Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Setelah Ibu Lyly menyediakan makanan untuk mereka,mereka makan dengan lahap.Dan saat selesai, Hardi pun tiba ke rumah Lyly"


Ly,biar ibu yang cuci piringnya kamu kesana saja,Hardi sudah datang tuh.


Oh iya bu.Baiklah.Makasih bu.


Hai Har,kamu lumayan lama,kami bahkan sampai selesai makan.


Iya Ly,ada urusan sedikit tadi yang harus aku urus duluan.


Gitu,ya sudah.Kita belajar apa dulu nih?


Gimana kalau belajar kisi-kisi soal yang sudah dikasih guru Ly?


Oh itu,okey.Kamu bawa soalnya?


Bawa nih...


Kita mulai dari soal pertama ya.


Iya...


Nah kalau soal yang ini pertama kita cari dulu inti dari kalimatnya apa,biar pertanyaannya mudah dijawab.


Okey.


Nah ini kan,kamu bisa lihat dari pilihan soalnya ini gak sama,dan ini juga,nah kalau ini mendekati,terus yang ini juga sama.


Terus gimana Ly?


Kalau hampir sama seperti ini,kita tinggal cari kalimat penutupnya,yang ini pas kan.Dan yang satu lagi kurang.Berarti jawabannya yang C.


Owh.Okey.


Lanjut ya.


Iya.


"Saat belajar Lyly dan Hardi melupakan Roni yang sedari tadi melihat mereka berdua yang terlihat serius membahas soal tersebut tanpa melibatkan Roni hingga setengah soal mereka telah kerjakan berdua"


Woiii,kalian gak lihat aku disini?


Owh iya, sorry Ron.Aduhhh....


Ly,kamu gitu ya sama aku.Gimana aku bisa tenang kalau ternyata aku melihat kalian berdua sedekat ini.Kamu bahkan gak mau seperti itu sama aku Ly.


Jangan salah paham Ron,aku gak ada apa-apa kok sama Lyly,kami emang belajar ini serius!!!


Kan aku sudah bilang jangan ikut,kamu yang ngotot pengen ikut.


Ya kalau aku gak ikut aku gak akan bisa tenang gimana sikap mu saat bersama Hardi.


Sekarang kamu sudah tahu,lalu kamu mau apa?


Ron,gak gitu.Jangan salah paham Ron,kami emang gak sengaja melupakanmu yang sedari tadi duduk disitu.Maaflah Ron,jangan marah.


Sudahlah aku pulang aja,biar kalian juga bisa lebih serius belajarnya.


Ron Ron,jangan gitu Ron.Aduh Ly,gak enak aku.

__ADS_1


Roni,kamu kenapa sih,bahkan dirumah ku pun sikapmu kekanakan gini.


Iya aku emang kekanakan,dan kamu juga bisa lanjutkan sikap dewasa mu itu.


Ron,please deh.Jangan ngajak ribut dirumah ku,ibu bisa dengar nanti.Tolong jangan gini.


Aku gak ribut,aku cuma mau pulang.Kalian nikmati saja waktu bersama disini.


Ya caramu mau pulang gak enak,Hardi juga jadi ngerasa bersalah gitu karena sikap mu ini.


Har,gak papa kok.Gak usah diambil hati.Aku emang gini orangnya.Terang-terangan.Lanjutkan saja.


Aku harus gimana lagi sih Ron,gak ngerti aku dengan sikap marahmu ini?


Kalau aku bilang apa kamu bakal ngerti,nggak juga kan.Kamu gak mau ngertiin aku Ly.Jadi ya sudahlah.Sejak awal juga kamu gak suka aku datang ke rumahmu,dari tadi kamu judes juga samaku.


Itu... itu karena....


Apa? Gak bisa jawabkan kamu.Sudah aku pulang.Makasih makanannya,salam sama ibu.


Har,gimana ini?


Emang tadi kamu gimana sama dia sebelum aku datang Ly?


Aku emang kasar sih tadi sama dia,bahkan depan ibu juga.


Pantas dia marah Ly.


Maksudmu,emang kenapa dia semarah itu?


