
Di hari pertemuan, Hara bersama Gana, Adika, Awyati, Yantra dan Bangsawan Urdha bersiap untuk bertemu Pangeran Gajendra di Pendopo Naga Kuning. Bangsawan Urdha telah tiba sehari sebelum pertemuan digelar.
Pendopo Naga Kuning merupakan kediaman Pangeran Gajendra bersama seorang istri dan dua orang putra putri mereka. Setiap pendopo di Kerajaan Naga dijaga oleh setidaknya lima orang pengawal yang memiliki kekuatan setidaknya Pendekar Awan Hitam dan puluhan Pendekar Bumi.
Pangeran Gajendra sengaja ingin bertemu langsung dengan perwakilan dari Pavilium Anggrek Emas karena sudah mendengar sepak terjangnya dalam menyediakan sumber daya bagi para pendekar.
Pangeran juga memliki rencana untuk merekrut Pavilium Anggrek Emas agar kekuatan kendalinya semakin kuat dan para pangeran lain tidak mencoba merebut kekuasaan sebagai Pangeran Mahkota.
Hara bersama Urdha dan lainnya dipersilahkan menunggu di ruang tengah pendopo tersebut. Tidak lama berselang Pangeran Gajendra tiba bersama beberapa pengawal dan juru tulis.
“Selamat datang tuan-tuan, mohon maaf membiarkan kalian menunggu” ujar Gajendra penuh wibawa.
Dalam kehidupannya terdahulu Hara pernah beberapa kali bertemu dengan Pangeran Gajendra. Terutama setelah Gajendra menjadi Raja di Kerajaan Naga. Beberapa pangeran bersekongkol berusaha menjatuhkannya hingga ia harus mengungsi ke Lembah Anggrek dan pada akhirnya ia menjadi Pendekar Awan lalu kembali berhasil merebut tahtanya.
__ADS_1
Hara paham betul bahwa pangeran ini memiliki hati yang baik dan berintegritas kepada negara. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Naga maju dan berkembang sangat pesat, hal itu juga menyebabkan ia dicintai oleh rakyatnya.
“Hormat kami Pangeran…” Urdha mengucap salam seraya menunduk memberi hormat diikuti oleh kelima lainnya.
“Rupanya Pavilium Anggrek Emas memiliki anak-anak emas didalamnya” ujar Gajendra penuh kekaguman.
Ia melihat Hara dan empat temannya sangat muda dan sudah menjadi bagian penting dari Pavilium Anggrek Emas.
“Tuan muda ini adalah pimpinan Fraksi Bumi di Gunung Anggrek, Hara, sedangkan yang bersamanya adalah Gana, Adika, Awyati dan Yantra, petinggi Fraksi Bumi. Untuk diketahui Fraksi Bumi adalah pemilik mayoritas dari saham Pavilium Anggrek Emas sekaligus penyedia Pil Jiwa Emas, Pil Penguat Jiwa dan Pil Penyembuh” lanjutnya lagi.
“Hormat kami Tuanku Pangeran” kelimanya memberi salam.
Gajendra terkejut sekaligus takjub dengan perkenalan tersebut. Remaja-remaja ini bahkan belum berumur dua puluhan namun sudah memiliki peran yang sangat penting.
__ADS_1
Gajendra mencoba mengukur seberapa besar kekuatan kelimanya, namun tidak membuahkan hasil. Selain mempelajari ilmu tata pemerintahan, Gajendra pun melatih fisik dan tenaga dalamnya. Saat ini ia telah mencapai tingkatan pendekar awan merah.
Sebuah pencapaian yang cukup fantastis dari seorang pangeran. Jika dibandingkan dengan pangeran-pangeran yang lain, Gajendra jauh lebih kuat. Kekuatan yang ia peroleh juga tidak lepas dari bantuan pil jiwa emas yang dimiliki Pavilium Anggrek Emas.
“Pangeran mohon dapat menerima pemberian kami” ujar Hara seraya memberikan kotak kayu berukiran naga.
Melihat kotak kayu tersebut sontak membuat Gajendra terperanjat dengan benda yang diberikan oleh Hara. Lambang naga itu merupakan simbol kerajaan, hanya keluarga kerajaan saja yang memilikinya. Bahkan, jika dibandingkan dengan kotak tersebut, tidak semua anggota kerajaan yang mampu memilikinya.
“Mohon untuk tidak berprasangka negatif tuanku, kotak ini kami temukan disalah satu goa yang pernah kami datangi” Hara melanjutkan penjelasannya tidak ingin Pangeran Gajendra salah paham dengan maksud kedatangan mereka.
__ADS_1