Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

Har, kalian disini ngapain?


Mau lihat keadaan Lyly gimana?


Iya ini. Dia masih tidur.


Ron, mending kamu bawa dia pulang sekarang, biar dia juga lebih nyaman istirahat dirumah.


Tapi belum jam pulang Har.


Sudah, nanti aku bilang kalian Izin, gak usah khawatir soal itu.


Serius Har, ya sudah biar aku bangunkan dulu dia.


Ly, Lyly. Ayo bangun.


Hemm.


Kita pulang sekarang aja, biar Hardi yang urus soal kita gak masuk kelas.


Iya Ly, mending pulang dari pada disini, kamu gak nyaman juga kan. Soal masalah ini nanti aku lapor ke BK, biar diproses.


Ya sudah aku pesan taxi dulu.


Ngapain Ly, Roni kan ada buat nganterin kamu.


Gak Har, mending naik taxi.


Ly, aku bisa antarin kamu, percaya sama aku.Lagian, aku dari tadi disini buat nemani kamu.


Iya Ly, dia bela-belain buat tetap jaga kamu ddisini loh


Kan gak ku suruh, lagian ini semua terjadi karena dia, aku gak mau lagi kenapa-napa karena berurusan sama dia.


Gak usah keras kepala, nurut aja apa susahnya.


Sabar Ron.


To, nih,ambilin motor ku bawa kesini ya biar gampang. Kamu bisa kan.


Okey .


Jangan Anto, aku naik taxi aja, lagian kaki ku sakit ini gak bisa jalan.


Kamu tenang aja, aku bisa gendong kamu nanti. Sudah pergi ambilin To.

__ADS_1


Iya Ly, biar Roni urus itu. aku ambil tasmu dulu ya.


Tasku juga Har, tolong.


Sip.


Kamu kenapa sih, gak pernah langsung mau nerima apa yang kubilang, selalu saja menjawab. Gak pernah langsung iya. Heran.


Aku kek gini karena mu Tahuuuu!.


Iya aku tahu, aku minta maaf ya. Ini semua karena dia selalu aku tolak, makanya dia lampiaskan samamu.


Kenapa sama ku? Apa hubungannya, urusannya kan samamu. Jangan bawa-bawa aku.


Mulai lagi dia pura-pura gak tahu.


Apa?


Ly, aku itu suka samamu, jadi tolong hargai perasaanku. Aku juga gak mau lihat kamu terluka kek gini, aku sayang samamu. Tapi kamu selalu jutek dan acuh dengan apa yang kulakukan samamu.


Haaa kan, diam dia kalau aku bahas ini. Emang gak ngerti lagi aku gimana caranya supaya kamu mau nerima perasaanku. Aaaahhkkk sudahlah.


Ron, itu motornya sudah didepan.


Okey makasih To.


Dia lagi ambilin tas kami, bentar lagi balik.


Oohh.


Ayo Ly, sini biar aku gendong. Anto, pegang obatnya bro.


Gak usah aku jalan saja.


Aaaaa ,,emang keras kepala nih cewek.


Pelan-pelan Ron, oiii.


Biar aja, biar ku jatuhkan si judes satu ini.


Alaaaa sok ia kau Ron.


Ya nggak lah To, sayang sayang ku ini. Ya kan?


Sayang palamu, turunin turunin aku.

__ADS_1


Ku jatuhkan bilang, hhaaahhh?


Ron Ron, jangan bercanda. Nanti dia nangis.


Oh iya, si cengeng ini nanti nangis pula ya.Hahahahahaha


Siaaalll, kalau saja aku gak sakit ku banting kau.


Apa? Banting? . Naaaa naaah banting lah,hahahahahaha.


Kamu taruh dimana To?


Itu hah, kan nampak tu motor mu.


Oh iya.


Ly, duduk yang tenang. jangan kayak waktu itu.


Hei kamu Dengar?


jawaaab aku?


Iyaaaaa, bawell.


Eh itu si Hardi, To. To,Panggil dia.


Hardiiiii, Har sini !.


Kalian sudah disini, Ini tasnya.


Sini Har, makasih ya.


Tas ku mana?


biar aku yang bawa, kau cukup duduk diam saja sudah bagus itu.


Ya sudah kami pergi dulu ya.


Ly, pegang dia, nanti kamu jatuh.


Apa sih pegang pegang... iiihhh.


Naaaah pegang gini.


Luan ya?

__ADS_1


Hati-hati Ron, Ly.


Iya.


__ADS_2