
"Mendengar Bapak keamanan berbicara seperti itu tak membuat Roni sedikit pun bergeming.Ia masih tak rela atas apa yang telah dialami oleh Lyly".
Eh Pak,buat apa Bapak meminta itu sama nih cowok.Bisa saja dia hanya berpura-pura menghubungi polisi supaya nih cewek lepas begitu aja.(ujar Mbak itu tanpa ragu sedikitpun)
Hah,dia pikir aku main-main.Kita tunggu saja polisinya dan jangan bertingkah jika nanti kau ditangkap.(menunjuk Mbak itu dengan mata menatap tajam)
Mbak,sebaiknya Mbak minta maaf sama pacar Adik ini.Jika tidak,kamu benaran akan ditangkap nanti.Aku rasa dia serius dan tidak main-main.(ujar Bapak keamanan yang ada disebelah Mbak itu)
Alah,logatnya saja itu serius.Kalau memang benar iya,mana polisinya mana...?
"Beberapa saat setelah Mbak itu berbicara, muncullah dua orang polisi yang bertugas disekitar tempat itu dan segera mendekati kerumunan tersebut"
Permisi,Permisi...beri kami jalan.(ujar polisi yang maju didepan)
Itu polisinya,apa sekarang kau takut?.(ucap Roni)
Sial.(bisik Mbak itu)
Permisi Pak,kami mendapat laporan kalau di cafe ini terjadi tindak kekerasan dan siapa yang melapor?.
Malam Pak,terimakasih sudah datang.Saya Roni Pak,saya yang melapor soal kekerasan disini.Saya ingin menuntut cewek ini karena sudah berani berlaku kasar sama pacar saya dan ini buktinya.(ujar Roni tanpa basa basi dan ia segera memberi hp yang masih ada ditangannya)
Baik biar kami melihatnya.
Silahkan Pak.
"Semua orang yang melihat saat itu hanya terdiam dan menunggu keputusan polisi tersebut"
Baik,kami sudah melihatnya dan karena Adik ingin menuntutnya kami akan bawa kekantor dan pacarnya tolong ikut juga kekantor.Pak Ger,tolong bawa Mbak itu ya.
Siap Pak.Ayo Mbak ikut kami kekantor polisi.
Saya tidak mau, enak saja saya yang mau ditangkap,sudah jelas saya korban disini dan karena dia hp saya rusak.Lalu mengapa saya yang ditangkap,harusnya dia Pak.
Mengenai hal itu bisa kita bicarakan dikantor,sekarang silahkan ikut Pak Gerry kekantor.
Gak bisa,saya gak terima ini.
Pak Ger,ayo bawa dia sekarang kemobil.
Siap Pak.
Dan untuk Adik serta pacarnya mari ikut kami,dan hp ini akan kami bawa sebagai bukti.
Baik Pak.Mbak hpnya saya pakai dulu ya dan ini nomor saya.Mbak bisa hubungi kesini nanti untuk masalah hpnya.(ujar Roni kepada cewek yang memberi hp miliknya tadi)
Baiklah saya akan hubungi nomor ini nanti,tolong jangan abaikan.
Jelas Mbak,sekali lagi terimakasih atas bantuannya.
Sama-sama.
Makasih ya Mbak.(ucap Lyly )
__ADS_1
Iya Mbak.
"Setelah itu mereka pun pergi mengikuti mobil polisi tersebut dan tak lama mereka sampai dikantor polisi"
Silahkan duduk Mbak,dan Mbak ini juga(menunjuk Lyly).
Baik Pak.(jawab Lyly lembut).
Aissshtt jangan sentuh saya.(ujar Mbak itu yang masih kesal)
"Disaat polisi telah meminta keterangan dan mendata keduanya,polisi tersebut meminta Roni menyiapkan seorang pengacara jika ia benar-benar ingin menuntut Mbak itu,begitu pun sebaliknya Mbak itu harus memiliki pengacara untuk membelanya atas kasus kedua belah pihak"
Sayang bagaimana ini,kita gak punya pengacara.Apa sebaiknya kita berdamai saja dengannya.(bisik Lyly ditelinga Roni)
Tidak,kamu tenang saja.Aku pastikan dia akan menerima akibat perbuatannya sama kamu.(ujar Roni dengan tegas,ia tampak bersikukuh mengenai hal ini).
