
"Setelah dari rumah Lyly, Hardi langsung pulang kerumahnya setelah pamit sama Mama Roni.Begitu juga dengan Mama Roni yang segera pulang ke rumahnya"
Melihat mereka berdua yang saling mencintai dijauhkan seperti ini benar-benar mengiris hatiku.Aku takut Roni akan semakin sulit membuka dirinya jika terus dikekang papanya begini.Oh Tuhan,bantu anakku dan kuatkan dia melewati cobaan ini Tuhan.(batinnya berkata)
"Tak lama kemudian Mamanya sampai rumah dan terlihat Papanya Roni sudah menunggu didepan pintu rumah dengan wajah yang terlihat marah"
Aduh...bagaimana ini.Mengapa dia sudah pulang jam segini.(gumamnya sambil berjalan menuju pintu rumah)
Dari mana kamu,kenapa tidak di rumah?(tanya suaminya dengan menatap tajam)
Aku tadi habis dari luar bentar.
Sejak kapan saya kasih kamu izin untuk keluar rumah,bukankah saya sudah suruh kamu tadi pagi untuk awasi Roni di rumah?
Iya.
Lalu kenapa kamu keluar?
Aku juga butuh udara,disini terlalu sumpek karena banyaknya orang.
Jangan alasan kamu,para penjaga sudah beri tahu saya tadi kalau kamu pergi sama temannya Roni.
Kalau memang iya,lalu kamu mau apa?
Jangan buat aku semakin marah Yu.
Bukannya kamu selalu marah-marah,haa?
Baik,karena kamu selalu membantahku besok kamu dan Roni harus pergi ke USA.
Maksud kamu apa menyuruh kami ke sana.Jangan nekat kamu Di,kamu mau mengekang Roni mau sampai kapan? Dia sudah dewasa sekarang dan dia bisa nentuin pilihannya.Jangan paksa dia untuk mengikuti keinginanmu itu.
Kamu kan gak bisa jaga dia disini,jadi lebih baik sekalian saja kalian ikut aku ke sana dan akan tinggal di sana.Roni juga sudah bisa belajar mulai sekarang mengelola bisnis.Aku akan mulai mengajari Roni di sana dan aku juga akan menguliahkannya di sana.Dan juga kamu tidak ada alasan lagi mengatakan aku selalu meninggalkan mu keluar negeri.
Orang tua macam apa kamu ini,bahkan tanpa diskusi sama anakmu kamu buat keputusan sendiri seperti itu.
Aku lakukan ini juga untuk masa depannya,lalu buat apa diskusi sama dia.
Kelewat kamu Di,Roni itu tidak akan semudah itu menerima keputusan mu itu,karena dia tak akan mungkin meninggalkan pacarnya di sini dan pergi ke USA bersamamu.Jadi jangan berharap kamu.
Apa kamu bilang? Pacar? Gadis yang merepotkan itu pacarnya,hah...di sana dia bisa dapatkan pacar yang lebih dari itu,jadi kamu jangan selalu menentangku.Aku sudah putuskan itu dan ini tiket kalian.
Dia bahkan belum lulus Di,jangan kamu bertindak sesukamu seperti ini.Haa...apa ini? Bahkan kamu sudah membeli tiketnya,emang gila kamu...
__ADS_1
Kamu gak usah pikirin soal dia belum lulus,saya akan meminta pak Lukman untuk menceknya dan mendapatkan raportnya nanti.Aku sudah memikirkan semua itu,jadi kamu jangan membantah dan sok mengajari ku.Cukup lakukan yang aku perintahkan.Susun barang yang akan kalian bawa besok,jangan pakai tanya lagi.Aku pergi,masih ada yang harus aku urus.
Aku gak mau Di...Di...Adi.....(teriak istrinya sekeras mungkin namun tak dihiraukan)
Kalian,awasi mereka jangan sampai lengah.Dan persiapkan untuk perjalanan besok ke USA.Paham?
Baik Tuan.(Serentak para penjaga depan pintu keluar menjawab)
"Mendengar kalau suaminya hendak membawa mereka ke USA.Mama Roni segera menemui Roni dikamar"
Buka pintunya saya mau masuk.(ujar Mama Roni kepada penjaga)
Maaf,Nyonya dilarang masuk oleh Tuan.
