Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Hari berikutnya saat Roni mengantar Lyly pulang sehabis dari sekolah ia berhenti sejenak didepan rumah"


Sayang,nanti malam kan malam minggu.Mau gak aku ajak keluar?.


Hmm,mau kemana Ron?.


Ya kemana aja.Sekarang aku hanya ingin tahu kamu mau aku ajak apa nggak?.


Kalau begitu kita lihat nanti juga,apa ibu dan ayah ngizinin aku keluar apa nggak.


Baiklah,kalau begitu ntar malam jam setengah 7 aku datang ya.


Iya.


Ntar,jangan lupa kamu berpakaian yang cantik ya.Soalnya aku pakai mobil nanti.


Loh kenapa pakai mobil? Ini kan ada motor Yang.


Aku pengen naik mobil,biar kamu gak masuk angin nanti kalau pakai motor.


Baiklah,tapi kamu yakin bisa nyetir mobil kan?


Bisa,kamu tenang aja.Dan lagian kita juga harus minta izin dulu kan.


Oh iya.


Ya dah aku pulang ya.


Iya, hati-hati dijalan Yang.


Hemm.....


"Tepat seperti kata Roni,ia sudah sampai jam setengah 7,dan segera masuk kerumah saat disambut Lyly didepan pintu"


Sayang,ibu sama ayah dimana?


Ada tuh lagi nonton.


Owh,tapi kamu kok belum siap-siap sih.


Iya,kan minta izin dulu,kalau sudah dapat izin baru aku ganti pakaian ku.


Baiklah,yuk kita izin dulu.


Bu,Ayah.Roni ada disini.


Salam Ibu,Ayah.


Eh Nak Roni,ada apa kemari?.(tanya Ayah Lyly menyambut jabat tangan dari Roni)


Duduk Nak.(ujar Ibu)


Hmm,gini Yah,boleh gak Lyly aku ajak jalan keluar?


Kemana Nak?.(sambut Ayah menjawab)

__ADS_1


Ya kemana aja.Nonton, barang kali,atau kecafe,atau yah kemana tempat anak muda biasa datangin Yah.


Ayah,ini kan malam minggu.(ujar Ibu mengerti maksud Roni)


Malam minggu,emang kenapa dengan malam minggu Bu?.


Ayah ini gimana sih,kan mereka juga butuh jalan-jalan.Kayak Ayah gak pernah muda aja.


Owh,iya iya.Lyly sendiri gimana,apa pengen jalan keluar juga.Tapi masa penampilannya begitu?.(ujar Ayahnya saat melihat Lyly berpakaian santai dirumah seperti biasa)


Hehehehe,Lyly sengaja gak ganti pakaian Yah,mana tahu Ayah dan Ibu gak kasih izin Lyly pergi.


Gak mungkinlah sayang,Ibu kan selalu kasih kamu izin kalau bersama Nak Roni.(jawab Ibu sigap)


Aahh,Ayah juga.Selama kamu happy dan Roni bisa jaga kamu dengan baik.Ayah pasti izinin selalu kok,gak pernah Ayah kekang kamu.


Jadi,sekarang Ayah izinin Lyly pergi?


Iya,kamu boleh pergi kemana kamu suka,asalkan Roni ada bersamamu.Ayah hanya bisa percaya sama Nak Roni.Iya kan Ron,kamu bisa jaga anak gadis saya baik-baik?


Oh iya tentu Ayah,tentu...(jawab Roni tegas)


Ya sudah,kalau begitu Lyly ganti baju dulu ya.


Iya sana gantilah bajumu,pastikan kamu cantik agar Nak Roni tak melirik gadis lain.Iya kan Nak?.(ucap Ibu menggoda Roni)


Hehehe...(Roni hanya tersenyum kekeh)


"Beberapa menit kemudian Lyly keluar dari kamarnya dan seketika Roni melotot karena Lyly terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna coklat keemasan yang ia kenakan"


Ya ampun Nak,gimana Roni gak melotot seperti itu,kamu cantik begini.Aduh manis banget,Ibu suka sekali melihatnya.(ujar Ibunya dengan senyum yang mengagumi anaknya sendiri)


Makasih Bu.


