Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Pagi hari Lyly tampak terlihat lesu dan matanya bengkak karena menangis"


Bu,Ayah.Lyly berangkat ya.


Sayang, kamu dari semalam hanya diam, ada masalah ya, mengapa matamu bengkak. Kamu bilang jenguk teman tapi kenapa pulang-pulang kamu malah mengurung diri?


Lyly gak apa-apa kok bu. Yah, Lyly pamit ya.


Hmmm hati-hati. sakit kakimu belum sembuh total itu.


Iya Yah.


"Disekolah terlihat berjalan seperti biasa tanpa ada masalah hingga pulang"


Ly, kamu mau pulang?


Iya Har, duluan ya.


Tapi, kami mau kerumah Roni. Apa kamu gak ikut?


Nggak Har, duluan ya.


Aaaa iya iya.


Apa katanya Har?


Nggak mau dia ikut To. Kita aja lah. Yukkkk.


Ayooo, guys.


"Setelah mengabari Roni dan menanyakan alamat rumahnya mereka berempat pergi dan tak lama mereka pun sampai dan bertemu Roni dirumahnya"


Ron, gimana keadaanmu?


Aku, aman Sep. Semalam cuma kelelahan, kasih infus udah selesai.


Trus Lyly gimana, apa dia ninggalin kamu lagi semalam??


Nggak, aku suruh dia pulang.


Serius kamu Ron, biasanya kamu yang minta dia dekat, sekarang kamu malah suruh dia jauh. Gimana kamu nih?


Biarin lah Har, biar dia juga bisa berpikir jernih.


Wahhh nampaknya mereka marahan lagi ni Har.


Iya Ron, kalian marahan lagi?


Gak tahu aku, aku ceritakan soal kejadian itu dibilangnya aku ngarang supaya dia jadi jatuh cinta samaku. Gimana lah perasaan kalian dicurigai kek gitu setelah apa yang kulakukan untuknya, cobalah. Gimana rasanya?


Dicurigai?


Iya emang kamu cerita apa Ron?


Aku bilang sama dia telat sedikit aku mungkin kamu bakal jadi tontonan orang, soalnya Kristin mau melucuti pakaianmu, sama seperti yang mau dilakukan Kristin sama ku. Aku bilang gitu, dibilangnya aku ngarang, aaaahh gak tahu lagi aku mau gimana sama dia, capek aku.


Serius Ron, Kristin mau berbuat kek gitu?


Har, kamu juga mikir aku ngarang? Sama aja kalian dua aaaakkkhhhh. Kalau gak percaya tanya Alex abangnya sana, mau diapain siLyly sama adiknya.


Ya bukannya gitu Ron, aku bukan gak percaya. Cuma masa iya siKristin tega mau lakuin itu, padahal dia cewek juga.


Namanya juga cewek gila Har, kau nih.


Trus tontonan yang kamu maksud apa Ron?


SiKristin buat siaran langsung, tapi siAlex banting Cameranya, jadi cekcok mereka. Itulah makanya siKristin menggila mau jatuhin Lyly. Karena abangnya gak mau disuruh buat buka bajunya si Lyly.


Astaga.... Abangnya pula disuruhnya. Ihhh emang gila ya.

__ADS_1


Trus karena Lyly pertanyakan soal ceritamu ini makanya kalian marahan?


Iya siapalah yang gak kesal, aku sudah pertaruhkan nyawaku buat nolong dia tapi dia kek gitu pula. Aku suruh pulanglah semalam. Sampai nangis dia gak mau kulihat, kesal aku.


Mantap Ronn, harus digituin dia. Biar sadar,kalau cinta itu bukan main-main.


Kompor aja kau nih Ko.


Tapi kena marah mamaku pula aku guys?


Kenapa, emang mamamu datang kesana?


Iya, Lyly pinjam HP orang,dia maksa aku hubungi. pas datang,aku kenalin dia semalam sebagai cewek ku, lucu sih ngingat itu, gak bisa berkutik dia depan mamaku, aku bilang kek gitu. Hahahahahahahaha.


Katanya kesal, tapi aku lihat bahagia gitu dia. Aaahhh gak jelas lagi nih, emang kalau soal Cinta, susah ya..


