Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch.8 Sejarah Yang Berubah


__ADS_3

Enam bulan setelah kepergian Raynor dan ketua Parviz ke Ibukota.


“Kita harus segera pergi dari sini” seru Hara kepada Adika dan Gana. Mereka semakin bimbang karena kondisi yang dialami oleh Sekte. Hara dan Adika menatap Gana, “Gana, jika kita disini maka hanya akan menjadi korban selanjutnya” bujuk Hara.


Kondisi Sekte Langit Senja sangat mengkhawatirkan, ini diakibatkan kematian Ketua Sekte dalam perjalanan kembali dari Ibukota. Tidak hanya ketua sekte, bahkan beberapa tetua juga menjadi korban keganasan pendekar golongan hitam.


Tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Rombongan sekte yang seharusnya kembali tiga bulan yang lalu, mendadak diserang oleh ratusan pendekar dari golongan hitam.


Bahkan ketua sekte yang sudah berada di Pendekar tingkat Awan tidank mampu mengimbangi musuh yang juga membawa sedikitnya dua puluhan pendekar awan dan lima orang pendekar langit.


Sejak berita itu tiba ke sekte langit senja, Hara dkk. Sangat terpukul karena guru mereka pun menjadi salah satu korbannya. Menariknya, tetua Agnanta telah kembali ke sekte sebelum rombongan lainnya dengan alasan mengurusi permasalahan sekte.

__ADS_1


Hara merasa kecewa yang sangat berat. Dikehidupannya yang lalu, Gurunya juga terbunuh dalam sebuah penyerangan sekte Kalajengking bersama gabungan beberapa sekte hitam lainnya.


Namun yang menjadi perbedaan adalah waktu kematiannya, dikehidupannya yang lalu, Guru Raynor tewas ketika Hara berumur dua puluh lima tahun. Dan pada saat itu seluruh sekte musnah, tidak terkecuali tetua Agnanta.


“kenapa kejadiannya bisa berbeda?” tanya Hara dalam hati tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya.


Tiga bulan setelah kematian ketua sekte banyak perubahan yang terjadi. Tetua Agnanta menjadi ketua sekte yang baru, dan kehidupan Hara dkk. tidak menjadi lebih mudah. Setelah cukup lama berpikir akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk meninggalkan Sekte Langit Senja.


Sebulan lalu, ketika Tetua Agnanta mendeklarasikan dirinya menjadi Ketua Sekte, banyak perubahan terjadi. Salah satunya adalah mempermasalahkan keberadaan Hara dan Adika dalam Sekte.


Hara, Adika dan Gana merupakan murid kesayangan Ketua Parviz karena keuletan mereka dalam berlatih. Dan ini yang tidak disukai oleh Tetua Agnanta dan murid-muridnya. Pernah sekali waktu ketika Hara dkk. melakukan pelatihan, beberapa murid Ketua Agnanta berusaha mengganggu mereka. Namun, sangat disayangkan beberapa murid yang diutus oleh Ketua Agnanta pulang dengan luka ringan.

__ADS_1


Ketiganya menyadari semakin lama mereka di Sekte, maka kemungkinan terburuknya, mereka akan mendapat penindasan dari pendekar yang lebih kuat dari mereka.


Tepat tengah malam Hara dkk. menyelinap keluar dari kediaman guru mereka menuju jalan belakang. Tanpa keraguan ketiganya bergegas berlari menggunakan jurus langkah awan yang diajarkan oleh Hara kepada Adika dan Gana.


Jurus langkah awan ini tergolong langka karena Hara mendapatkannya dari sebuah kitab di reruntuhan sekte awan pada kehidupannya terdahulu. Dalam kitab sekte awan itu, terdapat banyak jurus yang hanya boleh dipelajari oleh ketua sekte maupun sepuluh penjaga sekte.


Dikehidupannya yang terdahulu, sekte awan ini hancur akibat penyerangan sekte aliran putih yang ingin menuntut balas karena sekte awan bersama beberapa aliran hitam memusnahkan hampir sebagian sekte putih di dunia persilatan.


Saat itu Hara berhasil masuk ke dalam ruang rahasia sekte dan membunuh ketua sekte serta beberapa tetua sekte. Ditemukanlah beberapa harta karun sekte tersebut, salah satunya kitab tersebut.


Setengah jam berselang, mereka bertiga telah jauh meninggalkan Sekte Langit Senja. Hara ingat dikehidupannya lalu ia bersama beberapa anggota sekte berhasil menemukan harta karun dalam sebuah goa persembunyian dimasa lampau. Setidaknya jarak dari tempat mereka beristirahat saat ini tidak begitu jauh.

__ADS_1


__ADS_2