
Setelah kembali ke penginapan, Hara kemudian mengeluarkan dua buah pedang dari cincin bintangnya. Diberikannya masing-masing kepada Adika dan gana.
“di dunia ini… mereka yang kuat akan hidup lebih lama, aku harap kalian bisa merenunginya malam ini.” Jelas Hara.
Adika dan Gana saling berpandangan paham dengan maksud dari hara. Keduanya hanya tidak habis pikir mereka akan berurusan dengan hal yang seperti ini dalam waktu dekat.
Sepanjang malam Adika dan Gana melakukan meditasi membentuk kristal energi merah. Ketiganya selalu mengkonsumsi ramuan jiwa emas dan ginseng ajaib. Hal ini menyebabkan loncatan yang luar biasa bagi ketiganya.
Hara yang sedang bermeditasi tiba-tiba kehilangan kesadarannya untuk beberapa waktu. Pikirannya terlempar jauh kedalam ruang putih tanpa batas.
“aku ada dimana” Hara mulai berkeliling ruangan tersebut. Sesaat setelahnya, tiba-tiba cahaya terang jatuh menghantam dasar ruang itu.
“senior…..kaukah itu?” ucap Hara kepada seorang muda dihadapannya.
Hara yang biasanya tenang berubah menjadi tidak karuan. Hanya satu sosok didunia ini yang mampu membuatnya seperti itu, Abhipraya.
“apa yang membuatmu kebingungan?” tanya Abhipraya kepada Hara dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
“bagaimana senior bisa berada dalam kesadaranku?” Hara mulai mencakupkan tangannya dan sedikit menunduk.
“”hahahaha…. Aku hanya penasaran atas yang terjadi pada keseimbangan dunia.” Abhipraya melanjutkan penjelasannya kepada Hara. “ternyata tebakanku benar” sambungnya lagi.
Hara semakin bingung, namun ia tidak mengerti apa maksud dari Abhipraya.
Abhipraya menjelaskan bahwa ia mulai menyadari sekitar dua bulan yang lalu terjadi perubahan keseimbangan di dunia. Perubahaan tersebut coba ia deteksi namun tidak menemukan hasil, hingga ia menemukan sebuah residu perjalanan ruang dan waktu.
Setelah sebulan ditelusuri ternyata residu ini berasal dari tubuh Hara. Abhipraya kemudian bertanya secara langsung bagaimana perjalanan waktu mampu dilakukan oleh Hara.
Hara kemudian bercerita tentang pertemuannya dengan Abhipraya pada kehidupannya yang terdahulu.
Hara menaikkan alisnya, wajahnya mematung tak tahu mengapa Adika dan Gana memiliki residu itu. Apa mungkin…..
“apakah kalian mempelajari ilmu bumi dan langit?” tanya Abhipraya sekali lagi.
“ya” jawab Hara singkat. Kemudian ia menyadari bahwa kitab itu diberikan Abhipraya dikehidupannya terdahulu.
__ADS_1
“Semua menjadi masuk akal, bahkan hari ini kitab dan ilmu itu tidak ada yang mengetahuinya” ungkap Abhipraya.
Hara hanya tersenyum tipis, ia merasa malu karena mengajarkan sesuatu yang bukan miliknya.
“maafkan saya senior….” Hara kembali mencakupkan tangannya dan menunduk. Ia tidak mengetahui niat baiknya membekali kedua temannya dengan ilmu bumi dan langit akan membawanya ke situasi yang seperti ini.
“hahahaha…..tidak masalah, bukan itu permasalahan utamanya” ucap Abhipraya.
“akibat distorsi ruang dan waktu, beberapa kejadian yang seharusnya terjadi akan terevaluasi oleh waktu itu sendiri.” Ungkap Abhipraya sambil duduk disebuah kursi emas.
“kenapa tiba-tiba ada kursi disitu?” bisik Hara dalam hati. Ia kembali mendengarkan penjelasan abhipraya tentang keseimbangan ruang dan waktu.
“kondisi saat ini mungkin tidak akan sama dengan setiap pengalamanmu dikehidupan terdahulu. Dan lagi, akibat distorsi ruang dan waktu, pintu langit mulai tampak ada gejala akan terbuka.” Lanjut Abhipraya.
Abhipraya mulai bercerita tentang peperangan besar antara para dewa dan ashura. Tentu saja Hara sudah mengetahuinya, namun tentang pintu langit, ini baru pertama kali ia mendengarnya.
“pintu langit ini merupakan segel antara beberapa dunia. ketika pintu ini terbuka secara sempurna, maka semua dapat dengan mudah melintasinya.” Terangnya lagi.
__ADS_1