Pendekar Langit

Pendekar Langit
Ch. 24 Kesepakatan


__ADS_3

Melihat seribu koin emas, Bangsawan Urdha sangat terkejut. Ia bergegas menuju ruang tunggu dimana Hara dkk. sedang menunggu.


Hara dkk. berdiri dan memberi hormat ketika Bangsawan Urdha tiba di ruangan itu. “Hormat kami kepada Tuan Urdha” ujar Hara.


“Aku tidak menyangka ada tuan muda di Desa kami, mohon maaf karena tidak bisa menyambut anda dengan baik” seru Urdha dengan penuh semangat.


Hara kemudian menceritakan tujuannya yaitu untuk membeli tanah di Gunung Anggrek yang akan ia gunakan sebagai kediamannya bersama dengan teman-temannya.


Hara juga menyampaikan permasalahan lima puluh anak-anak terlantar yang menghiasi desa-desa di dataran anggrek.


“Pada intinya kami tidak keberatan jika tuan muda ini ingin membeli lahan di dataran anggrek ini. Dan perihal anak-anak pengungsi itu, kami sudah berusaha untuk mencarikan pengasuh namun sepertinya tidak mengambil hati warga sekitar” terang Urdha.


“Permasalahan lainnya adalah kami tidak tahu berapa harus memberi harga untuk lahan di Gunung Anggrek tersebut.” Ujar Urdha menambahkan.


“Tuan tidak usah bingung, kami akan membayar seratus lima puluh ribu koin emas untuk lahan tersebut. Dan seratus koin emas setiap tahun sebagai pajak atas kediaman kami.” Ujar Hara.

__ADS_1


Bangsawan Urdha yang sedari tadi mengambil posisi tenang, tiba-tiba menjadi antusias atas tawaran Hara. Seratus ribu koin emas sama dengan penghasilan sebuah sekte besar selama puluhan tahun. Sedangkan bagi desa seperti mereka, ini merupakan penghasilan yang dalam mimpipun tidak akan mungkin dicapai.


“Dan juga Tuan….kami berharap anak-anak pengungsi tersebut bisa kami ajak untuk tinggal di Gunung Anggrek” tawar Hara melanjutkan.


“Baiklah itu bukan perkara yang sulit. Biar kami menyiapkan surat kesepakatannya kalau begitu” ucap Urdha yang segera memanggil kepala pelayannya untuk menyiapkan keperluan mereka.


“Jika begitu kami akan permisi Tuan, kami ada di penginapan dekat kediaman Tuan. Kami akan kembali lagi besok untuk melakukan penyelesaian kesepakatan ini” ujar Hara.


Kelimanya kemudian berpamitan dan kembali ke penginapan. Adika dan lainnya tidak mengerti rencana Hara, namun mereka tidak menanyakan lebih jauh.


“Kita akan menetap untuk waktu yang lama di Gunung Anggrek” seru Hara kepada teman-temannya.


Hara kemudian menceritakan rencananya untuk mendirikan sebuah kelompok petarung. Dengan adanya kelompok petarung ia berencana untuk membasmi kelompok/sekte hitam yang meresahkan masyarakat.


Adika dan lainnya hanya mengangguk dan meyakini rencana Hara dengan mendukungnya.

__ADS_1


Malam itu Hara dan lainnya mengadakan rapat kecil guna membagi habis tugas yang harus dilakukan. Setelah itu mereka kembali ke rutinitas masing-masing yaitu meditasi.


Keesokan harinya Hara dan Awyati bertemu kembali dengan Bangsawan Urdha. Kali ini Bangsawan Urdha menjamu Hara layaknya seorang bangsawan. Keduanya kemudian menandai kesepakatan dengan menandatanganinya.


Setelah itu Hara memberikan lima buah peti kayu yang berisikan seratus lima puluh ribu koin emas yang ia bawa menggunakan gerobak. Bangsawan Urdha senang bukan kepalang, ini pertama kalinya ia melihat koin emas sebanyak itu.


Adika, Gana dan Yantra bertugas untuk mengumpulkan kelima puluh anak pengungsi yang tersebar di beberapa desa.


Dua hari kemudian mereka semua telah berkumpul di Desa Anggrek Merah karena Gunung Anggrek terletak di sebelah selatan Desa Anggrek Merah. Desa ini dikepalai oleh seorang kepala desa yang merupakan bawahan Bangsawan Urdha.


Ketika Bangsawan Urdha tiba, kepala desa beserta beberapa penduduk menyambut kedatangan mereka.


Bangsawan Urdha terkenal karena kemurahan hatinya, sehingga ketika ia berkunjung, banyak penduduk yang menyambut.


Bangsawan Urdha kemudian menjelaskan kepada warga desa bahwa Hara bersama rekan-rekannya telah membeli beberapa lahan di Gunung Anggrek.

__ADS_1


Semua warga desa tidak ada yang menolaknya, karena mereka mengetahui bahwa Gunung Anggrek sangat jauh dari desa mereka dan tidak ada lahan perkebunan diatas sana.


Setelah semuanya siap, Hara menyiapkan perbekalan selama perjalanan mereka ke Gunung Anggrek.


__ADS_2