
Sepanjang perjalanan Karen hanya fokus menyetir dan Lyly hanya duduk melihat kedepan.
"Karen kita sebenarnya mau kemana,lama sekali sampainya?"
"Sabar Ly,kita mau ketaman yang sedikit jauh.Aku ingin menikmati waktu bermain bersamamu.Kamu mau kan?"
"Kita sudah dewasa Karen,masa ketaman bermain."
"Iya aku tahu.Tapi aku ingin sekali mengajakmu kesana.Kamu mau kan?"
"Baiklah.Tapi hanya sebentar ya."
"Iya."
Tak lama kemudian mereka sampai dan Lyly terkejut karena Karen membawanya ketempat yang tak sesuai perkiraannya.Ia mengira taman yang dimaksud Karen adalah Wahana tempat hiburan biasanya orang bermain.
"Karen,ini dimana? Mengapa kamu bohong,kamu bilang mau ketaman bermain,tapi ini bukan taman bermain."
"Maaf Ly,kalau aku katakan kita kepuncak tempat paviliun ku.Kamu pasti gak akan mau kan ikut?"
"Iya tentu.Maksud kamu apa bohongi aku?"
"Aku hanya ingin dekat denganmu Ly.Maaf,tapi bisakah kau tidak menolaknya,aku sudah siapkan sesuatu untukmu.Pertama,mari kita masuk dulu,sudah banyak orang yang menunggu."
"Hah,orang? Maksudmu?"
"Sudah,ayo ikut saja biar kamu gak penasaran."
Dengan penuh semangat Karen membawa Lyly kelokasi pesta untuk dia melamar Lyly bersama semua orang kenalannya.
"Tapi aku gak bisa Karen,aku gak tahu kamu mau apa,dan ini gak sesuai dengan yang kamu bilang tadi," ucap Lyly sembari melepas tangan Karen.
Kumohon Ly,aku juga gak akan tega seperti ini jika aku yakin kamu gak nolak permintaanku.Kamu kan selalu menolak ajakan ku tiap mau keluar Ly.
"Iya,tapi..."
__ADS_1
"Ayolah,sebelum semua orang kecewa Ly."
"Baiklah,tapi aku hanya akan berdiri jauh."
"Ayo."
Melihat wajah Karen memohon,Lyly pun menerima ajakannya tanpa ia tahu apa yang menantinya didalam.
"Hallo semua,maaf kami terlambat.Apa semuanya sudah lama menunggu?" tanya Karen saat ia masuk ketempat pesta yang ia adakan.
"Belum,ayo Karen ada apa nih kami sudah gak sabar menunggu pestanya dimulai."
"Iya,dan ini juga masih jam 09.38 pagi,kami penasaran pesta apa ini diadakan pagi-pagi."
"Iya juga,dan gak biasanya juga Karen membuat acara seperti ini sejak masih kuliah.Dan sekarang lulus dia melakukan ini,ada apa?"
"Mungkin saja acara lamaran woi," teriak dari jauh seorang wanita bergaun biru.
"Apa maksud semua ini,apa yang dikatakan dia itu benar.Apa Karen bermaksud melamarku disini?" batin Lyly saat mendengar perkataan wanita itu.
"Sudah-sudah,kalian terlalu berisik,tunggu saja acaranya dimulai.Sabar..." ucap Karen membuat semua orang terdiam.
"Iya.Ly,sini ayo kita kedepan temani aku.Biar acara kita mulai."
"Nggak Karen,aku sebaiknya disini.Kamu yang punya acara, jadi kamu yang harusnya berada didepan.Aku gak apa-apa disini."
"Tapi..."
"Maaf,aku disini saja.Majulah sana."
"Baiklah."
Setelah Karen tak berhasil membujuk Lyly untuk menemaninya didepan ia pun pergi kedepan sendiri untuk memulai acara kumpul bersama,sekaligus mengejutkan teman-temannya kalau ia telah membuka perusahaannya sendiri dan ia juga ingin melamar Lyly diacara ini.
"Emi,ayo mulai acaranya," perintah Karen kepada MC sewaannya.
__ADS_1
Mendapat perintah,akhirnya acara dimulai dan tiba saat diacara kejutan Karen mengumumkan tentang perusahaannya.Dan banyak dari teman-temannya itu merasa kagum padanya sebab Karen masih muda namun sudah dapat memiliki perusahaan sendiri dibidang olahragawan dan bidang pengelolaan bidang seni lainnya.
