Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Karena Roni tak menemukan hp milik cewek yang membela Lyly saat itu tidak ada,ia panik karena ia sudah berjanji akan memulangkannya selesai urusan dari kantor polisi"


Sayang hp siapa sebenarnya yang kamu cari?tanya Mamanya bingung lihat anaknya krasak krusuk mencari hp.


Itu Ma,hp cewek yang membela Lyly.Aduh...aku sudah janji akan mengembalikannya.


Ya sudah nanti kita pikirin soal itu.Sekarang cerita sama Mama kelanjutannya gimana?


Habis itu Roni khawatir karena Lyly ke toiletnya lama,terus Roni susul ke toilet.Pas Roni ke sananya, Roni lihat Lyly dibawa sama petugas keamanan cafe itu.Roni hentikan mereka dan bertanya mengapa menangkap Lyly,lalu salah satu cewek maju ngasih tahu yang terjadi dari vidio di hpnya.Pas Roni lihat,Roni gak terima dengan kekerasan yang dialami Lyly,terus Roni hubungi polisi buat nuntut cewek brutal itu dan kami ke kantor polisi.Nah pas sampai dan beri keterangan polisinya minta kami pakai pengacara,terus Roni telepon pak Lukman.Eh,gak tahunya pak Lukman datang sama papa dan meminta damai sama tuh cewek brutal.Terus papa juga suruh Lyly pulang sendiri,disitu Roni gak bisa ngapa-ngapain Ma karena ditahan sama bodyguardnya papa.Lyly hari ini pasti syok banget Ma,dia pulang sendiri malam-malam dan dalam situasi kayak gitu.Roni gak tahu harus gimana Ma.Apa yang harus Roni lakukan, papa juga sudah tahu Roni pacaran Ma.


"Setelah mendengar cerita Roni,mamanya pun memeluk Roni kembali saat ia ingin menangis lagi"


Mama tahu ini pasti beban buat kamu,ditambah lagi Lyly mengalami kejadian seperti itu.Kalau untuk masalah kamu ketahuan pacaran biar Mama bicara sama papamu nanti.Tapi sekarang,coba hubungi Lyly apa dia sudah sampai rumah apa belum.


Iya Ma.


"Mendengar saran Mamanya,Roni pun segera mengambil hpnya dan menelepon Lyly.Namun sayang hp nya tidak aktif.Hal itu membuat Roni semakin kalut dan ia semakin tidak bisa mengendalikan emosinya."


Sayang sayang tenang dulu.Mungkin Lyly sudah tidur,kamu jangan seperti ini Nak.Nanti kamu bisa sakit.


Gimana Roni bisa tenang Ma,Roni bahkan gak tahu Lyly sudah sampai rumah atau belum.


Percaya saja Nak,dia pasti sudah sampai dirumahnya .


Gak bisa Ma,Roni harus melihatnya sendiri.


"Dengan kegelisahannya itu,ia pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci motornya"


Jangan sayang,kamu saat ini tidak boleh bawa motor,pikiranmu saat ini kacau Nak.Dengarin Mama sayang.(ucap Mamanya sembari memeluk Roni dari belakang agar ia tidak pergi)


Lepasin Roni Ma,Roni harus tahu keadaan Lyly Ma.Ini semua salah Roni,tolong Ma lepas.


Tidak Nak,Mama gak bisa lepasin kamu,Mama gak mau terjadi hal buruk sama kamu sayang.

__ADS_1


"Mendengar keributan diruang tamu,Papa Roni pun segera keluar kamar"


Hei...mau kemana lagi kamu,haa?(teriak Papanya lantang)


Tolong Ma lepasin Roni sebelum Papa kesini.


Tidak Nak....


Aaaaggghhhhh....(Roni melepaskan pelukan Mamanya dan berlari keluar)


Pak Wan,pak Malik tangkap Roni,dan jangan biarkan dia pergi.(teriak Papanya sekeras mungkin dari dalam rumah)


"Mendengar teriakan itu pak Wanto dan pak Malik selaku sekuriti rumah yang tengah duduk didepan rumah pun segera bertindak dan menghalangi Roni untuk pergi"


Lepaskan aku Pak.Aku ingin lihat pacarku,tolong Pak.


