_1


"Baik Dad," jawab Daka patuh sambil mengirim pesan ke dua bodyguard yang merangkap sebagai sopir.


Daddy Dennis langsung menghubungi anak buahnya untuk melakukan tugas sesuai perintah Daddy David. Daddy Dennis yang juga sudah lama tidak mem bu nuh orang yang tidak bersalah kini melakukan kembali karena melihat istri yang dicintainya, sahabat sekaligus Ibu mertua nya yang bernama Mommy Karen dan kakak iparnya terluka membuat perasaan empatinya hilang.


Daddy David menghubungi anak buahnya untuk membantu bodyguard milik putranya untuk di bawa ke rumah sakit akibat luka tembak sedangkan Daka meretas jalan raya untuk mengetahui keberadaan orang tua Venisa untuk membuat perhitungan.


Tidak berapa lama ponsel milik Daddy David berdering ketika Daddy David sudah selesai menghubungi bodyguardnya membuat Daddy David melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"Rey," ucap Daddy David sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


('Ada apa Rey?' tanya Daddy David tanpa basa basi dengan suara yang berbeda tidak seperti biasanya).


('Istriku merasakan ada sesuatu yang terjadi, apakah kak David dan keluarga baik-baik saja? Soalnya suara Kak David berbeda seperti biasanya,' ucap Rey).


('Iya benar, Istriku, Venisa dan Dennisa berada di mall. Mereka tidak sadarkan diri dan kami dalam perjalanan menuju ke arah sana,' jawab Daddy David).


('Apa? baik kami akan ke sana,' ucap Rey dengan wajah terkejut).


('Datang lah ke rumah sakit karena sebentar lagi kami sampai di tempat tujuan,' ucap Daddy David).


('Baik, aku akan ke sana,' ucap Rey).

__ADS_1


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Daddy David. Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di mall, ke empat pria tampan turun dari mobil dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke lokasi kejadian bersamaan kedatangan dua belas mobil hitam.


Daddy David, Daka, Daddy Dennis dan Dave melihat orang masih berkerumun sambil merekam video dan ada juga yang memfoto ke tiga wanita yang masih tidak sadarkan diri membuat darah ke empat pria tampan itu mendidih.


"Tembak mereka semua!!" perintah Daddy David dengan mata berubah menjadi merah tanda jiwa psychophat nya sudah bangun.


"Baik tuan," jawab mereka serempak.


Selesai bicara Daddy David berjalan ke arah mommy Karen yang wajahnya mulai memucat membuat Daddy David menggendong istrinya begitu pula dengan Daddy Dennis dan Daka masing-masing menggendong istrinya sedangkan Dave berjalan mendahului mereka menuju ke arah mobil untuk membuka pintu mobil.


Daddy David, Daddy Dennis dan Daka masing-masing masuk ke dalam mobil yang berbeda di mana ke tiga bodyguard yang merangkap sebagai sopir sudah menunggu mereka karena tadi di hubungi oleh Daka.


Suara tembakan saling bersahutan bersamaan suara teriakan kematian saling bersahutan ketika peluru menembus kening mereka masing-masing membuat para pengunjung yang masih hidup berlarian melarikan diri tapi sia-sia saja karena anak buah Daddy Dennis sangat banyak.


Hal itu membuat mereka sangat menyesal karena telah melakukan tindakan bod*h merekam dan memfoto kejadian tersebut tanpa memperdulikan nyawa ke tiga wanita itu namun sayang sudah terlambat.


Rombongan mobil dari arah depan untuk memberikan jalan agar Daddy David, Daddy Dennis dan Daka bisa melajukan mobilnya tanpa ada kendala macet agar cepat sampai di rumah sakit dan dibelakangnya diikuti oleh mobil yang dikendarai oleh para bodyguard nya.


Di tempat yang berbeda sepasang suami istri, Veni yang berbaring di ranjang dan anak buah sepasang suami istri merayakan keberhasilan nya melukai Mommy Karen, Venisa dan Dennisa.

__ADS_1


"Mommy harap mereka ma ti agar para pria sedih karena setelah itu kita bersiap untuk merebut harta mereka dengan cara menyerang mansion mereka," ucap Ibunya Veni dan Venisa sambil tersenyum devil.


__ADS_2