Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch. 20 Lembah Anggrek


__ADS_3

“Sepertinya tempat ini cocok untuk kita beristirahat” ujar Gana.


Kelimanya kemudian mendirikan tendanya masing-masing dan mulai menyalakan api unggun. Kelimanya kemudian mengeluarkan hasil perburuan mereka ketika menuju ketempat ini.


Tidak banyak binatang liar yang ada di daerah itu, sehingga mereka harus puas dengan ayam hutan dan kelinci.


Hara tidak langsung memberikan teknik meditasi kepada Awyati dan Yantra. Ia masih mengamati perkembangan keduanya dan kesiapan mereka dalam mengikuti Hara dimasa depan.


Malam semakin larut, Hara kembali melanjutkan melatih ilmu tujuh langit. Sebelumnya ia juga mengkonsumsi ramuan jiwa emas dan ginseng ajaib. Adika dan Gana pun melakukan meditasi guna meningkatkan kristal energi mereka.


Keesokan paginya, kelimanya kembali melanjutkan perjalanan ke lembah Anggrek. Tidak perlu menunggu lama, lokasi itu mereka capai hanya dalam setengah hari.


Lembah Anggrek merupakan tempat yang sangat jarang didatangi oleh penduduk Dataran Anggrek. Ini disebabkan karena lembah ini tidak memiliki apa-apa yang bisa dijadikan sumber penghasilan oleh warga.


Lembah Anggrek ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang besar, hanya ada satu jalan menuju ke tempat ini.


Hara dkk. mulai menelusuri lembah berpasir ini. Tidak ada satupun kehidupan dilembah ini. Sejauh mata memandang lembah ini lebih cocok jika dikatakan sebagai gurun pasir kecil.


Hara masih mengingat dengan jelas dimana pintu masuk ke dalam goa tersembunyi itu. Hanya saja situasi saat ini sangat berbeda dengan kehidupannya yang lalu.

__ADS_1


Hampir setengah hari mencari, saat mentari sudah mulai tenggelam akhirnya Hara menemukan pintu masuk ke goa itu. Atau bisa dibilang pintu masuk ini berupa sumur kering yang telah tertutup reruntuhan batu.


Kelimanya bahu membahu menyingkitkan reruntuhan batu yang menutupi sumur itu. Kemudian Hara menjadi yang pertama memasuki sumur itu.


Awyati sangat heran dengan pengetahuan yang dimiliki oleh Hara. Ia bahkan sampai tahu letak dan kondisi goa itu.


“Apa kalian pernah kemari sebelumnya?” tanya Awyati kepada Hara.


“Ini kali pertama kami kesini” jawab Adika.


“hahaha….betul sekali” sambung Hara.


Tidak lama berselang kelimanya tiba disebuah ruangan yang cukup besar. Gana berinisiatif membuat perapian sehingga ruangan tidak terlihat begitu gelap.


Hara yakin jumlah harta ini lebih banyak dua kali lipat dari harta yang mereka temukan di tebing waktu lalu.


Lagi-lagi mereka menemukan cincin bintang dalam sebuah kotak kayu, namun jumlahnya cukup banyak. Hara kemudian memberikan kepada Awyati dan Yantra masing-masing satu buah cincin bintang itu.


Keduanya bertanya “cincin apa ini senior?”

__ADS_1


“Ini adalah cincin bintang, cincin ini dapat menyimpan semua barang-barangmu” jawab Gana.


Awyati dan Yantra tak bisa percaya barang diberikan kepada mereka merupakan barang yang sangat berharga.


“Cincin ini hanya mampu dibuat oleh pengerajin dengan tingkatan pendekar langit” sambung Hara menjelaskan.


“Tidak banyak didunia ini pendekar langit yang memiliki kemampuan pengerajin tingkat atas” lanjutnya lagi.


“Karena kalian adalah bagian dari keluarga ini, jadi terima sajalah, tidak perlu sungkan” Adika ikut menimpali.


Kelimanya kemudian mulai mengumpulkan harta benda yang ada di ruangan itu. Hara kemudian menemukan beberapa jenis pedang tingkat langit. “Oh… ini pedang langka” pikirnya.


Dipanggilnya keempat rekannya, “kalian berempat bisa menggunakan pedang-pedang ini. Pedang-pedang ini sangat langka, karena memiliki kualitas pedang tingkat langit” ujar Hara.


Keempatnya semakin bersemangat, masing-masing dari mereka mengambil sebuah pedang. Pedang sisanya kemudian diambil oleh Hara dan dimasukkan ke dalam cincinnya.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2