Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

Lyly yang harus ikuti kemauan Karen sedikit bingung saat melihat wajah Karen yang sangat serius dan seolah ingin menghajar seseorang.


"Karen,kamu mau bawa aku kemana lagi sekarang.Semuanya sudah jelas Karen.Sebaiknya kamu kembali kepesta mu,kasihan para tamu undangan kamu tinggalin gitu aja," ujar Lyly membuka suara ingin menelisik isi pikiran Karen saat itu.


"Kamu diam saja disitu.Tak usah mencoba mengajari ku."


Dengan ketus Karen menjawab Lyly dan hal itu membuat Lyly menjadi sedikit was-was.Ia takut kalau-kalau Karen nekat melakukan sesuatu padanya.Dan saat itu Lyly menchat Hardi dan mencoba menghubunginya juga.Namun Hardi tak juga merespon panggilan maupun chatnya.


"Karen,aku tahu kamu marah atas jawaban ku.Tapi gak gini caranya Karen.Ayolah kita kan bisa berteman baik."


"Diamlah,aku tak ingin mendengar apapun dari mu saat ini."


"Kamu kenapa jadi gini.Kan aku sudah bicara baik-baik.Dan lagian kamu yang melakukan tindakan yang tidak masuk akal.Buat apa kamu melamar ku diacara seperti itu.Kita kan gak pernah memiliki hubungan yang menuntun kita kearah pernikahan.Lalu buat apa kamu marah.Ini terjadi karena ulah mu sendiri!"


"Kamu mau memprovokasi aku,haaa? Saat ini aku tak ingin mendengar apapun.Jadi kamu diam dan duduk saja.Jangan sampai aku berbuat yang lebih tak masuk akal lagi sama mu.Paham!"


Mendengar hal itu dan melihat tatapan mata Karen yang penuh amarah.Membuat Lyly menjadi gugup.Ia mulai merasa takut akan tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan Karen padanya.Lalu Lyly hanya bisa diam dan mencoba tetap tenang menghadapi situasi saat itu.


"Baiklah.Aku akan diam.Okey!"


Dilain sisi Roni dan Hardi berada dicafe.Mereka berdua tampak sedang berbincang dengan serius.


"Jadi bagaimana Ron.Apa kamu tetap akan biarkan Lyly jadi milik orang lain?"


"Jika aku masih diberi kesempatan,aku gak akan mau melepaskan dia Har.Tapi kamu tahu sendiri Lyly gak mau ketemu aku lagi bahkan untuk bicara pun tidak Har."


"Maka dari itu Ron,kamu harus buktikan kalau kau benar-benar hanya mencintai dia seorang dan tak ingin kehilangannya.Kejar dia dan luluhkan hatinya kembali sebagaimana waktu di SMA dulu."


"Kamu benar Har,perjuangan ku dulu untuk mendapatkan cintanya sampai mempertaruhkan nyawa.Dan kini aku gak mungkin mau membiarkan orang lain yang memilikinya.Bagaimana jika kita kejar mereka Har? Apa kamu bisa ketahui mereka pergi kemana biar kita susul mereka Har!"


"Aku tak dekat dengan Karen,Ron.Tapi kita bisa tanya teman-temannya Karen.Kebetulan aku ada simpan beberapa nomor temannya."


"Ide bagus tu Har."


"Baiklah,aku coba hubungi dulu."


Sembari menunggu Hardi menghubungi teman-teman Karen.Roni terlihat sedang merencanakan sesuatu untuk bisa kembali bersama Lyly.Dan ia juga terlihat menghubungi seseorang.


"Bagaimana Har?" tanya Roni saat melihat Hardi selesai bertelepon.


"Kacau Ron.Katanya Karen membawa Lyly kepuncak dan disana Karen adain pesta pembukaan perusahaannya.Dan jangan kaget,dia juga melamar Lyly disana?"


"What? Dia melamar Lyly? Gila,habis sudah aku.Bagaimana ini Har.Aku kalah selangkah dari tuh cowok."


"Tenang Ron,aku masih belum selesai."


"Iya.Apa? Apa Har? Ayo bilang apa lagi?"


