Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch.1 Hutan Kegelapan


__ADS_3

Hutan kegelapan merupakan daerah misterius yang pantang didatangi oleh siapapun, bahkan pendekar terbaik pun enggan memasukinya. Hal ini disebabkan karena 50 tahun yang lalu pernah terjadi pertempuran besar di tepi hutan tersebut.


Mereka yang kalah dan terpojok berusaha kabur ke dalam hutan tersebut, namun, tidak ada satu pendekar pun yang berhasil keluar hidup-hidup. Hutan ini dijuluki hutan kegelapan karena tidak ada satupun sinar matahari yang mampu menembus rimbunnya pepohonan di hutan tersebut.


Selain lokasi dalam hutan yang membingungkan, hutan ini juga terkenal karena adanya siluman ribuan tahun yang bersarang disana.


“ayo cepat kejar mereka….jangan biarkan mereka lolos” teriak seorang ksatria berjubah hitam kepada kelompoknya.


Tidak jauh dari sana, tampak seorang pendekar paruh baya menggendong anak berusia sekitar 3 tahun berusaha berlari sekuat tenaga, menjauh dari kejaran kelompok tadi.


Pria paruh baya ini cukup lincah karena tenaga dalam yang dimiliknya sangat tinggi sehingga mampu berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya. Namun sayangnya, karena racun dan luka dalam yang diderita sebelumnya kekuatannya kini hanya berkisar dua puluh persen saja.


“aku harus segera melepaskan diri…anak ini sudah tidak sanggup lagi menahan racun kabut dewa kalajengking tadi” bisik pria paruh baya itu dalam hati.


“sial…..” seketika itu juga pria paruh baya tadi menghentikan langkahnya di tepi hutan kegelapan. “ini bukannya……” imbuhnya lagi dalam hati.

__ADS_1


“akhirnya kau tidak bias kabur lagi senior Hara” ungkap pendekar berjubah hitam tadi seraya menghunuskan pedangnya.


“jangan pernah berpikir kau bisa lolos setelah membunuh setengah anggota sekte kami” teriaknya penuh amarah.


“hahahahaha……..” tawa Hara menggema memancarkan aura pembunuh hingga menggetarkan seluruh pendekar yang mendengarnya.


“aku tidak kabur darimu, aku bahkan bisa membunuh seluruh pasukanmu saat ini.” Pungkasnya lagi.


“sial….nafas anak ini semakin tipis, aku harus segera mencari tempat yang aman” bisik Hara


Pertarungan sengitpun terjadi, pemimpin kelompok pendekar itu geram melihat begitu banyaknya anggota sekte kalajengking yang dibunuh oleh Hara. Tidak lama kemudian, muncul lagi sekelompok pendekar yang ikut bertarung melawan Hara.


“Hara, hari ini kau akan mati. Aku akan menuntut balas atas semua yang telah kau lakukan pada guru kami.” Teriak seorang lainnya dari kelompok berbaju biru dengan topeng bergambarkan bintang emas.


“senior Bian, kita harus bekerja sama agar bisa menuntut balas” seru pemuda berbaju biru tadi kepada ketua sekte kalajengking tersebut.

__ADS_1


Pertarungan berlangsung hingga setengah jam. Namun, sesaat kemudian pertarungan terhenti, sudah banyak korban yang jatuh dari pihak sekte kalajengking dan bintang emas. Hara hanya tersenyum, namun luka disekujur tubuhnya menandakan dirinya tidak punya banyak waktu lagi.


“tuan-tuan…. sepertinya ini bukan waktu yang bagus untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi aku pastikan, suatu hari nanti akan ada waktu pembalasan dariku” teriak Hara sangat lantang seraya melompat mundur masuk ke Hutan Kegelapan.


Beberapa kelompok orang berusaha mengejarnya, namun dihentikan oleh ketua kelompok mereka.


“berhenti….tempat itu bukan tempat yang dengan mudah untuk kita bisa keluar masuk” teriak ketua sekte kalajengking. “mari kita kembali, dia tidak akan pernah bisa keluar dari sana hidup-hidup”


************************************************************************************************************************************


Halo, selamat menikmati karya pertama saya, mohon kritik dan saran agar karya saya dapat berkembang dengan baik.


jangan lupa berikan like dan comment agar memberikan semangat kepada saya dalam menuliskan karya-karya saya selanjutnya.


perhatian: membaca cerita ini lebih enak ditemani kopi susu anget dan pisang goreng, juga jangan lupa untuk share cerita ini ya... :)

__ADS_1


__ADS_2