
"Selesai Hardi mengikuti kelas ia segera menemui Lyly di perpustakaan"
Har,sudah selesai?(tanya Lyly saat Hardi mendekatinya)
Sudah.Tapi kenapa kamu gak didalam? Kalau ada cowok yang usil lagi gimana?
Hmm...tadi ada teman ngobrol,kalau didalam kan gak enak sama yg lagi baca.Makanya aku diluar saja.Lagian gak ada yang ganggu kok.
Ya sudah,yuk pulang.
Emang kamu gak ada kelas lagi?
Nggak.
Ok,yuk.
Eh,tapi gak usah pulang langsung lah Ly.
Kenapa?
Kita ke cafe dulu,sekalian bicara.
Bicara apa? Disini kan bisa Har.
Malas disini.
Oh ya udah,kita ke cafe.
"Sewaktu mereka berjalan menuju gerbang,beberapa orang sedang mengejar mereka dan mengagetkan mereka saat mahasiswa itu berada didepan mereka berdua dengan wajah yang berkeringat dan nafas yang masih ngos-ngosan"
Lyly tunggu.(salah satu cowok itu berkata)
Lyly,jangan pergi dulu.(ditambah seorang lain berkata)
Eh Eh geser,aku juga ingin bicara.Lyly ini bunga untuk mu,tolong terimalah.(seorang lain tampil didepan Lyly)
Kalian semua jangan sok,awas...Lyly ku tak akan mau dengan kalian semua,ya kan sayang.Ini boneka untukmu.(seorang yang lebih tampan menghadap Lyly dengan percaya diri).
Semuanya diam...kalian ini apa-apaan,minggir kami mau pergi.(tegas Hardi dengan wajah yang marah)
Hoi...kami tidak bicara samamu,ngapain kamu yang marah.(seorang yang tinggi dan berbadan atletis menjawab Hardi)
Tahu nih,dia selalu didekat Lyly ku.Menjengkelkan.(sambung yang memegang boneka)
Kamu benar,seolah dia cowoknya Lyly.Padahal bukan,cuiihh...(jawab yang memegang bunga)
Lyly yang saat itu bingung dengan apa yang dilihatnya membuatnya hanya terdiam dan berdiri saja.Hingga tiba-tiba sebuah mobil melaju dan berhenti tepat di kerumunan itu.
__ADS_1
Itu Karen,itu Karen woi...(seorang memberitahu dari belakang kerumunan saat melihat Karen turun dari mobil)
"Dengan sosoknya yang tampan,tinggi,keren,serta kaya dilihat dari tampilannya serta ia adalah salah satu mahasiswa yang disegani di kampus tersebut,membuat semua cowok itu mundur perlahan memberi jalan buat Karen"
Apa kalian akan menghambat jalan sepanjang hari disini?(ujarnya saat ia didepan Lyly)
"Dengan perkataannya itu membuat mahasiswa yang lain justru semakin banyak mendekat,sebab banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi saat datangnya Karen ketempat itu"
Aku rasa bukan kami yang membuat kerumunan disini.(jawab Lyly dengan tatapan tajam)
Kalau begitu menyingkirlah,aku mau lewat.
Suruh saja mereka menyingkir kenapa kamu mengatakannya sama saya!
Masalahnya kau yang mereka cari,jadi kau harus tahu aturan.Enyah dari sini!
Sepertinya Karen tidak suka dengan Lyly ya.(ujar seorang mahasiswi yang melihat dan mendengar itu)
Har,ayo pergi dari sini.Memuakkan melihat hal begini terus terjadi.Ayo...(pungkas Lyly dengan segera menarik Hardi agar keluar dari kerumunan)
Lyly....(teriak semua yang menyukai Lyly)
Aiiissshh,gara-gara si Karen Lyly nya pergi.(ujar yang memegang boneka)
"Melihat mahasiswa itu lebih memilih mengejar Lyly,membuat Karen jadi merasa kecil karena merasa merendahkan Lyly didepan banyak orang.Itulah awal mula Karen tak lagi menjadi mahasiswa populer dan disegani mahasiswa-mahasiswa lainnya"
Ly,sebaiknya kita ke cafe itu saja ya.(ajak Hardi setelah mereka meninggalkan kampus)
Okey.Yuk...