"Katanya lamarannya ditolak dan Lyly dibawa pergi sama Karen ditengah-tengah acara.Acara itu bubar begitu saja tanpa tuan rumah."


"Hah? Bukankah itu gawat Har,gimana kalau si Karen Karen atau apalah namanya itu, mencoba menyakiti Lyly karena hal itu.Ini berbahaya Har,kita harus temui mereka.Sebelum terjadi sesuatu pada Lyly."


"Iya juga ya,secara Karen kan sudah lama menunggu jawaban Lyly dan dia justru mendapat malu karena lamarannya ditolak.Ah...kacau ini.Ayo kita cari mereka Ron."


"Iya. Ayo."


Keduanya bergegas dan segera masuk kemobil.Dimobil Roni yang menyetir masih bingung harus kemana.Sebab ia tak bisa menebak kemana Karen membawa Lyly.


"Ron,Ron..."


"Hmm...apa?"


"Ini Lyly ngechat aku dari tadi dan hubungi aku juga.Aduh...kenapa aku gak sadar dia menghubungi ku ya.Ah...Hardi bego,bego!"


"Jangan gitu Har.Ayo baca saja apa chatnya."


"Dia bilang dia dibawa sama Karen dan gak tahu mau kemana,Karen gak mau kasih tahu mereka mau pergi kemana.Dia juga bilang,tolong bilang sama Ibu ku kalau aku baik-baik saja.Tolong ya Har?"


"Haa...dia ngechat kayak gitu Har.Sepertinya dia ketakutan dan berpesan agar Ibunya jangan cemas jika dia tak pulang kerumah nanti.Ah...gak bisa dibiarin ini,kita harus cepat temukan mereka!"


"Kamu benar Ron."


"Eh Ron,ini ada chat dia lagi baru masuk."

__ADS_1


"Apa isinya?"


"Dia bilang dia dirumah sekarang.Karen membawanya pulang."


"Hah...itu artinya tu cowok bukan cowok gampangan ya.Dia bertanggung jawab juga ternyata."


"Kok kamu malah puji dia.Dia itu sainganmu.Sudah ah,kita harus kesana,aku ingin tahu ceritanya."


"Ok.ok!"


Dengan kecepatan tinggi Roni memburu agar cepat sampai kerumah Lyly.Dan memang dalam waktu cepat mereka tiba dirumah Lyly dan segera menemui Lyly didalam rumah saat Ibunya Lyly memberi izin mereka untuk masuk.


"Lyly...Lyly...kamu gak apa-apa kan?" tanya Roni sembari matanya melihat tubuh Lyly dari bawah hingga kepala.


"Hoi...kamu apa-apaan bicara seperti itu.Kamu pikir aku akan berbuat yang aneh-aneh padanya.Hah?" ujar Karen kesal melihat Roni saat itu.


"Kali aja iya,kan kamu habis ditolak sama dia."


"Kurang ajar....Maksud kau apa bilang kek gitu.Aku ditolak bukan berarti aku akan bertindak cemen kayak kau.Tahunya cuma ninggalin tanpa kabar."


"Gak usah kau sok ungkit tentang masa lalu ku."


"Kau yang mulai kan.Makanya jangan songong kau.Kampret!"


"Iihhh ngatai aku kampret.Kurang ajar,sini kau.Sini..."


"Diam............"


Teriakan Lyly terdengar nyaring membuat keduanya berhenti berseteru.


"Ini rumah ku,kalau kalian ingin ribut diluar sana!"


"Maaf Ly," ucap Roni lirih.


"Kamu ngapain kesini? Aku gak ada urusan samamu.Pergi dari sini!"


"Hahahaha," Karen pun tertawa senang mendengar perkataan Lyly.


"Jangan gitu Ly.Aku kesini punya tujuan,aku bukan tanpa apa-apa kesini.Kamu jangan terus marah sama aku kayak gitu Ly.Aku gak bisa lihat kamu marah begitu."


"Justru itu aku ingin jelasin padamu yang terjadi padaku mengapa aku tak kabari apapun selama Ini sama kamu."


"Aku gak butuh penjelasan Ron.Sudah cukup aku merasa sakit selama ini menanti kabar dari mu.Jadi kamu pergi saja,dan jangan datang kesini lagi.Aku ada tamu.Pergilah!"


