Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Bahkan ditengah jalan pun Lyly masih tampak gusar akan kelakuan Roni yang terobsesi padanya"


Roni turunin aku disini, atau aku bakal locat nih.


Loncat aja, biar ditabrak truk yang dibelakang kamu.


Sialll, emang dasar brengsek kamu ya.iiiieeeeiihhhhhh iiiihh.


Eh eh, jangan. Nanti kita jatuh.


Biar sekalian mampus.


Duduk tenang atau aku nekat sama kamu nanti.


Eeeeeee iiiihhhhh.


"Roni pun tak kuasa melihat Lyly yang tidak bisa tenang saat dibonceng olehnya dan ia memilih berhenti dipinggir jalan"


Kamu ini apa-apaan sih, itu bahaya kamu tahu.


Kenapa kamu marah, aku kan sudah bilang gak mau, kenapa kamu maksa buat aku ikut sama kamu.


Bisa gak sih kamu hargai aku sedikit saja, Haaah?


Buat apa aku hargai kamu, gak ada gunanya buat aku.


Sekali saja kamu gak usah jawab, apa susahnya, kamu tahu aku suka sama kamu tapi kamu selalu bersikap seperti ini sama aku, kenapa Ly? . Apa memang kamu sebenci itu sama aku sampai perasaan ku pun tak kau hiraukan.


Aaaalaaa, basi. Sudah aku mau pulang.


Tunggu dulu, aku belum selesai.


Lepassss.


Tunggu dulu aku bilang.


Aku mau pulang, jangan paksa aku kek gini Ron, aku mau pulang. Hiiiikkkksss hiiikkkssss.


Kenapa kamu nangis, bukannya dari tadi kamu sok. Kenapa tiba-tiba nangis, heeeiii. Lihat aku.

__ADS_1


Hiiiikkkksss hiikksss hiikkkss. Aku mau pulang.


Lihat aku Ly, kenapa kamu menangis? Heeii lihat aku.


Aaaaakkuuu takut.


Takut apa, aku gak bakal apa-apain kamu, aku hanya asal bicara tadi. Maafin aku ya., sudah jangan nangis lagi. Iya kita pulang sekarang.


"Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalannya untuk pulang"


Ini sudah sampai, jangan nangis lagi. Okey. Aku minta maaf sudah nakutin kamu. Masuk dan istirahat ya. Aku pamit.


Sayang, kamu kenapa?


Ibuuuuu.


Iya kenapa sayang, kenapa kamu menangis, gak biasanya kamu seperti ini. Ada apa?


Aku lelah bu.


Lelah karena apa sayang?


Tapi kamu belum makan, makan dulu baru istirahat.


Aku gak selera bu.


Hmm ya sudah, istirahat saja. Kalau ada apa-apa panggil ibu ya.


Iya bu.


"Dirumahnya Roni tampak khawatir dan bingung"


Hallo.


Hmm, apa Ron?


Har, gimana nih gawat aku?


Gimana apanya dan gawat kenapa?

__ADS_1


Lyly nangis aku buat, gimana tuh?


Kok bisa, kamu apain dia tadi?


Gak ada, aku cuma maksa dia untuk ku antar pulang, tapi dia gak mau dan aku angkat dia buat naik ke motor trus aku bawa dia. Sempat sih aku pegang tangannya kuat sampai dia kesakitan. Gimana tu, trus karena aku bilang bakal nekat sama dia, dia nangis padahal sempat juga dia lawan aku, dan nampak kuat juga. Tapi tiba-tiba aja dia nangis. Aku bingung sekarang harus gimana sama dia.


Waduuhh, kenapa sampai main keras sih Ron.


Iya habis gimana dia selalu nolak aku.


Iya gak gitu juga Ron, sekarang dia kek gitu. Belum pernah dia nangis dibuat cowok. Kalau ini sih gawat menurutku.


Lalu aku harus gimana Har?


Aku gak tahu, kalau sampai cewek nangis gitu. Gak ngerti aku ngatasi masalah gituan Ron, sorry lah.


Ayolah Har, bantu aku. Aku juga takut nih, bakal dia aduin sama ibunya.


Minta maaf aja.


Sudah tadi, aku juga antar dia sampai rumah kok.


Ya sudah, kalau gitu lihat besok lah Ron.


Besok apanya, emang besok sekolah?


Oh iya, Hari senin Ron maksudku.


Ya lah Har.


Gak usah bebankan kali Ron, santai aja dulu.


Iya iya. Aman tuh Har.


Sudah dulu ya Ron, aku ada kerjaan nih.


Oh iya, makasih Har.


Bye.

__ADS_1


__ADS_2