Iya benar tu Ko. Kita kita nih apalah ya kan, gak ngerti soal cinta-cintaan.


Eeeh kau aja lah Sep, kami nggak.


Tapi Ron, aku lihat matanya bengkak loh, keknya dia nangis semalaman dehh.


Serius Har?


Kan kan mulai lagi dia, emang cinta dia nih kuat keknya sama Lyly.


Bukannya gitu Ko, semalam buang muka aku sama dia, makanya dia nangis. Mungkin kepikiran itu dianya.


Baguslah Ron, mana tahu dari situ dia bakal dekati kamu balik. Ya gak guys?


Iya juga, benar tu To. biarin aja Ron, coba cuekin dia. Gimana responnya sama mu.


Gimana menurutmu Har?


Bagus sih, tapi kasihan Lyly, kalau tiap hari bengkak gitu matanya.


Gak lama itu Har, tenang aja.


By the way, ada makanan gak Ron, dari tadi aku lihat gak ada nih.


Sep, makanan aja yang kau cari.


Eeehhh Ko, paling kalau ada kau juga bakal lebih ganas makannya.


Enak aja kau Sep, kapan pula kek gitu aku., haaah?


Oh nggaknya Ko, kupikir iya. Hahahahaha.


Kampretlah kau Sep.


Tunggu ya, aku suruh bibi nyiapin.


Siapa tu Ron, kakakmu?


Astaga Sep, emang bodohmu itu udah berkarat ya, udah jelas Roni anak tunggal. Bibi itu paling Pembantunya. Paham apa itu pembantu, haaah?


Oooohhh, iya lah. Paham aku paham Ko. Gak usah pake urat juga Ko ngasih tahunya.


Lagian kau juga yang mulai.


Iya iya santai bro. Santaiiii.


Kalian berdua trus yang ribut heran, dirumah orang pun kek gitu.


Sorry ketua.


Sudahlah, itu ha makanan minumannya.


Okey, makasih bi.

__ADS_1


Owhh cepat sekali kau Sep, mantap.


Iya dong To. Dari pada siRiko yang habisin.


Haa haah haaa, mulai lagi dia bergara.


Hehehehehe, santai bro. Nah nah ini untukmu.


Awasss najis dari tanganmu.


Issss, segitunya kau Ko, gaknya bau tanganku. Paling bau ketek, hahahahahahaha.


Jorok kali kau Sep, cuci tanganmu sana.


Bercandanya ketua. Jangan serius kalilah aaahh, gak enak nanti kita. Ya gak Ron.


Iya iya. Apalah yang nggak sama mu Sep.


Tos lu, emang kau yang ngerti aku Ron.


Aaalaaa caper kau Sep, paling biar ditambah lagi ni makanannya.


Kok tahu pula kau To. Wah ada telepati kita nih.


Ehe ehe.


Kenapa Ko, cemburu kau karena aku bilang kek gitu sama Anto. Tenanglah Ko, tetap kau nya nomor satu untuknya, yakan To?


Hmmmm..


Haaa dengar tu Ko. Jangan cemberut mukamu kau buat, kasihan aku. Hahahahahahaha.


Eh kampret kampret. Ku lempar juga kau lama-lama Sep.


Jangan Lama Ko, langsung aja.


Aaaiiihhhsssss.


Oup oup oup, jangan Ko takut aku. Udah keluar tandukmu kulihat.


Haahaha hahahahhahaha.


Sep Sep, emang kang lawak kau nih.


Iya, kurasa talent nya itu ya.


Nggaklah Ron, sama kalian ajanya aku kek gini. Dari dulu mana ada Teman seru seruan ku kek sama kalian ini.


Masa?


Iya, kan aku pemalu dulu.


Iyakah, tapi perusuh nya nampak nya kau Sep.


Kan sekarang, itu karena kalian juga nya.


Iya iya, berarti bagus dong berteman sama kami.


Iyalah Har.


Guys, udah lama kita disini, kasih waktu Roni istirahatlah lagi. Ron, kami balik ya. Cepat sembuh.


Makasih ya kalian udah datang kesini.


Pastilah Ron. kami pulang ya.


Iya hati-hati.


Dahhh.

__ADS_1


Daaahhhh.


__ADS_2