Buka pintunya saya bilang.
Maafkan kami Nyonya,ini perintah.
Roni...Roni...(teriak Mamanya dari depan pintu)
"Mendengar teriakan itu Roni terbangun dari tidurnya,dan mendekati pintu kamarnya"
Ma? Mama? Ini Roni Ma.(teriak Roni dari dalam kamar agar didengar Mamanya)
Apa?
Iya Nak,besok papamu akan membawa kita ke USA.
Lalu bagaimana dengan Roni,bagaimana dengan Lyly Ma.Roni gak mau ninggalin Lyly.
Iya Mama tahu sayang,tapi Mama gak bisa berbuat apa-apa Nak.Bahkan Mama dilarang keluar rumah sama papamu.
Papa benar-benar sudah kelewatan,Roni gak bisa biarin ini.Roni harus keluar dari sini.Ma,tolong bantu Roni Ma,Roni mau bertemu dengan Lyly Ma.
Maafkan Mama sayang.Mama gak bisa lakuin apapun lagi sekarang.
Aaagggrrhhhh.....(teriak Roni sembari meninju pintu dan membuat tangannya berdarah seketika)
Roni,jangan lukai dirimu Nak.
"Mendengar pukulan keras itu membuat Mamanya terjatuh kelantai dan menangis sejadi-jadinya karena melihat situasi anaknya"
Nyonya,tolong jangan seperti ini.Nanti Nyonya bisa sakit.Ayo bangunlah.(ujar seorang penjaga yang merasa tak tega melihat kejadian itu)
__ADS_1
Lepaskan saya,kalian semua benar-benar pengecut.Bagaimana jika kalian diperlakukan seperti ini,haa...gak punya otak kalian semua.(ujar Mamanya dengan penuh amarah)
Maafkan kami Nyonya,tapi ini bagian dari pekerjaan kami.
Roni sayang...apa kamu masih mendengarkan Mama?(ujar Mamanya dengan mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada jawaban)
"Didalam kamar Roni terlihat duduk dibalik kasur tempat tidurnya.Ia benar-benar merasa frustasi karena tak dapat melalukan apapun,bahkan hpnya telah dirusak papanya saat papanya tahu dia menghubungi Hardi"
Roni...Nak...apa kamu masih mendengar Mama?
"Masih tak ada jawaban dan Mamanya pun semakin khawatir"
Tolong anak saya Pak,dia tidak menjawab dari dalam.Tolong buka Pak,tolong Pak.Saya ingin melihat anak saya.
"Dengan memohon dan berlutut Mama Roni meminta kepada penjaga,namun mereka tak bergeming sedikitpun dan hanya bisa diam melihat Mamanya melakukan itu"
Tolong Pak,saya janji tak akan beri tahu suami saya soal ini.Tolong buka pintunya Pak?
Maaf Nyonya,kami gak bisa.Sebaiknya Nyonya istirahat,kasihan Nyonya sudah sangat lelah seperti ini.
Apa kalian gila? Bagaimana saya bisa istirahat sementara keadaan anak saya,saya gak tahu.
Nyonya tenang saja,saya akan tanyakan kepada penjaga didekat jendela kamar Den Roni.
Ayo lakukan itu.
Pak Min,bagaimana keadaan Den Roni? Apa terjadi sesuatu yang serius dengannya?(tanya penjaga tersebut dengan walkie talkienya)
Lapor Pak,keadaan Den Roni,aman.Tak ada yang serius terjadi,dia hanya duduk dibalik kasurnya.Ganti!
Baiklah kalau begitu.Ganti!
Siap.
Bagaimana Nyonya,apa Nyonya sudah tenang sekarang?
Baiklah,kalau begitu saya minta tolong sama Bapak.Tolong jaga anak saya baik-baik,jika sesuatu barang sedikit saja tindakannya yang membahayakan nyawanya,kasih tahu saya ya Pak.
Baik Nyonya.
Kalau begitu saya mau istirahat sekarang.
Siap Nyonya.
__ADS_1