
"Kembali dihari senin selesai upacara dan belajar seperti biasa hingga jam istirahat berbunyi"
Ly, itu Roni sudah masuk. Kamu gak mau tanya kabarnya dia?
Dia marah sama aku Har. Dan gak mau lihat aku lagi.
Kok bisa, bukannya semuanya aman dirumah sakit kemarin?
Ntahlah Har, aku pergi ya. Mau ke perpus.
Gak ke kantin Ly?
Nggak Har, gak selera makan aku. Kamu aja, sorry ya aku pergi dulu.
Oh iya iya.
Har, mau kemana dia?
Perpus katanya.
Har, ke kantin yukkk.
Ron, itu siKristin gak jahat lagi, udah gimana dia?
Amanlah, sudah minta maaf dia. Katanya bakal berhenti jahatin siLyly lagi. Sudah kena marah dia sama ayahnya, abangnya kaduin dia soal waktu itu.
Syukurlah, tapi sama Lyly dia belum minta maaf Ron.
Gak masalah itu, asal dia beneran jadi baik aja sudah cukup.
Owh, iyalah. Ya sudah kita ke kantin yukk, lapar nih.
Kami gak kalian ajak?
Hahahahaha, ayolah. Jangan marahlah bro.
Ayo ayo ayo......
Kalian mau pesan apa, biar aku traktir.
Asyik, pasti makin enak nih dapat makan gratis.
Gak mau rugi emang gitu, pengen makan tapi gak modal. Iiihhh.
Jangan sok lah Ko, kan samanya kita. Kau juga sukanya makan gratis, gak usah munafiklah Ko.
Iyalah...
Habis makan kita ke mana?
Kekelaslah.
Janganlah Har, kebelakang aja.
Nggak nggak. Gak suka aku disana, banyak yang merokok, banyak pacaran.
Trus kemana?
Depan aja duduk-duduk, cerita apa kek. Nyanyi kek. Akhhh banyak yang bisa kita lakuin..
Ya sudahlah kalau emang itu pilihan mu Har, aku mah ikut aja.
Ya sudah kalian sudah selesaikan makannya, yuk pergi.
Buru-buru kali Har, kenapa?
Nggak enak sama yang lain, lihat tuh mau duduk gak ada bangku. Biar mereka bisa duduk disini haaaaah.
Eeeiiissss, perhatian kali Har. Cocok kau jadi calon ku.
Maksudmu apa Sep, calon apa?
Calon Abang ipar maksudku, ada kakakku belum ada cowoknya, bisalah kau sama dia walau beda usia.
__ADS_1
Aaaaiiihhh main jodoh-jodohan pula kau Sep.
Ya barang kali siHardi mau, kan gak salah.
Nggaklah Sep. Nggak minat aku buat jadi abangmu.
Hahahahahaha, langsung ditolak ya.
Jangan sedih Sep, masih ada siRiko. Kan dia ketawa tuh, mungkin emang niatnya biar sama dia kakakmu itu.
Iya Ko?
Iiiihhhh, siapa juga yang bilang aku mau sama kakakmu.
Anto kan yang bilang, berarti dia dong.
Aaakhhh sudahlah, kalian kek gitu kali sama ku, kakakku, bukannya jelek.
Lagian kau ada-ada aja mau jodohin kita sama kakakmu. Mana ada yang mau.
Salah aku bicara kek gitu, sudahlah ayo kita pergi.
Hmmm ayo ayo..
Awas Ron.
Upsss, maaf. Kamu gak apa-apa?
Aaaaiiisssshhh, siaaalalll.Itu buku saya kamu injak.
Ron, bukunya.
Oh iya iya Sorry, maaf ya. Ini.
Aduh bukuku, gimana nih. Harusnya jalan lihat kedepan dong. Ehhh mau kemana kalian?
Kenapa?
Kenapa,kenapa, nih buku saya kotor,lecet gini karena mu.
Enak aja, ganti dong.
Oh iya, saya ganti. Beli dimana?
Luar negeri.
Waduuuh Ron, gimana tuh. Jauh banget.
Luar negeri mana ya?
Jepang.
Ohh, apa gak bisa pakai duit saja?
