Penakluk Hatiku

Penakluk Hatiku
Penakluk Hatiku


__ADS_3

"Selesai menonton,mereka kembali melanjutkan perjalanan kecafe yang tak jauh dari bioskop"


Sayang,apa kamu yakin mau kecafe ini?.(tanya Lyly yang ragu dengan cafe tersebut)


Iya,ini kan karena dekat juga sayang.Emang ada yang aneh kalau kita kesini?


Iya aku ngerasa gak enak aja,apa lagi melihat orang-orang yang datang kesini.Lihat,pakaiannya itu haa, belum lagi tatonya,aduh...kayak preman gitu.


Jadi kita pergi nih,gak jadi turun disini?


Iya sayang,cari yang lain aja ya.


Baiklah,kita cari cafe lain yang lebih bagus.


"Karena Lyly merasa tak nyaman dengan cafe yang dituju Roni,mereka pun kembali mencari cafe lainnya"


Sayang,boleh gak aku minta tanganmu?(tanya Roni pelan)


Buat apa, kamu butuh sesuatu?


Boleh gak?


Iya boleh,ini ....(memberikan tangannya kesamping Roni yang fokus nyetir)


Dengan sigap Roni menarik tangan Lyly dan menciumnya lembut.


Owh....kamu minta begini.Pintar ya sekarang.


Hehehe,habis kamu cantik banget hari ini Yang.Wangi lagi,membuat aku makin klepek-klepek.


Kan demi kamu,kalau bukan karena kamu yang minta mana mau aku pakai yang beginian.Risih banget rasanya.


Masa sih demi aku,aaahh makasih sayang ku.


umach umach umach....(mencium tangan Lyly dengan gemesnya)


Sudah ah,fokus nyetirnya ntar kita celaka.


Siap Bos.


Apa sih kamu ini,Bos Bos Bos...


Iya dong kamu Bosnya aku,lihat aja nih aku selalu siap mengantar kemana pun kamu mau.


Hemmm...(terlihat Lyly tersenyum manis dengan candaan Roni)


"Ketika mereka menelusuri cafe dipinggir jalan,mereka tak sekali pun menemukan cafe yang cocok untuk Lyly.Karena pelanggan yang datang berpenampilan seperti preman"


Sayang,ini kita sudah jalani 4 cafe loh.Dan semuanya seperti itu,lalu bagaimana?


Aku gak tahu Yang.


Ya dah,kalau ke diskotik mau nggak?


Gak mau,ayah bilang jangan ketempat yang gak benar.


Aduh... lalu kita kemana dong ini,aku sudah haus banget ini Yang.


Gak tahu....(menampilkan wajah yang lesu karena Roni terlihat kecewa karena dirinya)


Ya sudah kita disini ajalah.Aku juga letih nyetir,soalnya ini sudah 40menit berlalu hanya untuk mencari cafe.


"Roni pun berhenti dipinggir jalan dan ia menyenderkan kepalanya untuk tidur sejenak"


Sayang,apa kamu marah sama aku?


Nggak.(Roni menjawab dengan mata masih terpejam)


Lalu kenapa kamu bersikap seperti ini?

__ADS_1


Aku gak tahu tujuan kita kemana.Dan aku juga butuh istirahat sekarang.


Yang,bangun....


Pikirkan dulu mau kemana?


Iya aku pikirkan,tapi kamu bangun dong.


Okey,apa?.Kita kemana?(tanya Roni saat bangun dan melihat Lyly dengan tatapan tajam)


Iya jangan lihat aku begitu dong.(terlihat Lyly takut melihat Roni yang memandangnya seolah siap untuk memakan dirinya)


Uuuhhh,geram banget sih.(mencubit pipi Lyly dengan kedua tangannya)


Sayang sakit....


Habis kamu ini gemesin...Aku mau marah pun jadi susah.


Hmmm....(tersenyum malu)


Jadi kita kemana sekarang?


Ya sudah kita ke cafe mana pun yang dapat duluan.


Nanti ada preman lagi gimana?


Gas aja.Kita hadapi sama-sama kalau ada masalah.


Kamu yakin?


Iya.


Benar ini ya,aku cari cafe pertama yang ketemu?


Iya bawel,sudah jalan aja aku sudah lapar juga ini.


Belum.


Okey okey,kita meluncur Bos.


