Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

Dengan pertemuan itu Hardi sampai menitikkan air mata.Dan hal itu membuat Karen semakin tak mengerti dengan siapa dia sedang berhadapan.


Har,kau kenapa nangis?(tanya Karen dengan mata masih melotot kepada Hardi dan juga pria itu)


Ron,aku sangat merindukanmu.(ucap Hardi tanpa menjawab Karen)


Sama Har,aku juga.


Setelah pandang memandang dan akhirnya mereka mulai berbicara menghilangkan kebisuan dan ketidaktahuan Karen saat itu.


Ron? maksudnya Roni,nama yang tadi membuat Lyly pergi?(ujar Karen dengan menarik Hardi agar merespon pertanyaannya)


Iya! Ini Roni,lalu kau mau apa?(bentak Hardi sembari melepaskan pegangan tangan Karen)


Eh,kau buat apa kau tiba-tiba muncul disini dan merusak semuanya.Haa?(teriak Karen pada Roni)


Maksud kau apa teriak kek gitu sama Roni.Kau pikir dengan pernyataan cintamu itu Lyly bakal mau nerima kau? Cuiiihhh....jangan mimpi kau Karen,Lyly tak akan pernah mau nerima mu sampai kapan pun.Cam kan itu!(dengan tegasnya Hardi berbicara kepada Karen)


Hahahaha,gak mungkin Lyly mau ngelapasin aku yang sudah jelas-jelas nemani dia sejak bertahun-tahun di Universitas ini.Bahkan dia juga tahu aku dengan sabar menunggu jawaban cinta darinya.Jadi Har,kau gak usah sok mau adu aku sama nih cowok ingusan.(ujar Karen dengan penuh percaya diri)


Har,kalian ini bicara apa.Maksudnya apa ini? Apa Lyly sudah melupakan aku dan dekat dengan cowok lain?(tanya Roni penasaran)


Iya mau gimana lagi Ron.Tahu sendiri kan,kau gak ada kabar sama sekali hingga bertahun-tahun lamanya.Jadi iya tentu Lyly dekat dengan cowok lain.Bahkan lebih banyak dari yang kau pikirkan.Karena Lyly di kampus itu adalah idolanya para cowok-cowok Har.(jelas Hardi kurang bersemangat)


Jadi,ini cowok cuma salah satu dari yang menyukai Lyly,Har?


Iya Ron.


Eh,maksud kau apa bilang cuma salah satu.Bukan salah satu,tapi satu-satunya.Kau pahami itu.Satu-satunya!(ujar Karen sembari menunjuk-nunjuk Roni)


Hoi...kecebong.Kau gak usah kepedean,Lyly gak bakal mau sama cowok petakilan kayak kau.(ujar Roni menunjukkan kejantanannya untuk melawan Karen)


Apa...? Kecebong kata mu? Kurang ajar...


Plaaakkk....

__ADS_1


Sebuah tinju keras melayang tepat diwajah Roni,sebab ia membiarkan Karen memukulnya.Karena sejak awal ia tak ada niat untuk menahan serangan yang dimulai dari siapa pun,walau ia jago dalam hal tinju meninju.Karena yang ia tahu,ia belum lama ini kembali ke Indoneaia setelah sekian tahun dan ia tak boleh melakukan kekerasan kecuali orang lain yang memulainya.


Ron...kau gak apa-apa?(tanya Hardi saat melihat serangan yang tiba-tiba dikerahkan oleh Karen)


Cuihh...segitu doang sok mau melawan dan memanas-manasi aku.Jangan sok bilang aku kecebong,petakilan,makan tuh tinju,belagu banget.Baru juga nampak disini sok udah jagoan ngatai orang seenaknya.(ujar Karen yang marah karena tak terima dengan perkataan Roni tersebut)


Karen...kau gila ya,main pukul orang seenaknya.Mau aku laporin ke polisi kau haa??(ujar Hardi kesal dengan tindakan Karen)


Hahahaha,kenapa? Apa dia menangis habis kena pukulan dari ku?


Terlihat Karen menikmati apa yang ia lakukan kepada Roni.Ia tak menyadari kalau tinju yang ia layangkan ke wajah Roni hanya karena Roni membiarkannya terjadi.


