Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Pulang dari cafe diantar Hardi,Lyly segera masuk kamar dan mengunci diri dikamarnya dan ia pun menangis dibawah selimutnya.Ntah apa yang membuatnya tiba-tiba menangis seperti itu"


"Sementara Ibunya sudah memanggil dirinya dari dapur namun ia tak kunjung keluar kamar"


Lyly,ayo sini nak,kamu gak mau makan kue buatan Ibu ini!(teriaknya memberitahu Lyly)


"Tak ada jawaban dari dalam kamar Lyly"


Apa dia tidur? Biarkan sajalah mungkin anakku kelelahan sehabis kuliah(gumamnya)


"Seperti itulah yang terjadi pada Lyly,hampir setiap harinya sepulang ngampus ia mengurung diri dikamarnya dan menangis"


*********


"Empat tahun kemudian,Lyly dan Hardi yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Jaya Star,masih tampak hadir dan berjalan-jalan dikampus tersebut"


Ly,apa kamu gak lanjut kuliah lagi?(tanya Hardi saat mereka duduk didepan perpustakaan)


Rencana sih mau lanjut S2 Har,tapi aku masih ragu akan melanjut dimana.


Emang kamu mau ambil jurusan itu lagi?


Nggak Har,Aku mau ambil jurusan lain.


Hah,bukannya nanti merepotkan Ly,eh tapi kan kamu pintar.Bisa aja sih kamu mengikutinya dengan cepat.Tapi mau lanjut jurusan apa?


Jurusan magister manajemen Har.


Oh itu,berarti cocok dong dengan jurusanmu sebelumnya, kan kamu ambil jurusan yang mengarah kesitu juga.


Hm...hm...


Kamu emang gak mau lagi Ly,latihan taekwondo?


Nggak Har,kan sudah lama aku tinggal.


Sayang ya.


Gak apa-apa lah Har.


"Seorang pria mendekati mereka saat masih asyik berbicara"

__ADS_1


Lyly,kamu disini?(tanyanya spontan)


"Terlihat Lyly tak menjawab dan hanya tersenyum saja"


Dia lagi dia lagi yang nongol,heran.(ketus Hardi)


Ngapain nih berdua,boleh ikutan gabung kan?


Nggak.(ketus Hardi menjawab)


Eh bro,jangan gitulah.Aku mau dekatin Lyly,sudah lama gak ketemu.Ya kan Ly?


Siapa sih,sok akrab banget.(sinis Hardi seolah tak mengenal Karen)


Ly,gimana dengan jawaban mu,apa kamu sudah memikirkannya?


Soal apa ini? Ly,jawaban apa maksudnya?


"Terlihat Hardi gusar mendengar perkataan Karen,yang dulu sempat tak menyukai Lyly namun kini ia tampak menaruh hati pada Lyly"


Eh,jangan gitu Har,aku cuma mau bicara dengan Lyly.Ini gak ada hubungannya samamu.


Masalahnya dia sahabatku,sementara kau anak yang songong, sok kaya, sok berkuasa, sok paling keren, sok segalanya,yang tidak suka dengan Lyly sebelumnnya.Selalu menindas dan mengacaukan tempat dimana dia duduk,bahkan saat dia sedang bersama dengan teman dekatnya.Lalu sekarang kau muncul sok dekat,sok akrab,sok baik.Dan apa? Kau minta jawaban,maksudnya apa?


A-aku gak mungkinlah,Lyly sudah seperti saudari kandungku,gak mungkin ada perasaan seperti yang kau kira itu.Ah,gak usah alihkan pembicaraan,sekarang jawab saja.Maksud mu apa,jawaban apa kau minta sama Lyly?


Hehehe,aku nembak Lyly,dan dia mengatakan padaku akan menjawabku saat dia sudah sarjana.


