
Senin pagi Lyly siap-siap berangkat kesekolah.
Ly, tunggu dulu nak, ini bawak cemilanmu, nanti kan kamu ada latihan nak.
Oh iya.
Ini nak, habiskan ya.
Siap, Lyly berangkat ya bu.
Hati-hati dijalan nak.
Pak, pak tunggu.
Kamu ternyata.
Iya pak.
Bukannya ini terlalu pagi kamu berangkat sekolahnya.
Ini hari senin pak, ada upacara dan saya juga harus piket pagi ini pak.
Oh, rajin sekali kamu ya.
Hehe, gak kok pak. Emang karena tugas aja.
Bus yang lain kamu kenal juga gak?
Bus yang mana pak?
Bus yang warna ini juga tapi beda supir.
Oh, pak santo. Kenal pak.
Bapak dengar bapak itu sudah tak bekerja jadi supir lagi.
Loh kenapa pak?
Iya, karena sudah berumur juga.
Wah, padahal tiap pulang sekolah, Lyly naikin Bus itu.
Oh kamu kenalnya jika pulang sekolah ya?
Iya pak, sering cerita juga sama kayak bapak, soalnya kan Lyly suka duduk didepan gini.
Iya, kadang supir juga butuh teman untuk bicara, biar gak ngantuk.
Iya, Lyly juga sering dibilang gitu sama pak santo, katanya senang kalau Lyly ajak bicara.
__ADS_1
Bagus itu.
Sekalian Lyly perhatiin juga jalanan samping kiri kanan, mana tahu bapaknya kurang jeli lihat, Lyly bantu bilangin.
Bagus, bagus. Kamu emang pintar ya.
Ahh, bapak nih selalu bilang gitu.
Kan emang iya, bapak kalau punya anak, pasti bangga sekali jika anak bapak pintarnya kek kamu.
Emang bapak gak punya anak ya?
Sekarang sih nggak, bapak dulu punya anak laki, tapi sudah meninggal karena tenggelam, hanyut di sungai sewaktu kecil ia bermain disana.
Waduh, berarti sudah lama ya pak.
Iya sudah lama, bapak juga sudah tua gini kan.
Berarti cuma tinggal berdua ya pak sama Ibu?
Iya.
Pak Lyly turun disini ya.
Loh kenapa, itu dekat lagi nyampe sekolah.
Oh, baiklah.
Kamu hati-hati ya.
Iya, bapak juga. Dah.
Setelah dari toko buku Lyly berlari menuju sekolah tanpa mempedulikan teman-teman sekolahnya yang berjalan.
Ly, Lyly?
Eh Har, ada apa?
Kamu ngapain lari, kan masih lama masuknya.
Oh, iya. Sekalian pemanasan biar kuat pas upacara.
Hmm, emang dasar atlit gitu ya.
Gak juga sih.
Sama aja, beda dari kami-kami yang bukan atlit,Lihat aja tuh pada jalan tadi.
Hehehe.
__ADS_1
Kalau aku gak panggil, mungkin kamu masih lari tadi.
Iya sih.
Kan, emang dasar kamu nih.
Kita langsung ke kelas ya.
Iya. Tapi Ly, kenapa kamu gak mau bicara sama teman lain selain aku?
Kamu kan ketua kelas.
Hah, jadi karena aku ketua kelas kamu mau bicara sama aku?
Ya gak gitu juga.
Ahh parah kamu nih.
Hehehehe.
Kan ketawa. Apa segitu tertutupnya kamu ya buat berteman?
Aku malas aja, ramai-ramai gitu.
Loh kenapa?
Ntah aku juga bingung.
Ya ampun, justru sewaktu sekolah lah kita, harus banyak cari teman.
Kenapa?
Ya, karena nanti kita setelah gak sekolah bakal kangen masa-masa ini.
Ah, kan bisa nanti, sewaktu kuliah.
Eh, masa SMA itu paling indah Ly.Makanya, kumpulin kenangan-kenangan sebanyak mungkin saat ini.
Bacot kamu, sudah nih aku mau taruh tas ku dulu.
Loh, belum selesai bicara loh aku Ly.
Aku mau piket dulu diruang latihan.
Oh, ya sudah.
Aku pergi, dah.
Hmm.
__ADS_1