"Setelah mereka masuk cafe dan memesan minuman,tampak Hardi sangat serius untuk berbicara kepada Lyly"
Ly...
Hmm...
Aku mau bicara serius sama mu.
Ya bicara aja,kenapa kamu tegang sekali?
Masalahnya ini pembicaraan yang mungkin tak enak kamu dengar.
Apaan sih,gak usah sok-sok buat penasaran deh Har.
"Dengan tatapannya yang tajam,Hardi sempat terdiam dan berpikir kembali untuk mengajak Lyly berbicara serius"
Apa sebaiknya aku gak usah tanya soal itu ya sama dia,takutnya dia nangis pula lagi.Gimana ya?(batin Hardi)
__ADS_1
Woiii...malah bengong dianya.(panggil Lyly sembari menjentikkan jarinya didepan wajah Hardi)
Oii...
Kamu mau bicara apa,ayo bilang aja.Apa?(tanya Lyly)
Baiklah,aku akan bicara tapi kamu jangan bawa perasaan ya Ly,atau jangan marah sama aku.Aku cuma penasaran aja dengan jawabanmu.
Wah...gila kau Har,,aku dari tadi nungguin kamu bicara,malah bertele-tele.Perasaan? Marah? kamu ini mau apa sebenarnya?
Nggak...Kamu janji dulu Ly,jangan marah sama aku atau bawa perasaan.Aku takut kamu bakal nangis apa gimana kalau aku bicara.
Aaah...mampus lah.Gak usah bicara lagi,kelamaan aku mau dengarnya.Minum ajalah kau Har.
Okey okey,aku mulai.Dengar baik-baik ya Ly.
Iya ah...
Jadi gini Ly,aku sebenarnya sudah lama memperhatikanmu,dan setiap kali aku melihat mu rasanya aku ingin sekali tahu tentang perasaanmu sebenarnya gimana selama ini.Apakah masih sama seperti di masa SMA ataukah berbeda saat masa kuliah.
"Sejenak Hardi menghentikan perkataannya dan tampak menelan ludah yang sedari tadi rasanya ingin ditelannya"
Kok berhenti Har.Gak ngerti aku.Rumit sekali memahami mu yang berputar-putar gini,kayak bukan kamu aja.Heran!
Ly,apa kamu masih menaruh hati sama Roni,walau sudah tak ada kabar darinya lagi?
"Sontak Lyly kaget mendengar pertanyaan itu dari Hardi,karena dia tahu kalau Hardi tak seharusnya menanyakan hal itu padanya.Sebab sejak lama Hardi sudah janji untuk tak membahas soal Roni kapanpun itu"
Lyly...apa kamu mendengarkan ku?
Iya aku dengar.Tapi Har,mengapa kamu menanyakan ini,maksud kamu apa?
Aku pengen tahu Ly,aku tahu aku sudah janji tak berkata-kata soal Roni.Tapi aku penasaran dengan perasaanmu,soalnya ada begitu banyak yang suka sama kamu tapi sedikit pun kamu tak menggubris salah satu dari mereka.Itu sebabnya aku berani melanggar janjiku,karena rasa penasaranku ini.Maaf Ly.
Aku rasa gak perlu kamu tanya soal ini Har.Aku tak mau bahas soal cowok lagi Har.
Tapi aku sendiri cowok Ly.Maksud kamu gimana gak mau bahas soal cowok lagi,gak mungkin selamanya kamu menutup diri dan hatimu buat cowok yang ingin dekat denganmu.Apa kamu gak kepikiran untuk menikah?
Aduh Har,jauh banget pikiranmu kesana.
Loh,kan emang sudah saatnya kamu mikirin masa depanmu.Emang kamu mau kuliah terus?
Ya gak gitu juga Har,tapi kan ini masih masa-masa kuliah dan mengejar pendidikan,jadi gak perlulah buat mikirin pernikahan sekarang.
Ah,kamu menghindari pertanyaan ku dengan masalah pendidikan.
Emang iya kan.
__ADS_1
Sudahlah,kalau kamu gak mau jawab aku.
Hmm...