Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

Pagi hari Roni datang kerumah Lyly dan hal itu mengagetkan Lyly saat ia membuka pintu.Ia tak menyangka kalau Roni bakal menemuinya lagi dan datang kerumahnya.


"Maaf kami sedang tidak menerima tamu."


"Ly,jangan begitu.Ini aku Roni."


"Siapa Ly,kenapa tidak disuruh masuk kedalam?" tanya Ayahnya.


"Ini orang nanya alamat Yah."


"Owh."


"Ly,kumohon aku ingin bicara dengan mu."


"Gak perlu,maaf."


Dengan sikap Lyly yang tampak masih marah dengan Roni membuat Roni sadar dan kembali pergi menemui Hardi.


"Ada apa ini,apa aku memang sudah dilupakan olehnya,mengapa Lyly sangat dingin bahkan melebihi saat SMA," gumamnya saat ia pergi dari rumah Lyly.


"Apa ini benar? Apa aku gak salah lihat? Apa itu beneran Roni? Tapi mengapa dia tiba-tiba datang kesini,buat apa? Apa mungkin dia akan tetap di Indonesia? Apa maksud dia menemuiku? Apa dia ingin mempertanyakan hubungan kami yang tidak jelas itu? Apa Roni tahu kalau aku selama ini gak menerima cowok lain karena aku masih memikirkan dia? Apa Hardi memberitahunya soal aku selama ini dikampus? Apa dia mencari tahu tentang ku? Apa dia masih mencintaiku?"


Setelah Roni pergi,tampak Lyly memikirkan banyak hal didalam kamarnya.Ia merasa kalau pikiran-pikiran itu pantas ia pertanyakan saat ini.


"Har,ayolah temani aku.Mungkin jika kamu ikut Lyly mau menemuiku dan menerima kedatanganku," ucap Roni memohon saat dia menemui Hardi.


"Gak ada bedanya Ron,Lyly itu mungkin teramat sangat membencimu."


"Ayolah Har."


"Ah...aku takut Lyly marah sama aku jika aku membantumu lagi."


"Isss."


Disisi lain Karen datang kerumah Lyly setelah sejam lamanya sejak Roni datang.


"Ly,maukah kau keluar bersama ku.Kita jalan-jalan .Kamu senggangkan?" tanya Karen saat ia sudah duduk dirumah Lyly.


"Senggang sih,tapi aku..."


"Ayolah.Kan kamu sudah janji sebelumnya bakal mau aku ajak jalan keluar.Aku juga ingin mendengar jawaban dari mu soal itu."

__ADS_1


"Iya sih.Masalahnya aku sedang badmood.Apa harus hari ini?"


"Iya Ly."


Karena Karen tahu ada Roni,ia takut kesempatan untuk mendapatkan Lyly hilang begitu saja sejak ia menantikan Lyly sebagai pacarnya.


"Baiklah.Tunggu sebentar aku ganti baju dulu."


"Iya."


Menunggu Lyly berganti pakaian,tampak Karen hanya duduk dan bermain hp.Ia tak menyadari kalau Ibunya Lyly sedang melihatnya dari jauh.Terlihat Ibunya Lyly tak begitu menyukai Karen sejak lama,sebab hatinya hanya menginginkan Roni sebagai mantunya.Namun Lyly juga tak menghiraukan Ibunya saat mengatakan ketidaksukaannya terhadap Karen.Lyly masih saja berhubungan dengan Karen hingga sekarang.


"Karen,aku sudah siap.Yuk berangkat," ajak Lyly dan tanpa pamit kepada Ibunya mereka pergi dari rumah.


Didepan pagar Hardi dan Roni terlihat sedang turun dari mobil.Dan Lyly melihat mereka saat keluar dari dalam rumah.


"Ron,itu si Karen sama Lyly kayaknya mau pergi deh."


"Hah,aku gak bisa biarin ini."


"Ayo Ron,sebelum Lyly menerima cintanya Karen.Ia pasti menantikan jawaban dari Lyly."


"Iya Har."


"Mau kemana Ly?" tanya Hardi.


"Mau jalan bareng Karen,Har."


"Ly,aku mau bicara sama kamu," ucap Roni mendekati Lyly yang berada disamping Karen.