"Ly,jangan kasar begitu Nak.Bicarakan baik-baik.Ibu tahu kamu selama ini masih berharap kalau Nak Roni akan kembali untuk mu.Lagi pula masalahmu sama Karen sudah selesai tadi.Sekarang cobalah selesaikan baik-baik dengan Nak Roni."


Melihat Ibunya Lyly angkat bicara membuat Karen,Hardi,Roni terdiam dan mata mereka berpaut kepada Lyly dan Ibunya.


"Tapi Bu.Ini gak semudah itu,Roni jahat sama Lyly.Bertahun-tahun dia gak kabari Lyly apapun.Lyly bahkan gak tahu dia sehat atau tidak.Hikkssshikksss...."


Akhirnya perasaan yang selama ini terpendam pecah juga.Lyly akhirnya menangis hingga sesenggukan.Ia meluapkan emosinya dan pikirannya selama ini.Rasa akan kehilangan dan harapannya akan Roni bercampur aduk.Karena disatu sisi ia merindukan Roni sang penakluk hatinya namun disisi lain dia juga benci kepada Roni karena tak pernah memberi kabar apapun kepadanya selama ini.


"Ly,aku tahu kamu merasakan sakit.Aku pun begitu disana.Dan untuk itulah aku datang ingin menjelaskan padamu bagaimana aku yang tak bisa beri kabar pada mu.Jadi kumohon beri aku kesempatan Ly..."


"Iya Ly.Biarkan dia menjelaskan semuanya agar kamu merasa puas dan mengerti akan semua pertanyaan yang ada dipikiranmu selama ini Ly," ujar Hardi.


"Baiklah.Aku beri kamu waktu sekarang.Jika penjelasanmu tak ku mengerti.Menjauhlah dari ku."


"Aku janji akan membuat mu kembali menerima ku.Cinta kita tak akan berakhir begitu saja."


Mendengar keseriusan Roni mengatakan itu mereka berempat tampak menanti akan semua penjelasan Roni dan duduk dengan manis sembari menunggu Roni untuk bicara.Namun Roni justru menelepon seseorang.


"Kamu mau bicara atau tidak?" tanya Lyly kesal sudah menunggu lama.


"Dia menghubungi siapa sih?" tanya Karen pada Hardi.


"Mana kutahu.Tapi bagaimana hubunganmu dengan Lyly.Aku pikir kamu bakal jahatin dia karena ditolak.Tapi malah bawa dia pulang kerumah.Aneh juga kau jadi cowok ya.Hahaha," ledek Hardi.


"Gini-gini aku cowok bermartabat Har.Jangan sepelekan aku."


"Oh iyalah iya."


Disaat mereka menunggu Roni angkat bicara,terlihat seseorang memanggil dari depan pintu.

__ADS_1


"Masuk Pa," jawab Roni dari dalam.


"Pa? Apa mungkin Papanya? Tapi masa iya.Gak mungkin,ini gak mungkin,"gumam Lyly.


Saat langkah kaki itu mendekat dan wajahnya terlihat.Mereka berempat pun kaget melihat siapa yang datang.Dan ternyata itu beneran Papanya Roni.


" Sini Pa.Masuk saja,"


"Oh iya.Apa ini Ibunya Lyly? Salam Bu."


"Salam,silahkan duduk Pak," sapa Ibunya Lyly dengan ramah.


"Salam Om," Hardi dan Karen memberi salam secara serentak.


"Iya salam.Ini pasti Lyly ya?"


"Ly,hei...malah bengong.Salam Papanya Ron tuh," tegur Ibunya Lyly.


"Ah iya.Salam Pa,eh Om.Eh..."


Lyly pun salah tingkah saat melihat kembali wajah Papanya Roni secara langsung.Ia tak menyangka akan menerima kehormatan ini padanya.Karena selama ia berpacaran dengan Roni,ia ingin dekat dengan Papanya Roni.


"Maafkan Roni Pa,harus melibatkan Papa akan masalah ini.Mohon beri penjelasan pada Lyly Pa,agar Roni kembali bersatu dengan Lyly.Kumohon!"