Ly,apa itu benar? Apa kamu sudah benar-benar melupakan Roni sekarang?(tanya Hardi dengan penuh penasaran yang terlihat jelas dari sorot matanya saat memandang Lyly)


Siapa Roni?(tanya Karen ingin tahu)


"Mendengar pembicaraan Hardi dan Karen,Lyly pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua didepan perpustakaan itu"


Lyly,kamu mau kemana?(teriak Hardi memanggil Lyly yang sudah sedikit menjauh)


Woi Har,siapa Roni.Jawab dulu!(ujar Karen sembari menarik tangan Hardi, saat ia hendak beranjak mengejar Lyly)


Awas kau,sibuk aja ngurusi orang.Urus sana kekayaan mu itu.(Dengan sigapnya Hardi menghempas tangan Hardi dan berlari mengejar Lyly)


Sial...(ucap Karen)

__ADS_1


"Mau tak mau Karen juga mengejar Lyly,karena ingin tahu jawaban Lyly atas pernyataan cintanya yang sudah lama dia nantikan"


"Diluar kampus,saat Lyly hendak menyeberang,terlihat sebuah mobil sport berhenti tepat didepannya.Namun Lyly tak menghiraukan mobil tersebut dan tetap menyebrang tanpa menoleh sedikit pun"


Lyly............(teriak seorang pria dari dalam mobil tersebut)


"Sekilas Lyly berhenti karena merasa ada yang memanggilnya,namun ia kembali melanjutkan langkahnya karena ia pikir yang memanggilnya adalah Hardi"


Lyly....(panggil pria itu kembali)


"Tetapi Lyly sama sekali tak bergeming"


Hardi benar-benar buat aku kecewa,dia masih saja menyebut nama itu.Dia tidak tahu seberapa gilanya aku karena sangat sulit melupakan nama itu.Dan bagaimana bisa aku berpaling kelain hati,sementara hatiku hanya untuk nama itu.Ini menyebalkan,seharusnya aku sudah bisa melupakannya dan bersanding dengan Karen yang sudah ada didepan mata.Tapi mengapa aku sulit menerimanya.Seolah aku masih berharap dia kembali padaku walau bertahun-tahun telah berlalu.(gumamnya saat ia telah naik kebus yang saat itu berhenti didekatnya)


Lyly.....(panggil Hardi diikuti Karen dari belakangnya)


"Melihat Hardi juga mengejar Lyly.Pria yang dari dalam mobil itu pun memanggil Hardi saat Hardi menyebrang"


Hardi...(teriaknya memanggil)


"Saat Karen yang berada dibelakang Hardi,melihat pria itu memanggil Hardi.Namun ia hanya diam saja"


Hardi....(untuk kedua kalinya ia berteriak memanggil)


"Mendengar suara yang begitu langtang memanggil namanya Hardi pun menoleh kebelakang dan melihat kearah mobil tersebut"


Itukan....?


"Sontak matanya melotot dan tak berpaling dari dalam mobil.Dan saat mata mereka beradu dan saling mengenal satu sama lain.Hardi pun kembali menyebrang mendekati mobil tersebut.Karen yang mengikuti Hardi sejak dari kampus hanya bisa diam,ia tampak bingung namun ia tetap mengikuti langkah Hardi tanpa tahu maksud Hardi saat kembali menyebrang"


Hardi...kau sebenaranya mau kemana?(tanyanya saat ia didekat Hardi dengan langkah kecilnya, dan mereka semakin mendekati mobil tersebut)


"Dari dalam mobil itu turunlah seorang pria yang sangat tampan,berkarisma,serta memiliki badan yang atletis dengan mata bulat yang terlihat berkaca-kaca saat melihat Hardi.Begitu pula dengan Hardi yang terlihat gemetar dan ingin meneteskan air mata.Mereka berdua tampak seperti pasangan kekasih yang saling merindu"


Kau...?(ujar Hardi dengan tatapan tak percaya saat melihat pria itu dari dekat)


Hardi,iya ini aku-


"Seketika Karen memotong perkataan pria itu"


Hardi,kita saat ini harus mengejar Lyly.Bukan mengejar pria ini.Siapa pulalah ini,sok lebai banget.Ayo,Har...(ujar Karen sembari menarik tangan Hardi)

__ADS_1


"Mata yang saling pandang-pandangan itu sama sekali tak menghiraukan Karen yang tengah berusaha menarik pergi Hardi saat itu"


Apa sih mereka ini,kayak*******.(ujar Karen dengan penuh amarah karena telah kehilangan jejak Lyly saat mengikuti Hardi)


__ADS_2