Aduh...banci satu ini memukul seperti semut.Hahahahahaha...(ujar Roni memancing kemarahan Karen)


Ron,jangan pancing amarahnya terus.Bisa habis kamu digebukin sama dia nanti.(ucap Hardi khawatir mendengar Roni sengaja memancing Karen marah)


Sialan...


Plaaaakkkkk...


Kali kedua Karen meninju wajah Roni dan Roni masih membiarkannya begitu saja.


Kurang ajar...sini kau brengsek!


Saat kali ketiga Karen ingin memukul Roni,tangannya dengan sekejap dipelintir oleh Roni,dan Karen pun merintih kesakitan.


Bagaimana? Apa ini sakit?(tanya Roni saat masih memelintir tangan Karen)


Nggak...(jawabnya)


Yakin,hem...(Roni semakin menguatkan pegangan tangannya)


Nggak...(dengan jawaban sama Karen berusaha terlihat baik-baik saja)


Baiklah,kalau begitu akan aku patahkan...(dengan semakin kencang Roni memelintirnya)

__ADS_1


Iya iya,sakit sakit...lepas!(ujar Karen memohon untuk dilepaskan)


Baiklah,nih aku lepas...(jawab Roni dan melepas tangannya sembari mendorong Karen hingga terjatuh)


Aaaahhh....aaaauuuu....hhhh


Terlihat Karen merintih menahan sakitnya tangan yang dipelintir oleh Roni.


Gimana Karen,apa kau masih ingin melawan Roni?(tanya Hardi)


Tentu.(jawabnya dengan pelan)


Apa?(tanya Hardi dengan keras)


Iya.(balas Karen dengan teriak)


Wah...ini orang gak bisa dipercaya ya.Udah kesakitan gitu masih mau melawan,gila dia nih.Apa Lyly gak cek dulu nih cowok layak didekatnya apa bukan ya.(ucap Hardi meremehkan kelayakan Karen untuk bersanding dengan Lyly)


Gak usah sok jago kau Har,kau juga belum tentu bisa ngalahin aku.(ujar Karen saat ia berdiri menunjukkan kehebatannya)


Oh...kalau itu tentu kau menang melawan ku,aku kan gak pernah latihan apapun soal beladiri.Yang aku pelajari kan musik,jadi ya tangan ku ini harus lemah lembut dalam memainkan musik,bukan memukuli orang.Paham?


Lalu buat apa kau meremehkan orang lain jika dirimu saja gak bisa.Jangan menyepelekan orang lain Har,aku gak pernah mau memusuhi mu.Tapi dari bicaramu dari tadi gak enak aku dengar,aku tahu kau sahabat Lyly tapi jangan samakan anggapanmu itu sama dengannya.(ucap Karen dengan karisma dan kedewasaannya saat ia serius dalam kata-katanya)


Iya Har,jangan seperti itu.Kehebatan seseorang itu ada aja kelebihan dan kekurangannya.Jadi kita jangan meremehkan siapa pun Har,kecuali dia.Hahahaha.... (ucap Roni semakin membuat Karen panas)


Hahahahahaha...benar tuh Ron.(jawab Hardi membenarkan ucapan Roni)


Emang brengsek kalian berdua.Lihat saja,aku akan katakan pada Lyly apa yang kalian lakukan samaku hari ini.Kalian akan lihat pembelaannya untukku,dan jangan harap Lyly menerima dengan senang hati atas keremehan kalian terhadap ku.Akan aku pastikan kalian kena batunya dari Lyly nanti.


Setelah Karen mengatakan itu ia segera pergi meninggalkan Roni dan Hardi.


Apa dia ini anak mami,mengapa dia ada niat mengadu sama cewek.Hahahaha... (ujar Roni)


Hahahaha... aku rasa dia bakal nangis dan mengadu juga pada maminya dirumah nanti Ron.(ucap Hardi)

__ADS_1


Aku rasa sih iya Har,karena wajahnya terlihat sangat malu dan ingin segera mengadu.Hahahaha...


Dengan tertawa terbahak-bahak Hardi dan Ron,lupa untuk mengejar Lyly saat itu.


__ADS_2