Jangan gila kamu, emang segampang itu, ini saya belinya langsung disana. Jika mau beli lagi saya harus kesana dulu. Enak aja kamu cuma mau ganti pakai duit.
Lalu gimana, saya harus apa?
Ya kamu beli baru sama seperti ini juga, ini series keluaran terbaru, stok terbatas. Kalau kamu bisa usahakan saja sendiri, nih bukunya. Saya bakal tagih kembali nanti, nama kamu siapa kelas berapa?
Saya Roni, kelas 3A.
Baik akan saya kejar kamu sampai buku persis seperti ini balik lagi ketangan saya. Paham?
Eh gak bisa gitu dong, kenapa Roni harus ganti bukumu, yang jatuhin kamu kok tadi.
Kalian semua mau main keroyokan, dia sudah jelas-jelas jalan kedepan tapi mata lihat kesamping, gimana gak nabrak. Enak aja.
Kamu juga kenapa jalan gak hati-hati, kalau kamu tahu dia jalan lihat kesamping, harusnya kamu yang menghindar dong.
Waaah, jadi kamu nyalahin saya. Hebat banget ya, dia yang injak buku saya, malah nyalahin saya.
Ya kali aja kamu sengaja lakuin itu tadi, siapa yang tahu. Gak mungkin teman ku ini yang harus ganti ini buku, lagian ini cuma lecet dan kotor di sampulnya aja, kan isinya nggak. Kenapa kamu minta diganti?
__ADS_1
Heeeeiii, saya beli ini butuh perjuangan, kamu tahu. Seenaknya merusak gambar bahkan mengotorinya seperti ini siapa yang bakal nerima, haaaahh, dan kamu tahu apa arti edisi terbatas dari sebuah komik keluaran terbaru, haaaahh. Jangan asal ngomong kamu iya. Dia yang salah kamu yang sewot.
Sudah Har, jangan lawan dia.
Gak bisa gitu Ron, dia ini cuma manfaatin kamu. Dari caranya saja sudah kelihatan.
Apaaaaa???? Manfaatin kamu bilang, mulutmu itu bisa saya beli. Kurang ajar kamu, kamu pikir saya penipu?
Sudahlah, ngapain kalian jadi ribut berdua. Gini aja, saya akan usahakan mencarinya. Kalau saya gak dapat juga saya akan temui kamu. Namamu siapa kelas berapa?
Saya Vivi Leonita, kelas 2A.
Haaaahh, adik kelas tapi cara ngomongnya gak ada sopan-sopannya.
Heeeiii, kalau kamu gak bicara seperti itu saya juga gak bakal ngotot, mau kamu kakak kelas atau apa kalau kamu salah ya akui salah. Jangan berdalih seperti itu.
Bacotttt.
Sudahlah Har.
Ya sudah, Aku usahakan ya. Sekarang kami bisa pergi kan?
Silahkan.
Cewek sinting.
Apa kamu bilang?
Nggak ada, dia nggak ngomong apa-apa kok.
Iiiiissshhhhsssttt.
"Bel pun berbunyi dan mereka kembali ke kelas mengikuti pelajaran"
Roni, kamu sekarang gimana sama Lyly?
Gak gimana-gimana Kris, kami masih seperti biasa, kenapa?
Nggak, aku lihat kalian saling menghindar gitu. Apa karena masalah yang aku lakuin waktu itu?
Ntahlah Kris, sudah konsen aja belajarnya. Nanti kena marah guru lagi.
Oh iya iya. Tapi kalau apa, biar aku bicara sama dia.
Haaaahh?
Tenang tenang, aku gak bakal jahatin dia kok, cuma sekedar bicara. Aku janji.
Buat apa?
Ya buat dia ngerti, karena gak enak juga lihat kalian saling ngejauh gitu.
Aahh gak perlu Kris, biar aja.
Hmmm okeylah.
Ya udah fokus tuh lihat gurunya.
Iya iya, takut kali aku gebet lagi, heran.
Kali aja iya.
Huuu, siapa juga yang suka samamu Ron, gak tipeku kali.
Baguslah.
Hemmm. Dasar.
Fokus.
Hemmm.
Semuanya, silahkan bertanya jika tidak mengerti ya.
__ADS_1
Iya Bu.