
"Tiba dirumah sakit Lyly, Hardi, Septian dan juga Riski tampak sangat khawatir akan kondisi Roni, sementara Anto dan Riko baru tiba dirumah sakit"
Guys, Roni gimana?
Belum tahu To, kalian kok lebih lama dari kami, tapi pakai motor balap To?
Ehh gak mungkin kami balapan dijalan, dan itu juga motor Roni, bukan motorku.
Tahu diri juga kau To. Hahaha.
Apalah kau nih Sep, pantang gak ada kau bilang.
Hehehehe.
Dok, gimana teman kami?
Dia baik, hanya kelelahan saja, jangan khawatir.
Makasih Dok.
Iya, saya permisi dulu.
Baik Dok.
Makasih Dokter cantik.
Seeeep, Seeeep. matamu gak bisa lihat yang bening dikit.
Kan Normal bro, jangan sewot dong.
Diam lu woiii, kita tunggu diluar biar Lyly disini, ya kan Ly???
Kenapa si Lyly yang didalam Har? Ntar, ribut lagi kek kemarin orangnya.
Nggak itu Ko, ayolah.
Iya iya ayo kita keluar, kasih mereka ruang.
"Lyly pun duduk di samping Roni dan hanya bisa terdiam memandang wajah Roni dengan mata sembab, ia merasa bersalah karena harus melihat Roni selalu jatuh sakit.Ia juga tak dapat menahan perasaannya dari menangis, ia terlihat sangat menyesal karena selalu acuh pada Roni, yang selalu ada untuknya disaat ia dalam kondisi tidak baik"
Guys, kalian gak lapar, kita bahkan gak sempat makan siang tadi.
Iya nih lapar woii, makan dululah, kan ada Lyly didalam jaga Roni.
Riski juga lihat tuh wajahnya pucat gitu, tapi aku salut sih dengan dia tadi, berani banget dia dorong siKristin, kalau sempat ketahuan wahhh lebih ngeri tadi tuh.
Iya Ris, kok bisa kepikiran kasih rencana begitu?
Sayangnya gagal ya, karena Kristin memang nekat buat jatuhin Lyly tadi, kalau sempat Roni gak sigap dan gak fokus Waah udah pasti celaka siLyly.
Iya iya, aku aja gak nyangka Kristin benaran jatuhin Lyly, iiihhh sadis emang tu cewek.
Kalian juga pasti gak fokuskan, karena ngerasa sudah selesai pas Kristin ditangkap sama Alex? Ya kan Har?
Jujur, aku emang udah merasa lega tadi, tapi emang gila siKristin. Gak mau berhenti dia.
Gimana dia sekarang ya? Abangnya aja sampai nyerah tadi lihat kelakuannya.
Aku rasa dia punya kelainan jiwa, iya gak sih kalian ngerasa gak dia agak beda gitu dari yang lain. Punya gangguan mental atau apa tuh?
Serasa Psikopat atau Sosiopat gak sih?
Iya To, orang kek gitu biasanya kesenangannya buat celekai orang, hingga terjadilah pembunuhan dan mayatnya dipotong dimasak trus dimakan,,,,iiihhhh.
__ADS_1
Horor kali ceritamu Ko. Macam benar saja.
Hahahahahahahahahahahah.
Makanlah yukkk.
Aaahh gak selera karena cerita dia tadi.
Eeehh, aku lapar nih.
Sendiri kau makan Sep.
Riski, ayo kita dua aja. Lapar juga kan?
Iya, ayolah, gak tahan aku woii.
Iya sudah ayo.
Septian, Riski. Aku ikut.
Tunggu lu woii, kita pamit pulang aja langsung.
Haaah, trus Lyly gimana Har?
Biarin dia yang jaga Roni, biar mereka juga bisa dekat, ya nggak?
Iya juga sih, tapi apa dia mau ditinggal sendiri disini, nanti dia pulang gitu aja.
Aku sih yakin kali ini nggak, soalnya aku lihat dia nangis tadi lihat siRoni kek gitu.
Waaah mungkinkah hatinya sudah mulai luluh?
Mana kita tahu, tapi ini kesempatan sih, gimana menurut kalian? Kita tinggal aja atau kita pergi makan dulu baru balik kesini lagi?