"Karen,itu bagus.Apa kamu sudah mendapatkan karyawan yang cukup? Bisakah kami melamar kerja diperusahaanmu?" tanya salah satu temannya.
"Untuk saat ini masih dikelola oleh manager perusahaan."
"Oh,kalau ada kabari ya.Aku ingin melamar kerja samamu."
"Baiklah."
Melihat MC memberi tanda pada Karen untuk melanjutkan acara,ia merasa gugup karena ia akan melamar Lyly didepan semua undangan.Ia takut jika Lyly tak menerima lamarannya,karena hal itu akan mempermalukan dirinya.Namun ia nekat menerima resiko apapun sebelum ia menyesal karena tak mengungkapkan perasaannya.
"Untuk semuanya,mari kita lanjutkan acara berikutnya.Diharapkan semuanya untuk duduk dengan tenang ya.Dan untuk Pak Karen,silahkan maju untuk memulai acara selanjutnya," ujar Emi.
Detik-detik Karen berjalan kearah Lyly untuk melamar,tampak para dance sebelumnya membentuk formasi dengan bertuliskan will you merry me dengan kaos yang mereka gunakan saat Karen berlutut didepan Lyly sembari membuka kotak cincin dihadapan Lyly.
"Karen,kau?" ucap Lyly saat semua kesan lamaran itu terjadi.
"Ly,aku sudah lama menantikan ini dan perasaanku padamu tidak main-main.Saat ini aku serius padamu Ly,Maukah kau menikah denganku?"
Dengan wajah serius Karen mengucapkan kalimat itu namun Lyly hanya terdiam dan tak merespon.Ia hanya memperhatikan para tamu undangan yang melihat mereka saat itu serta meminta Lyly untuk meneriaki kata mau.
"Maafkan aku Karen,aku gak bisa menerima lamaran ini.Aku hanya ingin menemanimu hari ini untuk menepati janji ku.Dan aku akan menjawab pertanyaanmu yang sebelumnya.Aku gak bisa dan gak akan bisa mencintaimu apalagi menerima cintamu Karen.Maafkan aku karena membuatmu menunggu sangat lama untuk jawaban yang tidak kamu inginkan.Maafkan aku,sebaiknya kita cukup berteman saja Karen,aku rasa itu yang terbaik untuk kita," jawab Lyly dengan pelan agar tak didengar yang lain.
"Apa kamu menolakku karena lelaki yang bernama Roni itu?" tanya Karen sembari bangkit berdiri.
Melihat keseriusan diantara keduanya,para tamu undangan merasa curiga kalau lamaran Karen ditolak oleh Lyly.
"Aku gak tahu,tapi yang jelas hatiku kosong saat bersamamu,dan aku gak bisa memaksakan hatiku untuk mu,Karen.Jadi kuharap kau mengerti."
"Tapi aku melihat wajahmu berubah saat lelaki itu datang menemui mu Ly.Apa kamu masih memiliki perasaan padanya,walau selama ini aku bersusah payah untuk mengetuk hatimu.Apa yang kulakukan semuanya tidak cukup untukmu,Ly?"
"Aku tahu perasaanmu tapi aku juga berusaha untuk membuka hatiku untukmu,tapi emang tidak bisa Karen.Maafkan aku,tolong jangan membenciku karena ini.Aku senang berteman denganmu.Tapi untuk jadi pendampingmu aku gak bisa.Kamu mengertikan?"
"Baiklah,jika jawabanmu seperti ini.Aku ingin memintamu untuk menjawab pertanyaanku dan sekarang ikut aku."
__ADS_1
Keseriusan Karen terlihat jelas dan ia segera menarik Lyly dari pesta dan melupakan semua tamu undangannya.Lalu mereka pergi kembali dan saat itu Lyly hanya bisa mengikuti kemauan Karen karena rasa bersalahnya saat ia telah menolak dan merusak pesta yang ia siapkan serta lamaran untuknya.Lyly tahu saat ini hati Karen hancur dan merasa malu karena soal lamaran yang tidak berjalan dengan baik.
Ditempat pesta Emi pun menutup pesta karena situasi tersebut.Dan dengan berat hati ia meminta maaf mewakili Karen karena situasi yang tidak mengenakan saat itu.