Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Sesampainya dirumah sakit, mereka semua sedang mendiskusikan bagaimana mengabari keluarga Roni".


Har, menurut mu gimana, soalnya Dokter bilang dia harus rawat inap, trus yang jaga siapa?


Aku juga gak tau To, keluarganya juga kita gak kenalkan?


Iya, trus gimana nih?


Ada yang punya solusi gak,Ly, Lyly?


Haaah, apa?


Kita nanya, menurutmu gimana? Siapa yang jaga Roni disini? Kita gak tahu keluarganya soalnya.


Hmmmm, biarin dia disini. Lagian kan kita besok sekolah, gak mungkin kita yang jaga. Minta tolong susternya aja, kalau ada apa-apa kabari kita.


Benar tu To, aku sih setuju sama Lyly. Kalian gimana?


Aku setuju, Kau Har, gimana, Riko gimana?


Aku setuju, sudah paling benar sih itu, karena dia juga gak separah itu sakitnya.


Hmmm, aku juga setuju. Ya sudah kita baliklah. Aku capek.


Kenapa Ko, katanya kuat gendong Roni. Lelah juga kan, hahahaha.


Sep, gak usah pancing keributan deh.


Tau nih Septian, gak pernah lihat situasi kalau bicara.


Tunggu dulu, Roni kan belum bangun. Main pulang aja.


Iya Ko, sabar bentarlah. Biar kita pamit juga sama Roni.

__ADS_1


Eheee, kalau nunggu bangun, mending suruh dia kabari keluarganya biar kesini, ngapain kita diskusi soal siapa yang jaga tadi..


Oh iya juga. Tumben encer otak mu Ko.


Ya sudah kalau begitu kita tunggu dia bangun dulu.


"Tak terlalu lama mereka menunggu Roni sadar"


Semuanya sini, dia sudah bangun nih.


Mana Ly?


Oh iya.Ron, Hoiiii kenal kita kan?


Apa kau nih Sep, emang dia lupa ingatan?


Mana tau, kan biasanya Dokter selalu bilang gitu kalau pasiennya sadar.


Iiihhh santailah Ko.


Guys kita dimana?


Dirumah sakit, kata Dokternya, kamu luka dibagian kepala makanya kepalamu sakit dan kamu pingsan, by the way kami mau pulang nih Ron, kamu bisa kan menghubungi keluargamu buat jaga kamu disini, soalnya kamu harus rawat inap.


Buru-buru kali kau Ko. Dia juga masih belum sadar sepenuhnya tuh, matanya ntah kemana. Kau yang bicara yang lain dilihatnya. Hahahahaha.


Astaga Sep, dari tadi ya. Kau trus yang mau buat ribut.


Lah yang aku bilang benar kok, lihat tu mata Roni, malah liatin siLyly, padahal Riko lagi bicara disebelahnya. Hahahahahaha.


Roni, oiii aku bicara nih. Nanti kan bisa soal cinta-cintaan kalian itu kalian urus. Lihat orangnyalah kalau bicara.


Maaf Ko. Iya iya aku pasti suruh keluarga ku kesini. Kalian juga udah lama disini, gak enak pula aku. Tapi makasih ya udah bantuin aku kesini.

__ADS_1


Pastilah Ron kami bantuin kamu, walau pun....


Oiii Sep.


Walau pun apa Sep?


Aaa gak ada Ron, Mau bilang walaupun Riko capek gendong kamu kesini sendiri, dia gak mau gantian tadi.


Serius, waduh. Makasih Ko, aduh gak enak hati aku, pasti kecapean ya. Kalian sudah makan? Pesan makanan gih sebelum pulang, biar aku yang bayar.


Beneran Ron, kami pesan apa aja nih? Benar ya?


Alaaa Sep Sep, soal makanan cepat kali kau.


Kan emang lapar, gak usah sok lah To, dari tadi perutmu juga bunyi tuh.


Iya pesan aja, sekalian minumnya. Gak usah sungkan. Ly, kamu juga pesan yang kamu mau ya, kamu juga pasti lapar kan?


Ya ya yahhh, mulai lagi dia.


Udah guys kita pesan aja, mumpung dibayarin.


Hemm pesan kau lah Sep


Iya kalian mau apa?


Terserah mu, kami ikut.


Jangan marah kalau gak suka.


Iyaaaa.


Okeyyyy.Meluncur.

__ADS_1


__ADS_2