Pendekar Langit

Pendekar Langit
Chapter 27. Undangan


__ADS_3

 


 


Hara mencoba membaca semua tulisan itu. “Ini tulisan yang sudah berumur ribuan tahun, Margalitium” jelas Hara melanjutkan ucapannya tadi.


“Tulisan ini merupakan sebuah petunjuk…..ah…bukan….ini merupakan sebuah teknik ajaib yang mampu memindahkan seseorang ke tempat lain” sambungnya lagi.


Gana dan Adika terdiam terpaku mendengar penjelasan Hara. Banyak hal diluar logika yang mereka temui selama ini.


“Aku akan menghapal semua tekniknya, setelah kembali akan kutuliskan dan dapat kita pelajari” seru Hara.


Keduanya mengangguk dan membiarkan Hara bersila dan menghapal semua tulisannya.


Adika dan Gana mencoba menyusuri goa sambil menunggu Hara. Keduanya tersenyum ketika melihat di ujung goa terdapat banyak tanaman herbal ribuan tahun. Sedangkan di sisi lainnya terdapat sebuah benda seperti bijih besi namun lebih terang.


“Sepertinya ini bahan yang bagus jika dibuat menjadi senjata” ujar Gana kepada Adika.


“Itu adalah ukku, salah satu logam terkuat” Jawab Hara mengagetkan keduanya.


“Kau sudah selesai?” Tanya Gana

__ADS_1


“Ya….” Jawab Hara singkat.


“Sebaiknya kita segera kembali” Seru Hara.


“Setelah ini kau ajak beberapa orang untuk menambang logam ini juga memetik tumbuhan-tumbuhan itu” lanjut Hara memberi arahan kepada Adika.


Akhirnya ketiganya keluar dari goa tersebut dan kembali ke kediamannya. Ketika tiba di kediamannya, Hara melihat beberapa rombongan pengawal Bangsawan Urdha berada di ruang tamu Fraksi.


“Hormat Tuan Muda…..kami adalah utusan Bangsawan Urdha membawa sebuah undangan untuk anda” ujar seorang pengawal yang merupakan pimpinan rombongan.


“Oh….. Bangsawan Urdha akan mengadakan sebuah pesta…. Sampaikan kepada beliau kami akan hadir” jawab Hara.


Setelah mendapat jawaban Hara, rombongan itupun meninggalkan Fraksi Bumi.


“Tentu saja…. Ini adalah kesempatan yang baik untuk kita mempraktekan ilmu tembus alam” jawab Hara tersenyum


Setelah beristirahat hingga siang, Hara kemudian mengajarkan teknik Tembus Alam yang ia dapatkan saat di goa.


Dengan pengalaman keduanya dalam mempelajari ilmu/teknik baru dan dengan jumlah kristal energi yang cukup tinggi, ketiganya mampu menguasai teknik ini hanya dalam waktu seminggu.


“Hara…. Teknik ini sangat luar biasa. Aku bahkan bisa pergi ke goa air terjun dalam hitungan detik” ucap Adika bersemangat.

__ADS_1


Hara dan Gana hanya tersenyum menampi sikap Adika. Hara memaklumi karena Gana dan Adika hanya anak belasan tahun.


“Sepertinya semua sudah siap, mari kita pergi” ajak Hara kepada Adika dan Gana.


Ketiganya kemudian berpamitan kepada Awyati dan Yantra, mereka berlari ketengah hutan menuju kediaman Bangsawan Urdha.


Ketiganya tidak ingin menggunakan teknik tembus alam di dalam Fraksi, karena hanya akan membuat kehebohan.


Setibanya di hutan jauh dari lokasi Fraksi Bumi, Hara dkk. menggunakan teknik itu dan seketika tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam terbang keatas.


Semenit kemudian, Hara dkk. telah sampai di sisi dalam desa. Mereka mencari tempat yang sepi agar tidak terlalu mencolok.


Ternyata meeka melupakan satu hal, mereka tiba di desa pada pagi hari, sehingga untuk mengisi waktu luang, ketiganya pergi mencari sebuah toko baju dan mengisi perut mereka disebuah restoran.


Kondisi di Desa Bulan sangat meriah, perayaan hari jadi keempat desa berpusat di Desa Bulan.


Ketiganya sampai disebuah restoran yang menyajikan daging ayam panggang. “Sepertinya ayam panggang di restoran ini sangat terkenal” ujar Hara melihat kondisi restoran yang hampir penuh walaupun kondisi masih pagi hari.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2