Nak Ron,heiii....(panggil Ibu sembari menjentikkan telunjuknya)


Sayang,jadi pergi gak nih,malah bengong dianya.(ujar Lyly cemberut)


Oh iya iya sayang jadi.(sontak Roni bangkit berdiri dan lupa untuk pamit)


"Melihat sikap Roni yang menggemaskan itu,Lyly dan Ibu serta Ayahnya tertawa terbahak-bahak karena wajah Roni sangat lucu saat menjawab Lyly"


Ya ampun sayang,kamu kenapa sih.Pamit dulu,main pergi aja.(ujar Lyly masih dengan tersenyum)


Oh iya iya,maaf.Ibu,Kami pamit dulu ya.(ujar Roni yang masih terpaku dengan kecantikkan Lyly)


Iya,kalian hati-hati ya.(masih dengan tersenyum saat melihat Roni)


Ayah kami pamit ya.


Kalian jangan lama pulangnya,dan diluar hindari pergaulan yang tidak benar.(ujar Ayah dengan wajah serius)


Baik Ayah.


Ibu,Ayah.Lyly pergi dulu ya.

__ADS_1


Iya sayang,dah....(jawab Ibu dengan semangat)


"Kemudian mereka keluar rumah dan didepan rumah terlihat mobil sport yang terlihat sangat cantik terparkir didepan rumah.Hingga membuat Lyly melongo tak percaya kalau Roni benar membawa mobil"


Ya ampun sayang ini beneran kamu bawa kesini?.(tanya Lyly dengan mata yang masih kaget)


Iya sayang beneran gak mungkin bohong, kan ada disini sekarang didepanmu.


Iya tapi gimana kita memakai ini,bukannya ini mobil kecepatannya tinggi banget ya?


Iya,tapi aku bisa kendalikan kok.Kamu tenang aja ya.


Aduh Ron,bagus naik motor dari pada ini.Aku takut.


Sayang,kamu gak suka dengan mobil seperti ini?


Aku suka jika hanya melihat saja,tapi kalau untuk dipakai aku ngeri sayang.Maaf ya aku mengatakan ini.


Aduh,aku gak tanya kamu dulu tadi suka mobil apa.Trus ini kita gak jadi pergi Yang?


Ya jadi,kamu juga susah payah kesini buat ajak aku,belum lagi minta izin.Gak mungkin kita cancel sayang,kasian kamunya capek.


Aku sih gak apa-apa,asal kamu nyaman aja,itu yang terpenting buatku.Aku gak mungkin memaksamu buat naik ini kalau kamu merasa takut.


Untuk kali ini aku akan coba,tapi untuk kedepannya aku gak mau Yang.Aku lebih suka mobil biasa saja,yang lebih kek SUV,atau jenis mobil keluarga yang biasa dipakai orang gitu Yang,ngerti kan maksud ku?


Iya aku ngerti,ya sudah kalau begitu kita berangkat ya.Kalau kamu nanti merasa gak nyaman,katakan padaku.Jangan ditahan.Okey?


Iya.


"Terlihat Roni memberitahu Lyly cara memasuki mobilnya dan kemudian mereka pun pergi kebioskop untuk menonton"


Sayang,kita mau nonton apa?(tanya Lyly yang terlihat kikuk saat baru sampai disana)


Ini Yang.(menunjuk film yang akan ditonton)


Owh,okey.


"Mereka pun masuk selesai membeli tiket dan snack serta minuman"


Sayang,kamu merasa ada yang aneh gak sih?(tanya Lyly sembari menggandeng Roni)


Aneh kenapa Yang?


Itu haa,mereka pada lihatin kita,aneh gak sih.Apa ada sesuatu yang salah dari kita berdua?


Hahaha,mereka mungkin lihatin kita karena kamu sangat cantik sayang.Sudah,jangan pikirin mereka.Mari kita masuk saja.


Akh kamu ini...(sembari mencubit Roni)


Auuhh,sakit Yang.Suka banget sih nyubit.


Habis kamu gemesin tahu,hehehe...


Ya dah,masuk yuk.

__ADS_1


Iya.


__ADS_2