
Pedang yang mereka ambil merupakan Pedang Anggrek. Pedang ini merupakan peninggalan langka dari Sekte Lembah Anggrek.
Sekte ini merupakan penguasa di daratan Kerajaan Naga sekitar lima ratus tahun yang lalu. Mereka dibumihanguskan oleh kelakuan mereka sendiri yang mencoba melawan para Dewa.
Saat itu, anggota sekte ini berjumlah lebih dari sepuluh ribu orang yang menguasai beberapa sekte putih maupun sekte hitam.
Ketua sekte ini merupakan pribadi yang arogan dan angkuh. Ia berpikir mampu melawan Para Dewa dan menguasai Nirwana. Namun hanya dalam hitungan jam, seluruh anggota sekte dan istana sektenya hangus tak tersisa.
Di dalam goa pun Hara menemukan sebuah kitab yang telah lama hilang, Ilmu Pedang Anggrek. Ilmu pedang anggrek merupakan salah satu ilmu pedang terbaik.
Kitab pedang yang dipegang oleh Hara itu tidaklah lengkap. “Kitab ini hanya mengajarkan teori dan pola serang, tidak mengajarkan praktis penguasaannya” gumam Hara dalam hati.
“Pasti ada solusi dari permasalahan ini” lanjut Hara sambil melihat disekitar.
Tidak lama kemudian, Hara menemukan sebuah ruangan berukuran supuluh meter persegi. Perlahan kelimanya kemudian masuk dan menemukan sebuah makam kuno tepat ditengah ruangan itu.
__ADS_1
Didepan makam tersebut terdapat sebuah batu nisan yang bertuliskan “Dengan menghormati kita akan menguasai”
Senyum Hara terhias ketika membaca tulisan itu. Namun keempat lainnya hanya menatap tulisan itu dengan kebingungan.
Sesaat kemudian Hara berlutut dan mengajak keempat lainnya untuk berlutut dan memberi hormat kepada makam itu.
Setelah kelimanya memberi hormat, sontak tanah dan dinding goa tersebut bergetar dengan kerasnya. Dinding-dinding goa yang mengelilingi ruangan itu kemudian memancarkan sinar perak dan memunculkan beberapa tulisan dan gambar.
“Ternyata Tetua Sekte Lembah Anggrek terdahulu menyimpan ilmu pedang anggrek ini dengan sangat baik” ujar Hara sambil tersenyum.
Setelah dilakukan pengecekan oleh Hara, Awyati ternyata telah memiliki sekitar delapan puluh kristal energi sedangkan adiknya memiliki seratus lima puluh kristal energi.
“Keduanya sangat berbakat, mereka pasti dapat membantu suatu saat nanti” pikir Hara.
Lalu Hara membagi ramuan jiwa emas kepada keduanya. Karena persediaan ramuan jiwa emas ini semakin menipis, Hara menyuruh Adika dan Gana untuk mencari bahannya di sekitar dataran anggrek.
__ADS_1
Selain melakukan meditasi, Awyati dan Yantra mulai belajar ilmu pedang anggrek. Hara yang melihat pola gambar dan membaca kitab itu setidaknya sudah menguasai enam puluh persen ilmu pedang itu.
***
Setelah enam bulan melakukan pelatihan dalam goa itu, kelimanya mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke desa terdekat.
Mereka membutuhkan tambahan perbekalan yang selama ini semakin menipis. “Ayo kita berangkat” ujar Adika bersemangat.
Adika selalu bersemangat ketika tujuan mereka adalah sebuah desa. Karena dengan begitu ia bisa mencicipi makanan yang lezat.
Jarak antara lembah anggrek dan desa terdekat hanya sekitar setengah hari perjalanan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Hara tidak ingin memaksa Awyati dan Yantra untuk berlari lebih cepat karena ilmu langkah awan yang diajarkannya belum sepenuhnya mereka kuasai.
Dataran Anggrek terdiri dari beberapa desa, Desa Anggrek Hijau, Desa Anggrek Merah, Desa Bulan dan Desa Pelabuhan.
__ADS_1
Lokasi masing-masing desa berurutan dari Desa Anggrek Hijau, Desa Anggrek Merah, Desa Bulan dan Desa Pelabuhan. Para pedagang biasanya melintasi dataran anggrek ini ketika ingin mengirim barang dagangan mereka ke Kota Naga melalui desa pelabuhan.