Ya sudah, ayo kita pamit dulu.
Berarti setuju ya.
Iya, ayooo.
"Mereka masuk kedalam ruangan tempat Roni dan menghampiri Lyly yang terlihat sedang tertidur di samping Roni"
Ly, heeiiii.
Hhhmmmm, apa Har?
Kami mau balik duluan, kamu gak apa-apa kami tinggal sendiri disini kan, buat jaga Roni?
Loh kenapa Har, aku trus gimana nanti pulang.
Kan, nanti pas dia bangun kamu suruh dia hubungi keluarganya buat datang kesini. Aman itu. Gak apa-apa kan?
Iya Ly, gak mungkin kan kita rame-rame disini. Kali ini aja Ly. Kasian Roni gak ada yang jaga, kalau dia perlu apa-apa siapa yang bantu nanti. Bisakan Ly???
Aduuuhhhh..
Bisanya tuh, lagian Roni datang buat nolong dia tadi, padahal Roni kan masih sakit. Masa iya dia gak bisa gantian buat nolong Roni.
Iya benar tuh kata Riko, tolong ya Ly jaga dia. Ayo Ayo Ayo guys, kita pulang.
Tapi Harrrrr, tunggu dulu. Aduh, kenapa sih mereka main pergi aja, aku kan belum selesai, aaaakhhhh. Gimana ini. HP ku gak bawa, Ibu pasti khawatir aku belum pulang jam segini.
Roniiii, ayooo bangun, kenapa kamu lama sekali bangunnya, ayo bangun Ronnn?
__ADS_1
Roooonii...
"Karena Roni tidak bangun juga,Lyly pun ingin keluar dan mencari orang yang mau meminjam HP nya untuk dipakai menelepon Ibunya, namun saat depan pintu Roni bangun dan memanggilnya"
Lylyyy, Lyly...
Roni, kamu sudah bangun, syukurlah. Mana HP mu, pinjam dulu?
Sayang kamu gak apa-apa kan?
Aduh nanti dulu deh Ron, pinjam HP mu dulu, sini.
Sayang aku gak bawa HP, tadi buru-buru buat nolong kamu.
Aduuuhhh gimana ini.
Emang ada perlu apa dengan HP?
Ibuku pasti khawatir aku belum pulang, aku gak bawa HP.
Yang lain kemana?
Mereka pulang semua ninggalin aku disini.
Bagus dong, biar kita bisa berdua disini, kamu kok bisa dibawa sama mereka ketempat seperti itu tadi, kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana?
Mana aku tahu mereka sejahat itu sampai mau membunuh.
Tapi kamu gak ada terluka kan sayang?
Nggak, tapi kamu kenapa nekat sih Ron, aku khawatir kamu tadi kenapa-kenapa saat kamu jatuh, kamu gila, gak mikirin kesehatanmu. baru keluar dari rumah sakit sudah sok jagoan.
Sayang aku kan gak mau kamu kenapa-kenapa, aku juga tahu dari Hardi soal itu.
Lagi-lagi Hardi. Sekarang kamu gimana, apa aku panggil dokternya?
Nggak perlu, aku cuma butuh kamu disini. Sayang aku minta minum dulu, tenggorokanku kering.
Tunggu sebentar...
Hhhmmm ini. Pelan-pelan.
Aku suka kamu perhatian kayak gini Ly, ternyata ada bagusnya aku sakit gini. Kalau nggak gak bakal kan kamu mau seperhatian ini sama aku?
Mulai lagi, udah fokus sama kesembuhan mu dulu. Jangan berpikir yang lain dulu.
Aku tinggal bentar, mau pinjam HP orang diluar.
Tapi sayang, aku lapar.
Iya iya, aku sekalian beli makanan, kamu mau apa?
Terserah kamu saja.
Eh, aku gak ada uang. Bagiii uangmu?
Hahahaha, lucu banget sih.. Uuuhhh pengen banget ku cubit. Siniii, naaahh. Katanya mau duit, ini ambil.
Hemmmm...
Uuuhhhh.
Apa sih, aku pergi bentar.
__ADS_1
Iya, Hati-hati sayang.