Bagaimana Dik,apa kamu punya pengacara?
Punya Pak,biar saya hubungi dulu.
Baik,silahkan.
Ron,kamu mau hubungi siapa?(tanya Lyly dengan wajah yang masih cemas)
"Roni terlihat sangat serius menelepon seseorang dan ia dengan tegas berbicara seolah sudah kenal sangat dekat"
Okey Pak,sebentar pengacara kami akan datang kesini.(ujar Roni kepada polisi yang menangani kasus mereka)
Baiklah,sembari menunggu sebaiknya Adik juga duduk.
Hei,kamu suruh siapa buat pura-pura jadi pengacara mu,haa?(tanya Mbak itu masih sama seperti biasa,terlihat sangat sinis dan sombong seolah Roni bukan orang yang mampu)
Kamu pikirkan saja dirimu,sewa pengacara mu sana,Hah...(balas Roni sinis)
Sayang sudah, jangan ladeni dia.(ucap Lyly pelan)
"Setelah hampir setengah jam mereka menunggu,akhirnya pengacara Roni pun tiba dikantor polisi dan ia segera mendekati Roni saat Roni memanggilnya"
Den,ada apa?.Mengapa sampai kekantor polisi segala?
Panjang ceritanya Pak Luk,sekarang tolong Bapak urus semua ini ya.Pastikan ni cewek benar-benar ditahan.
Baik Den.
Pak,ini pengacara kami.
Oh iya silahkan.
Selamat malam Pak,saya Lukman Darma selaku pengacara keluarga Roni Adiransyah.
Baik.
"Dengan panjang kali lebar pengacara Roni berbicara dan memutuskan untuk segera berdamai"
__ADS_1
Pak Luk,maksud Bapak apa berdamai,sayakan sudah bilang pastikan dia ditahan.
Maafkan saya Den,tapi Tuan Adi menyuruh saya melakukan ini dan sekarang beliau ada disini juga.
Haaaa...Papa disini? Kok bisa,apa Pak Lukman yang kasih tahu?
Maaf Den,saat menelepon tadi Tuan Adi ada didekat saya dan beliau mendengar semua yang Den katakan.
Gimana sih Pak,kacau sudah ini...(terlihat Roni panik dan menjadi gusar saat tahu Papanya ada dikantor polisi)
Sayang gimana ini?.(Lyly yang ikut mendengar pun panik,karena mereka takut ketahuan Papanya Roni kalau mereka berpacaran)
Aku juga gak tahu,semua ini karena Pak Lukman gak bisa diajak kerja sama.Uuuuhhhhh.....
Kenapa kamu marah-marah sama Pak Lukman,emang dia itu pengacara kamu?.(ujar Papa Roni saat mendekati mereka)
Pa.....(ucap Roni gugup)
"Lyly yang melihat sosok papa Roni yang sangat tegas dari raut wajahnya, membuat Lyly seketika menjadi patung,ia tak dapat membuka mulutnya untuk menyapa"
Pak Luk,sudah diurus semuanya?.
Sudah Tuan,Mbak ini mau berdamai dan perkara ini sudah selesai.
Baiklah,makasih Pak Luk.
Sama-sama Tuan.
Pak,apa mereka sudah diperbolehkan pulang?.(tanya papa Roni kepada polisi tersebut).
Sudah Pak,silahkan.Mbak juga sudah boleh pulang.
Baik,makasih Pak.(ujar Mbak itu).
Silahkan ikut saya Mbak untuk mengganti hp Mbak yang rusak itu.(ucap Pak Lukman).
Oh iya Pak.
Tuan, saya permisi ingin mengurus sisanya.
Siap siap Pak Luk.
Ron,ikut Papa pulang sekarang.(ujar papanya dengan terlihat sangat marah)
Tapi Pa,aku harus antar Lyly pulang dulu.
Apa dia gak bisa pulang sendiri,haa?
Nggak Pa,aku sudah katakan akan menjaganya baik-baik saat aku meminta izin sama orang tuanya.
Panggil taxi saja dan beri ongkos taxinya.
Tidak Pa,aku harus antar dia pulang.
__ADS_1
"Melihat perdebatan itu Lyly pun semakin takut dan matanya mulai berkaca-kaca melihat papanya Roni tak menerima dirinya saat itu"