Maafkan kami Den,ini perintah Tuan besar, kami tak bisa membantu.(ujar sekuriti)


"Terlihat Papa dan juga Mamanya keluar dan menghampiri Roni yang dipegang erat oleh bodyguard serta sekuriti"


"Tamparan keras pun mendarat tepat di pipi Roni,membuat bibirnya sekejap berdarah"


Papa tolong jangan pukul Roni.(ujar Mamanya dan menangis saat itu)


Diam kamu,ini akibat karena kamu gak becus ngurus anak,dia jadi pembangkang seperti ini.(bentak papa Roni)


Iya ini salah Mama,tapi tolong jangan pukuli Roni,Pa.


Aaaagggrrhh ...kenapa gak sekalian Papa bunuh Roni sekarang.


Masih berani kamu bicara....


"Terlihat tangan Papanya ingin melayang kembali namun Mamanya dengan sigap berdiri didepan Roni untuk menghalangi tindakan Papanya itu"

__ADS_1


Ayu awas kamu,biar anak ini tidak jadi anak yang pembangkang seperti ini,awas saya bilang.(bentak kembali Papa Roni)


Tidak,saya tidak akan biarkan kamu menyiksa anakku seperti ini.(bentak Mama Roni yang terlihat marah saat itu)


Kamu masih saja belain dia.Aaaagggrrrhhh...kalian berdua bawa dia ke kamar,kunci dan awasi dia, jangan biarkan keluar sebelum saya perintahkan.


Baik Tuan.(serentak mereka menjawab)


"Akhirnya Roni dibawa paksa oleh pak Wanto dan pak Malik ke kamar"


Dan kamu,ikut saya.(ujar Papa Roni sembari menarik tangan istrinya)


"Keduanya pun pergi ke kamar utama,dan berdebat cukup sengit atas apa yang terjadi"


Maksud kamu apa belain dia seperti itu,mau nantang saya,iya?(bentak suaminya)


Kamu sudah sangat keterlaluan,harus berapa kali saya katakan jangan pernah kamu sakiti Roni.Tapi kamu masih juga melakukannya.Kamu pikir Roni itu boneka yang bisa seenaknya kamu perintah,haa?(balas balik istrinya)


Kalau bukan dengan cara seperti itu,dia tak akan mau mendengarkan orangtuanya,kamu paham?


Seperti kamu yang paling benar dalam mendidik anak,ciihhhh...apa kamu tahu tentang anakmu sendiri haa? Yang kamu tahu hanya bisnis,perusahaan,dan pergi keluar negeri.Kamu bahkan tak pernah tanya apa kesukaan Roni,apa minatnya,apa bakatnya.Pernah kamu tanya dia,pernah kamu bicara secara pribadi sama dia sebagai seorang Papa, haa? Tidak,tidak pernah sama sekali.Jadi jangan kamu mengajari saya.


Sudahlah bicara sama mu tak akan pernah bisa,selalu saja kamu menyalahkan aku karena selalu bekerja.Aku juga bekerja untuk kalian berdua,jika bukan karena aku,kalian tak akan menikmati kemewahan yang selama ini kalian rasakan.


Alah,selalu itu yang kamu banggakan.Selalu itu yang kamu sebut-sebut setiap kali kamu berdebat seperti ini,tak pernah aku dengar jawaban lain dari mu selain itu,bahkan telingaku sudah sangat panas mendengar mu bicara itu.


Lihatlah,kamu tak pernah menghormati dan menghargai ku sebagai suami yang sudah bekerja keras.


Menghormati,menghargai kamu bilang,jika aku tak menghormati dan menghargai mu tak kan mungkin aku bisa bertahan dengan mu sampai sekarang.


Kalau benar kamu menghormati dan menghargai ku ,seharusnya kamu mendukung caraku mendidik Roni seperti ini.


Alah,tindakan kekerasan bukanlah cara yang tepat bagi orang tua dalam mendidik anaknya,camkan itu baik-baik.

__ADS_1


Aaggrrhh...susah sekali buat kamu mengerti.


"Karena Papa Roni sudah mulai capek berdebat,akhirnya ia pun mengalah dan pergi dari kamar"


__ADS_2