Iya kamu sikapnya kasar sama dia bahkan depan ibu mu,sementara sama aku dia sudah perhatikan sejak tadi kamu sangat-sangat serius dan sangat dekat denganku,wajar dia marah Ly.Ditambah lagi kamu ngatai dia kekanakan dan membela aku pula.


Ya mau gimana aku juga gak tahu Ly.


Aduuuuhhh......Hiiikkkksssss hiiikkkssss..


Ly,kamu nangis?


Aku harus gimana Har?


Eeehh kok nangis sih,jangan nangis Ly,ntar bibi dengar.


Ya aku gak tahu mau apa Har,aku gak suka lihat dia marah sama aku.Aku gak maksud kasar sama dia,tapi jadi gini...Hiikkkkssssh Hiikkkkssssh


Iya iya aku tahu,tenang dulu.Biar kita bicarakan baik-baik.


Gimana Har?


Sekarang aku tanya,jujur, perasaan mu sama dia gimana sekarang sampai-sampai kamu nangis kek gini?


Aku,,,aku. . .


Iya apa,kamu kenapa Ly?


Aku kek nya beneran jatuh hati sama dia Har,tapi sekarang dia gini.Aku harus gimana sekarang,hikshikshiks....


Itu beneran jujur Ly,perasaan mu sebenarnya?


Iya Har,aku pengen dekat sama dia tapi masih ada rasa gengsiku,itu sebabnya aku tadi bersikap judes sama dia karena rasanya aku masih ingin menolak perasaan ku sendiri,tapi setelah lihat dia semarah itu,rasanya hatiku sakit Har,,aaaahhh hiiikksss hiiikksss...

__ADS_1


Ya sudah,kamu diam dulu Ly,jangan nangis lagi.Aku akan bantu dan buat dia ngerti kalau diantara kita gak ada apa-apa.Okey,kamu ngerti kan.


Iya Har,emang awalnya dia bilang cemburu tadi.Tapi aku gak tahu dia beneran nunjukin langsung sikap cemburunya,tanpa lihat teman.Bahkan kamu juga jadi kena gini Har.Gimana kalau dia bakal jauhin kamu karena ini.


Nggak itu Ly,aku kenal dia kok.Dan aku ngerti alasan marahnya dia itu.Kan aku cowok juga,jadi paham lah sedikit.Kamu gak usah khawatirin itu.Kalau pun dia jauhin aku,aku gak papa kok.


Kamu yakin Har.


Iya kita lihat saja besok gimana.


Baiklah.Maaf ya Har,aku jadi kek gini didepanmu.


Ya aku malah senang Ly,itu artinya kamu terbuka sama aku dan anggap aku teman dekatmu atau bisa dikatakan sahabatmu.


Makasih ya Har.


Iya.


Ya sudah ,kita lanjutin lagi Har.


Emang kamu bisa berfikir baik Ly setelah ini,apa kamu gak sakit kepala gitu?


Bisa kok Har,aku bisa tahan.Yuk kita lanjut lagi.Sayang kan,ini sudah jalan setengah soal.Nanggung kalau ditunda Har.


Iya kalau kamu yakin bisa,aku sih ikut aja.Tapi kalau kamu sudah ngerasa gak tahan,bilang ya Ly.Soalnya sakit kepala itu bisa buat jatuh sakit nanti.


Iya Har,aman itu.


Ya sudah Yuk kita kerjakan kembali.


Hemmm.


" Setelah terjeda karena masalah Roni ,akhirnya mereka kembali melanjutkan pengerjaan soal-soal tersebut hingga selesai"


Okey selesai,ini gimana Ly,aku bawa pulang soalnya?


Hemm tunggu Har,aku fotocopy untuk ku dulu ya.


Emang kamu punya mesin fotocopy?


Punya.Bentar ya?


Okey.


Nah ini Har sudah..


Baiklah,kalau gitu aku balik pulang Ly.


Iya,jangan Lupa soal yang menjebak,ingat rumusnya Har.


Okey siap Ly.Makasih ya.


Iya Har,sama-sama.


Bilang sama bibi aku pamit.


Iya.


Bye.

__ADS_1


Bye.


__ADS_2