"Ron,jadi kamu mau aku mendengar penjelasan itu dari Papamu?"


"Iya,karena kalau aku yang bicara kamu pasti gak akan percaya.Aku meminta Papa buat datang kesini semalam.Dan Papa setuju,makanya Papa mau datang kesini untuk menjelaskan padamu selama ini yang terjadi padaku."


"Tapi..."


Saat Lyly hendak bicara Papanya Roni angkat bicara tanpa ada basa basi lagi.Mereka pun duduk dan hanya mendengar.Mata mereka hanya tertuju pada Papanya Roni.Dengan serius mereka mendengarkan tanpa ada yang menyelanya saat berbicara.


"Jadi semuanya adalah salah saya.Saya minta maaf buat Lyly dan keluarga.Saya tidak sangka kalau cinta Roni sekuat itu pada Lyly,bahkan dia tak bergeming sedikit pun dengan wanita yang saya dekatkan padanya di USA.Untuk itu Ly,mohon pertimbangkan kembali akan Roni.Karena selama ini dia hanya menyukai kamu seorang.Saya memang tak pantas untuk ini,tapi akan saya katakan kalau saya menyesal memisahkan kalian berdua.Dan jika Lyly mau menerima Roni kembali,saya selaku Papanya akan merestui hubungan kalian dan tidak akan mencoba membuat kalian berpisah kembali.Bu,mohon bimbing anak saya juga ya.Saya kurang soal mendidik anak."


"Baik Pak," jawab spontan Ibunya Lyly.


Sementara Lyly hanya termangu,ia tak tahu kalau selama ini Roni juga memiliki perasaan yang sama dengannya.Yang mana ia hanya mencintai Roni seorang dan tak ada yang bisa membuka hatinya kecuali Roni.


"Ly,sudah baikan saja dengan Roni.Toh,kau juga gak pernah mau menerima cinta dari siapapun cowok yang mendekatimu,termasuk Karen,nih..." ujar Hardi.


"Wah,aku memang tak pernah dikasih ruang sekecil apapun ternyata.Hahahaha..." ucap Karen.


"Gak apa-apa Karen,masih banyak cewek diluar sana," jawab Hardi menghibur Karen.


Roni hanya duduk setelah Papanya mengatakan semua hal tentang yang terjadi padanya.Ia merasa takut jika Lyly masih juga tak bergeming untuk mau menerimanya kembali.


"Ron,ayo maju.Lakukan sesuatu agar Lyly tersentuh dan kembali menerimamu," bisik Papanya.


"Ly,apa semua penjelasan Papaku masuk akal bagi mu? Apa kamu masih mau menerimaku kembali? Apa kamu sudah memaafkan aku? Dan apa kamu mau jadi tunanganku? Jika ya,aku akan membuat pesta yang indah untuk pertunangan kita,jika kamu mau.Aku tak ingin ada cowok lain yang mencoba mendekatimu.Termasuk Karen," ucap Roni sembari berlutut didepan Lyly yang sedang duduk dikursi dan menunjukan cincin pertunangan yang masih didalam kotaknya.


"Iya bilang Ly," ucap Hardi penuh semangat.


"Jawab saja Nak,menurut kata hati mu," bisik Ibunya.


"Ly,aku ikhlas kok kalau kamu sama dia,mungkin kita emang gak berjodoh," ujar Karen memberi restu.


"Sabar bro," ucap Hardi sembari menepuk pundak Karen.


"Aku..."


"Iya Ly,aku akan menerima jawaban apapun itu," ujar Roni.


Semua mata tertuju pada bibir manis Lyly yang tampak masih ragu untuk menjawab.


"Aku menerima pertunangan ini."


"Yes...Huuuhhh...sini aku pakaikan Ly," ujar Roni gembira.


"Yuhuuuu...akhirnya jadi juga mereka,"ucap Hardi.


"Selamat Ly,selamat Nak,selamat Ron," mereka memberi selamat kepada keduanya.


Akhirnya Roni dan Lyly kembali bersatu.Keduanya resmi bertunangan dan hidup bahagia.

__ADS_1


...Happy Ending...


...Tamat...


__ADS_2