
Lyly sedang berjalan menuju warung dekat rumahnya sore hari.
Permisi, bu beli.
Yeah, beli apa.
Bu, beli gula sekilo sama tehnya sekotak.
Tunggu ya.
Ya bu.
Ini. 22ribu dek.
Ini bu. makasih.
Ly, dari mana?
Ini habis dari warung bu Desi bu.
Oh.
Mari bu.
Iya iya.
Dijalan ia melihat seorang anak kecil sedang dipalakin sama dua orang lelaki dewasa dan ia bergegas mendekat.
Bang, jangan ganggu anak itu.
Kamu siapa sok ngatur kita.
Aku bilang jangan ganggu anak itu, dengar tidak.
Kalau kami ganggu emang kenapa?
Gak kenapa-kenapa sih, cuma ngasih tahu aja.
Ya sudah, pergi sana.
Tapi bang, nanti abang bisa saya laporin loh.
Laporin apa?
Oh abang beneran mau dilaporin nih?
Aaahh sewot amat nih cewek, sini loh.
Eh, bang apa-apa. Lepasin saya.
Lu yang sok ikut campur, makanya diam aja. Noh rasakan.
Iyah Iyah Iyah, paaakkkkk. main-main sama saya,nih rasain. mampus gak lu.
Aduh.
__ADS_1
Makanya jangan nyusahin orang, dikasih tahu malah mau jahatin aku pula. Nih hah. Emang enak.
Hahahahaha,yeeehhhh.
Eh dik. Kamu pulang sana. Biar kakak yang urus abang-abang jahat ini.
Hati-hati kak.
Iya, cepat sana.
Vin, kabur aja.
Aaahhhhh, awas kamu ya.
Woiii, jangan lari lu.
Lyly, siapa itu?
Eh, pak RT. Itu tadi mau malakin anak kecil.
Trus kenapa lari sampai kek gitu?
Iya, saya hajar. Biar kapok.
Wah, kamu ini gak ada takut-takutnya ya.
Risih aja gitu pak, lihat orang yang jahatin orang lain.
Iya juga emang.
Bagus-bagus. Gak salah sih kalau kamu pemenang atlit taekwondo.
Hehehe, bapak bisa aja.
Kan emang bener. Orang tuamu pasti bangga sama kamu. Bapak saja bangga lihat kamu punya talenta kek gitu.
Ahhh, Lyly jadi malu. Tapi makasih pak.
Iya, ya sudah bapak pergi dulu.
Iya Pak. Hati-hati.
Lyly pulang tanpa bawa pulang gula dan teh yang ia beli.
Lyly, kenapa lama sekali.
Maaf Bu, tadi ada urusan ditengah jalan.
Urusan apa sih kamu ini. Mana yang ibu suruh beli tadi?
Hah, oh iya mana ya. Waduh. Mampus aku, ketinggalan dijalan tadi pas berantem.
Berantem?
Tunggu ya bu, gak lama kok.
__ADS_1
Ly,kemana lagi?
Bentar Bu.
Lyly, kembali ke jalan tempat ia taruh belanjaannya tadi. Dan melihat adik yang ia tolong tadi memegang belanjaannya dan memberikannya padanya. Lalu ia kembali pulang kerumahnya.
Bu, ini dia.
Mana?
Lamanya, ya ampun kamu ini.
Hihihi.
Sini biar ibu buatin, tamu udah dari tadi nunggu.
Iya bu.
Kamu siapin cemilan dipiring.
Baik bu.
lalu antar ya.
Siap.
Tamu yang datang kerumah adalah keluarga jauh yang kebetulan lewat lalu mampir, itu sebabnya tak ada persiapan bagi ibunya untuk menyiapkan keperluan dapurnya.
Lyly, kemari sebentar nak.
Iya bu.
Sini, ibu mau kenalin kamu.
Ini keluarga kita yang dikampung, adeknya ibu. Kamu bisa panggil paman dan bibi ya nak.
Baik bu.
Halo paman, halo bi.
Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu ya.
Loh kenapa buru-buru?
Takut nanti kemalaman.
Oh gitu, ya sudah.kalian hati-hati ya.
Ya. Kami pergi ya.
Hati-hati dijalan paman, bi.
Iya Ly, jangan lupa datang ke kampung ya.
Hehe, iya paman.
__ADS_1