"Eh,kau ngapain dekatin dia lagi.Awas..." ujar Karen menepis tangan Roni yang memegang tangan Lyly.


"Kau apaan sih.Mereka butuh waktu bicara,kau gak usah ribut," jawab Hardi membantu Roni.


"Ikut campur terus kau Har,heran."


"Ly,aku mohon.Aku ingin bicara berdua denganmu."


"Karen ayo kita jalan."


Tanpa merespon Roni,Lyly segera pergi jalan duluan meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Rasain Lu,wueeekk..." Ledek Karen karena merasa dia menang dari Roni.


Tak terima dengan ledekan itu Roni berlari mengejar Lyly dan mendekap tubuhnya.


"Ly,kumohon dengarkan aku.Semua yang kamu pikirkan selama ini salah.Aku setia sama kamu dan hanya kamu dihatiku Ly.Kumohon dengarkan penjelasanku dulu.Jangan pergi dengannya."


"Eh,maksud kau apa larang-larang dia pergi denganku,gila kau ya.Udah gak tahu malu gak tahu sopan.Sana kau,buat apa memeluk dia," ucap Karen berusaha menjauhkan Lyly dari Roni.


"Ly,aku masih sayang samamu,aku masih cinta samamu.Tolong jangan terima dia Ly.Kumohon."


Tanpa ragu Roni mengutarakan isi hatinya,ia tak begitu peduli jika dia dikatakan tidak tahu malu.Karena yang ia pikirkan adalah mencegah Lyly menjadi milik lelaki lain.Ia tak rela akan hal itu.Dan mendengar ucapan Roni,Lyly sedikit melirik Roni dan berharap kalau itu benar,karena memang selama ini Lyly juga hanya menyimpan Roni dihatinya.Hanya Roni yang bisa meluluhkan hatinya,tak ada siapa pun dihatinya selain Roni.Saat ini ia sangat ingin memeluk Roni,namun hal itu terhalang karena ia masih harus memikirkan perasaan Karen.


"Maaf,bisakah kau tidak mengganggu.Kami ingin pergi," ucap Lyly dengan sangat berat hati.


Mendengar perkataan Lyly,Roni pun melepaskannya pergi bersama Karen dan ia hanya bisa terdiam dan hanya melihat kepergian mereka berdua.


"Ron,mengapa tak kau kejar?"


"Tidak Har,sorot matanya mengatakan jangan mengejarku.Aku gak bisa apa-apa selain membiarkannya pergi."


"Bagaimana jika dia menerima cinta Karen.Kau tak akan punya kesempatan lagi Ron."


"Aku gak bisa memaksakan kehendak ku Har,jika dia harus bersama lelaki lain itu sudah jadi pilihannya.Aku harus menerima lapang dada,mungkin ini karmaku karena sudah menyakiti hatinya dan menggantung hubungan kami sebelumnya."


"Ya ampun Ron.Kau bahkan jauh-jauh dari USA untuk dia,tapi ini yang terjadi.Sabar ya Ron,ayo kita pergi.Kita sebaiknya pergi minum,biar perasaanmu lebih baik."


"Minum apa maksudmu Har?"


"Minum anggur,alkohol,minum apalah yang bisa membuat perasaan enak."


"Tapi ini masih pagi."


"Gak ada aturan untuk waktu menikmati minum seperti itu.Itu semua tergantung hati.Ayolah?"


"Baiklah jika itu menurutmu baik.Aku harap aku merasa lebih nyaman dan tak terlalu memikirkan yang akan terjadi."


"Iya,kita tunggu saja kepastian dari hubungan mereka apa.Yang penting sekarang mari kita menggalau bersama."


"Kau juga Har?"


"Hah? Nggak.Maksudku kau Ron."

__ADS_1


"Oh,aku.Baiklah."


Akhirnya Hardi dan Roni pergi berdua mencari tempat untuk menghibur hati yang sedang galau.Mereka berdua tampak serasi dilihat dari sudut mana pun sebagai kakak dan adik.Sebab keduanya memiliki paras yang nyaris mirip layaknya saudara kandung.Dan hal itu pulalah yang membuat mereka terlihat sangat dekat satu sama lain.


__ADS_2