
"Iya Kak," jawab Dave sambil menggeliatkan tubuhnya.
"Kalau masih mengantuk tidurlah di ranjang," ucap Daka.
"Tidak Kak, Dave ingin cuci muka biar segar," ucap Dave.
"Ok," jawab Daka singkat sambil berusaha bangun namun tiba-tiba tangannya kram membuat Daka meringis.
"Ada apa Kak?" tanya Dave.
"Tolong bantu Kakak angkat Dave," pinta Daka.
"Maksud Kakak?" tanya Dave dengan wajah bingung.
"Hehehehe.. kakak sampai lupa nama anak kami yang pertama Dave dan yang ke dua Davena," ucap Daka sambil menunjuk ke dua anak kembarnya dengan menggunakan dagunya.
"Kenapa namanya sama seperti namaku?" tanya Dave sambil menggendong Dave kecil.
"Dave itu singkatan dari Daka dan Venisa," jawab Daka menjelaskan sambil bangun dari ranjang.
Dave hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daka turun dari ranjang sambil menggendong Davena.
"Tangan kak Daka kram?" tanya Venisa yang melihat Daka memijat tangannya.
"Sedikit," jawab Daka sambil tersenyum.
"Maaf ya Kak," ucap Venisa merasa tidak enak hati.
"Kenapa minta maaf? Tidak apa-apa kok," ucap Daka sambil mengusap rambut Venisa dengan lembut.
"Dave, biar Kakak yang menggendong Dave kecil," ucap Venisa sambil tersenyum karena nama anak mereka sama dengan Dave adik iparnya.
"Ini Kak, kebetulan aku mau cuci muka," ucap Dave sambil meletakkan Dave di sebelah Venisa.
Venisa hanya menganggukkan kepalanya kemudian Dave berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Daka meletakkan Davena di sebelah Venisa.
"Ke dua anak kita sepertinya sayang banget dengan kita ya," ucap Daka.
"Iya benar terlebih sama Papinya sayang banget," ucap Venisa yang melihat ke dua anaknya sedang menatap Daka.
"Aku tidak menyangka kalau aku sudah menjadi seorang Papi," ucap Daka sambil membelai pipi gembul Dave.
"Begitu pula aku, aku sangat bahagia sekali bisa menikah dengan Kak Daka, mempunyai ke dua mertua yang sangat baik, mempunyai anak kembar dan adik - adik ipar yang sangat sayang padaku. Aku seperti mendapatkan harta yang sangat banyak sekali,'' ucap Venisa sambil tersenyum bahagia.
"Aku dan semuanya kamu anggap sebagai harta yang sangat banyak sekali?" tanya ulang Daka.
"Ya benar, harta yang sangat berharga dan tidak bisa di tukar dengan apa pun juga Papi, anak-anak, mommy, Daddy dan adik-adik ipar ku adalah hartaku yang sangat berharga dan aku akan bersedia melakukan apa saja demi harta berhargaku termasuk mengobarkan nyawaku." ucap Venisa.
"Jangan bicara seperti itu karena Papi tidak bisa hidup tanpa Mami," ucap Daka.
"Oooweeee..."
"Oooweeee..."
"Tuh, anak - anak kita ikut protes," ucap Daka.
Venisa tersenyum dan Daka membalas senyuman Venisa kemudian Daka memberikan dot yang berisi susu formula karena ASI-nya keluar sedikit untuk Dave dan Davena.
Ceklek
Dave keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang di mana Daka sedang berdiri di samping Venisa. Tiba-tiba ponsel milik Dave berdering membuat Daka memalingkan wajahnya ke arah Dave.
"Dave ada telepon masuk, tolong pegangin dot nya," pinta Daka.
"Baik Kak," jawab Dave.
Dave memegangi dot nya yang di pegang oleh Daka sedangkan Daka keluar dari kamar perawatan untuk mengangkat telepon.
("Ada apa?" tanya Daka).
__ADS_1
("Maaf Tuan, saya memberitahukan kalau orang tua Venisa dan nona Veni baru saja menghembuskan nafas terakhirnya," lapor anak buahnya).
("Baguslah, buang mereka di kandang buaya dan singa 🦁," perintah Daka).
