Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch. 4 Tenaga Dalam


__ADS_3

Beberapa hari setelah kembalinya Hara ke kehidupannya di masa lalu, Hara baru menyadari kembali untuk menjadi pendekar tangguh membutuhkan usaha yang berat. Dan ia menyadari ia tidak memiliki bakat tenaga dalam yang bagus. Dari ketiga murid Raynor, hanya Gana yang memiliki bakat tenaga dalam yang bagus. Dalam dunia persilatan tenaga dalam dibedakan menjadi 5 tingkatan yaitu bumi, awan, langit, dewa dan tahap keabadian. Sejak ribuan tahun bahkan ratusan ribu tahun sebelumnya belum ada seorang pendekar pun yang mampu menembus tenaga dalam tingkat dewa, bahkan dikehidupan Hara yang sebelumnya ia hanya mampu mencapai tenaga dalam tingkat langit atau biasa disebut pendekar langit.


Pendekar bumi adalah mereka yang sudah mampu membentuk seratus kristal energi di dalam tubuhnya, sedangkan untuk menjadi pendekar bumi tingkat puncak harus membentuk empat ratus kristal energi. Sedangkan untuk Pendekar awan adalah pendekar yang mampu mengubah kristal energi kecil mereka menjadi satu kristal besar berwarna sesuai tingkatannya, merah, kuning, emas, hitam dan putih. Untuk mengubah kristal energi besar membutuhkan sedikitnya lima ratus kristal energi kecil. Tenaga dalam tingkat langit merupakan lanjutan dari tenaga dalam awan, dimana kristal-kristal energi membentuk sebuah pola binatang. Semakin langka pola binatang yang dimiliki semakin tinggi tenaga dalamnya. Pada tingkatan ini biasanya seorang pendekar membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membentuk pola binatang. Dikehidupan yang lalu, Hara membutuhkan setidaknya 80 tahun untuk mengubah kristal energinya menjadi kristal harimau bentuk dasar. Dan diumurnya yang ke seratus tujuh puluh tahun ia mampu menyempurnakan bentuk kristal harimaunya.

__ADS_1


Dalam dunia persilatan belum ada satu pendekar pun yang mampu mencapai tenaga dalam tingkat dewa. Hal ini dikarenakan sulitnya mencapai tingkat itu, seorang pendekar dikatakan sebagai pendekar tingkat dewa jika sudah mampu menguasai elemen-elemen alam. Sedangkan untuk menjadi pendekar dengan tingkat keabadian dibutuhkan sekurangnya mampu menguasai hukum alam.


Hara menyadari kelemahannya, namun ia memiliki keuntungan karena mengingat semus teknik bela diri dan pengembangan tenaga dalam dari kehidupan sebelumnya. Sekte Langit Senja memiliki peraturan yang belum memperbolehkan orang luar seperti Hara dan Adika untuk belajar ilmu bela diri sampai mendapat ijin dari ketua sekte, hanya Gana yang sudah boleh belajar ilmu bela diri dan tenaga dalam karena memang ia   dari dalam sekte. Hara bertekad untuk segera mengembangkan dirinya dengan berlatih beladiri dan tenaga dalam, namun untuk saat ini ijin dari ketua sekte belum ia dapatkan. Ijin dari ketua sekte ini tidak diberikan karena juga merupakan campur tangan dari salah seorang tetua sekte yang meragukan kemampuan Hara dan Adika, . Sebenarnya ini tidak sepenuhnya kesalahan tetua tersebut, karena pada saat pertama kali Hara masuk ke Sekte ini ia telah diuji bakat tenaga dalam yang dimiliki, dan hasilnya, ya….sama sekali tidak berbakat. Berbeda dengan Adika, ia memiliki bakat yang cukup baik namun karena tetua Agnanta memiliki selisih paham terhadap guru Raynor, sehingga iapun tidak mendapatkan ijin.

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu, Hara dan kedua temannya bangun sangat pagi, mereka kemudian mulai menimba air, berlari mengelilingi sekte dan melakukan kegiatan fisik lainnya untuk meningkatkan kekuatan fisik mereka. Lingkungan Sekte Langit Senja memiliki wilayah yang sangat luas, bahkan lebih luas dari 5 desa yang dijadikan satu. Latihan ini diusulkan oleh Hara karena latihan fisik ini tidak termasuk kedalam beladiri maupun tenaga dalam, jadi tidak ada yang akan mempermasalahkannya.


Dibalik pohon terdapat sorang tua yang menyaksikan ketiga anak tersebut berlari sambil mengangkut batu-batuan masing-masing 100kg dipunggung mereka. Pria tua ini mulai menyadari usaha mereka untuk meningkatkan kualitas tubuhnya sejak sebulan belakangan. “Ketua…..anda ditunggu oleh pada tetua di ruang aula” ucap seorang muda sambil membungkukkan badannya. “baik….mari kita pergi….” Angguk pria tua tersebut sambil melangkah meninggalkan pepohonan tempatnya mengamati Hara dkk. Pria tua tersebut tidak lain adalah Ketua Sekte Langit Senja, Ketua Parviz, ia adalah yang paling tua diantara tetua lainnya. “tolong panggilkan Raynor….ada yang ingin aku sampaikan” seru Parviz kepada pemuda tadi.

__ADS_1


__ADS_2