"Tak berapa lama terlihat cafe pertama dan mereka pun turun disana"


Yang,ini lebih baik dari sebelum-sebelumnya.Gak ada preman disini.(ujar Lyly saat melihat-lihat pelanggan di sekelilingnya)


Iya.


"Setelah duduk dan memesan mereka pun berbincang"


Sayang aku mau nanya boleh?(tanya Lyly gugup)


Iya boleh,tanya aja.


Apa kamu sudah nentuin mau kuliah dimana?


Belum.


Ada gak rencana kamu mau kuliah bareng sama aku?


Emang kamu mau kuliah dimana?


Universitas Jaya Star.


"Ditengah perbicangan itu pelayan datang menghantar pesanan mereka"


Makasih Mbak.(ucap Lyly lembut)


Sama-sama mbak,selamat menikmati.Permisi.


Bukannya itu tempat yang dibilang Hardi mau kuliah disitu ya?(sambut Roni menjawab perkataan Lyly)

__ADS_1


Iya Mbak.(jawab Lyly saat pelayan hendak pergi)


Iya Sayang.Ayah juga sempat ajukan Universitas itu sama aku.


Ayah?


Iya.


Wah,itu artinya kamu bakal kuliah disana bareng Hardi?


Kemungkinan sih iya.Aku sudah memikirkannya belum lama ini.Tapi aku juga belum kasih tahu Ayah kalau aku akan ambil kuliah di sana.


Hardi lagi bareng kamu ya...(terlihat kecemburuan diraut wajah Roni)


Iya kamunya gimana?


Aku belum tahu,aku masih belum memikirkan kuliah dan aku tidak suka kuliah.


Kok gitu sih Yang?


Ya emang gitu.


Kamu kenapa jadi jutek gini sih?


Gak ada.


"Beberapa saat mereka terdiam dengan pemikiran masing-masing"


Aku ke kamar mandi dulu ya?(ujar Lyly sembari bangkit berdiri)


Iya.


"Dikamar mandi Lyly sibuk memikirkan Roni yang tiba-tiba jutek padanya.Ia tak mengerti akan hal itu hingga saat selesai dari toilet ia melamun dan berjalan keluar.Lalu ia tak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang memegang hp dan ingin memasuki toilet"


Aduh Mbak maaf saya tak sengaja.(sembari memungut hp yang terjatuh dan memberikannya segera)


Haa....hp ku jadi rusak begini.


Maafkan saya Mbak.(menunduk menandakan ia tulus meminta maaf)


Enak sekali kamu minta maaf,lalu bagaimana dengan hp saya yang sudah retak begini?


Tolong maafkan saya mbak,saya gak sengaja.


Kalau jalan itu jangan melamun.Saya gak mau tahu,kamu ganti hp saya.


Aduh Mbak,saya gak punya uang untuk ganti.Lagi pula itu hp nya masih bisa dipakai kok Mbak.Gak rusak separah itu kan.


Wah,enak aja kamu bilang begitu,bisa dipakai,gak ada uang.Hah..sudah tahu salah pakai ngajarin saya.Kurang ajar,Paaakkkkk....(tamparan keras melayang diwajah Lyly dan sekejap pipinya memerah berbekas telapak tangan)


"Disisi lain Roni panik karena Lyly tak kunjung kembali"


Waduh,apa jangan-jangan Lyly pulang karena aku jutekin dia tadi.Mampus aku....(tuturnya sembari menggaruk kepalanya)


"Sementara didepan toilet terlihat beberapa orang menyaksikan perseteruan Lyly dan juga Mbak yang ia tabrak.Dan ketika kekerasan terjadi tak satu pun diantara mereka ingin melerai dan melapor pada keamanan cafe tersebut.Mereka hanya sibuk memotret dan memvideokan keduanya"


Mbak mengapa nampar saya.Saya kan sudah minta maaf.


Owh kamu gak terima,Pakkkk.....(sekali lagi tamparan keras melayang)


Jangan buat saya marah Mbak,tolong terima maaf saya.Saya permisi.


Heiii,kamu mau kemana haa...(menarik rambut Lyly dari belakang)


*Keadaan semakin panas bukan?.Akankah Roni datang ataukah justru ia pulang karena berpikir Lyly meninggalkannya?*


Penasaran?


Yuk baca episode berikutnya.....

__ADS_1


__ADS_2