("Baik tuan," jawab anak buahnya patuh).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Daka kemudian Daka menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya. Daka melihat Rey dan Sandra sedang berjalan ke arah dirinya.
"Paman Rey dan Tante Sandra habis dari mana?" tanya Daka.
"Dari dokter kandungan," jawab Rey sambil tersenyum bahagia begitu pula dengan Sandra.
"Tante Sandra hamil? Senangnya sebentar lagi punya ponakan. Selamat ya Paman dan Tante," ucap Daka sambil ikut tersenyum bahagia.
"Terima kasih Daka, Paman sangat senang karena keinginan Paman terwujud mempunyai anak kembar," ucap Rey.
"Kembar? Kembar berapa Paman?" tanya Daka kepo.
"Kembar Lima," jawab Rey.
"Apa lima? Waduh senang banget kembar lima," ucap Daka.
"Iya Paman saja tidak menyangka kalau Paman akan mempunyai anak kembar lima," ucap Rey.
"Aku saja kaget Paman, sekaligus lima," ucap Daka.
Ceklek
"Apanya yang lima?" tanya Daddy David.
Daddy David membuka pintu kamar perawatan untuk melihat keadaan para cucunya baik dari Venisa maupun Dennisa bersamaan dirinya mendengar ucapan lima.
"Itu Dad, Tante Sandra hamil kembar lima," jawab Daka.
"Daddy tahu kalau Sandra hamil, terus apanya yang lima?" tanya Daddy David yang belum menyambung maklum dirinya habis bangun tidur dan istrinya memintanya untuk melihat keadaan Dennisa dan Venisa serta para cucunya.
"Iya benar," jawab Sandra.
"Wah senang banget," ucap Daddy David.
"Iya senangnya hamil anak kembar," ucap Sandra.
"Apalagi aku," ucap Rey.
"Oh ya Sandra, kamu di cari istriku," ucap Daddy David.
"Baik," jawab Sandra sambil masuk ke dalam kamar Mommy Karen.
"Kebetulan tinggal kita bertiga karena ada yang ingin Daka katakan," ucap Daka.
"Katakan apa Daka?" tanya Daddy David dan Rey secara bersamaan.
"Daka mendapatkan kabar dari anak buah Daka kalau orang tua Venisa dan nona Veni baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Daka meminta mereka untuk di buang ke kandang buaya dan singa ," ucap Daka.
"Syukurlah akhirnya mereka meninggal," ucap Daddy David dan Rey bersamaan.
"Benar kata Daddy dan Paman karena sekarang musuh Venisa sudah tidak ada lagi," ucap Daka.
"Kalau Venisa bertanya bilang saja tidak tahu, bukannya Daddy mengajarkan berbohong tapi Venisa pasti sedih kehilangan ke dua orang tuanya dan juga adik kembarnya," ucap Daddy David.
"Selain itu bisa saja Venisa dendam dan ingin membalaskan ke kita," sambung Rey.
"Venisa tidak mungkin seperti itu dan seandainya sampai dendam maka Daka orang yang pertama menghukumnya," ucap Daka yang lebih mencintai ke dua orang tuanya, adik-adiknya dan juga ke dua keluarga sahabat Daddy David.
"Daddy percaya padamu dan sekarang kita masuk ke dalam kamar perawatan masing-masing," ucap Daddy David.
"Aku akan mengantar istriku pulang karena istriku lagi hamil," ucap Rey.
__ADS_1
"Ok," jawab David yang mengerti kalau orang hamil tidak boleh cape.
Mereka masuk ke dalam kamar perawatan masing-masing untuk bertemu dengan pasangan masing-masing.
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini Daddy David, Mommy Karen bersama ke tiga anak kembarnya, Daka bersama istri dan ke dua anak kembarnya begitu pula dengan Daddy Dennis bersama istri dan ke dua anak kembarnya pulang ke mansion milik Daddy David.
Daka, Venisa, Daddy Dennis dan Dennisa belajar mengurus bayi mereka di bawah bimbingan Mommy Karen. Maklumlah mereka baru mempunyai anak sehingga mereka perlu belajar.
''Selesai mandi terus di lap tubuhnya dengan handuk kering kemudian dipakaikan pampers, di kasih pewangi rambut dan pijat tubuhnya biar pegal-pegalnya hilang,'' ucap Mommy Karen mengajari putrinya dan menantunya.
"Baik Mom," jawab Venisa dan Dennisa bersamaan.
Setelah sepuluh menit mereka sudah selesai memakaikan pakaian bayi kemudian mereka masing-masing masuk ke dalam kamar mereka.
"Kak Daka," panggil Venisa.
"Ya," jawab Daka singkat.
"Apakah keluargaku sudah meninggal?" tanya Venisa ketika mereka sudah sampai di kamar mereka.
"Maksudnya?" tanya Daka pura-pura tidak tahu.
"Beberapa hari ini aku bermimpi kalau keluarga ku sangat tersiksa dan meminta maaf padaku. Jadi aku merasa kalau ke dua orang tuaku dan adik kembarku telah di bunuh," ucap Venisa.
"Memang benar, apakah kamu akan balas dendam pada keluargaku?" tanya Daka tanpa basa basi.
Sebenarnya Daka enggan mengatakan hal itu tapi mengingat sepandai-pandainya tupai 🐿️ melompat akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandainya kita menyembunyikan bangkai pasti akan ketahuan karena itulah Daka mengakuinya.
Venisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian tersenyum menatap ke arah Daka.
"Seperti yang aku katakan kalau aku lebih memilih keluargamu jadi bagaimana mungkin aku membalas dendam. Bukannya aku anak yang tidak tahu membalas budi orang tua tetapi keluargaku tidak pernah menganggap diriku ada. Mungkin itu sudah takdir kalau keluargaku meninggal dan menyisakan aku saja," ucap Venisa.
"Selain itu dengan apa yang dilakukan oleh orang tuaku membuatku belajar untuk lebih adil terhadap ke dua anak kembar kita dan tidak boleh membeda-bedakan karena aku tahu rasanya,'' sambung Venisa.
Grep
"Terima kasih karena kamu tidak dendam pada keluargaku," ucap Daka.
"Tentu saja tidak, hanya wanita bodoh yang membalaskan dendam karena keluargamu sangat baik padaku," jawab Venisa.
Daka hanya tersenyum membuat Venisa ikut membalas senyuman Daka. Daka dan Venisa hidup bahagia dan semakin bertambah romantis, tidak ada lagi musuh dan keluarga Venisa yang mengusik kehidupan sepasang suami istri karena semuanya sudah mendapatkan karmanya masing-masing.
Tamat
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.
Inti dari cerita ini adalah : Jangan suka membanding-bandingkan anak karena jika kita diperlakukan seperti itu pasti marah, kesal, kecewa dan benci.
Anak - anak dilahirkan secara istimewa, jangan sekali-kali memarahi mereka ataupun membandingkannya. Contoh : Kenapa sih kamu begitu bodoh sedangkan adikmu sangat pintar? Atau sebaliknya.
Anak akan menjadi sedih dan bisa saja dendam terhadap ke dua orang tuanya atau terhadap saudaranya.
Selain itu juga jangan pernah kita merasa sombong dengan orang lain, contoh : Anakku sangat pintar, nilainya selalu 💯 , anakmu sangat bodoh masa ngerjain seperti itu tidak bisa dan lain sebagainya.
Kita tidak pernah tahu akan masa depan dan bisa saja setelah lulus sekolah justru anak yang dulu dikatakan bodoh menjadi orang hebat sedangkan orang yang dianggap pintar dan sombong justru mencari pekerjaan sangat sulit dan akhirnya menganggur.
Contoh sangat banyak, author ambil dari salah satu teman suamiku. Temannya selalu juara kelas baik sekolah maupun waktu kuliah tapi ketika sudah lulus kuliah tidak tahu kenapa mencari pekerjaan sangat sulit sedangkan temannya yang nilainya pas-pasan mendapatkan pekerjaan bagus dengan gaji yang tinggi.
Jadi intinya kita tidak pernah tahu akan masa depan kita, jadi jangan pernah menghina ataupun membanding-bandingkan.
Maaf kalau ada kata yang salah ataupun tidak ada yang berkenan. Terima kasih banyak.
Salam Author,
__ADS_1
Yayuk Triatmaja