
Di dalam hutan, Hara segera menolong anak tadi. Tenaga dalam yang hanya tersisa 5% saja, disalurkannya kepada anak itu. Tiba-tiba dari kejauhan terdengan suara mengaum yang sangat besar disertai dengan hawa membunuh yang sangat besar. Sadar akan hawa tersebut, Hara bergegas menggendong anak tadi dan berlari lebih kuat lagi kedalam hutan. Kendati hanya dengan sisa 5% tenaga dalam yang dimilikinya, Hara masih bisa berlari cepat menuju tengah hutan. Hawa membunuh yang datang semakin kuat sehingga membuat Hara batuk dan muntah darah.
“apa ini….” Gumamnya. Seketika itu juga sebuah kekuatan besar menghantam tubuh Hara dan membuatnya tersungkur kedalam semak. Dengan pandangan kabur, ia mencoba bangkit namun apa daya.
Beberapa saat kemudian, Hara membuka matanya. Tampak olehnya tubuhnya masih menggendong anak kecil tadi. “apa aku sudah mati?” bisiknya pelan. Hara mencoba melihat disekitar, namun yang ada hanya kegelapan sejauh mata memandang.
“maafkan aku guru…., aku tidak bisa membalaskan dendammu” bisiknya lagi sambil menyesali karena pencapaiannya dalam dunia persilatan sudah mencapai puncak namun belum mampu menuntaskan misi yang telah lama diembannya. “ah tidak… ini tidak seharusnya terjadi”
Hara merupakan anggota dari sekte menengah aliran putih yang bernama Sekte Langit Senja. Kedua orang tua Hara telah lama meninggal akibat dibunuh oleh pendekar aliran hitam. Ia diselamatkan oleh seorang tua renta yang kemudian mengangkatnya sebagai cucu kakek tersebut. Kakek ini juga memiliki seorang putra yang jago bela diri. Bersama keduanya, Hara pindah dari desanya menuju kediaman Sekte Langit Senja.
__ADS_1
Ketika mengingat semua kenangan itu, sontak membuat sedih hati hara, namun sekali lagi, semua sudah terlambat.
Tidak lama berselang, muncul seberkas sinar yang menghantam tubuh Hara. Anak kecil yang sedari tadi tidur karena kelelahan itu perlahan melayang dan berdiri di depan Hara. Seketika itu juga tubuh anak itu berubah menjadi dewasa.
“Pendekar, terima kasih karena telah membawaku ke Hutan Seribu misteri ini” ucap orang tersebut.
“hah…seribu misteri?” Hara tampak kebingungan. Yang diketahuinya adalah hutan ini bernama Hutan Kegelapan.
“tapi senior….. apakah aku sudah mati? Jika boleh aku tahu, bagaimana aku harus memanggil senior?”
__ADS_1
Hara semakin kebingungan mendengar cerita orang tersebut. Namun ia tidak berani bertanya lebih jauh.
“namaku adalah Abhipraya, aku telah menjaga hutan ini selama 150.000 tahun. Dan…. Tentu saja kau belum mati. Tubuhmu penuh dengan luka sehingga aku menggunakan kekuatanku untuk menyembuhkanmu” jawab orang tersebut sambil tersenyum kecil.
“tapi sangat jarang sekali pendekar yang mampu bertahan dan keluar dari hutan ini” lanjutnya lagi.
Hara semakin kebingungan. Melihat kebingungan Hara, Abhipraya kemudian menceritakan tentang kisah pendekar yang pernah terjebak di hutan ini sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Hal itu disebabkan karena hati mereka tidak memiliki keyakinan yang cukup kuat untuk mengatasi ilusi yang ada di hutan ini sehingga mereka terjebak selamanya.
“Hara” panggil Abhipraya membangunkan Hara dari lamunannya.
__ADS_1
“Di hutan ini tidak ada jalan kembali ke duniamu, dengan kekuatanmu yang tersisa sekarang sangat sulit untuk memecah ilusi yang telah kupasang selama ini.”
Abhipraya kembali bercerita tentang kondisi Hara yang bahkan jika memungkinkan untuk sadar lagi, hanya akan menjadi mangsa hutan ini. Sedetik kemudian Abhipraya memunculkan sebuah kitab dan pedang berwarna putih. Diserahkanlah kitab dan pedang tersebut kepada Hara. Setelah menerima pemberian Abhipraya, Hara mengucapkan terima kasih dan seketika itu juga tubuh Abhipraya menghilang kedalam cahaya putih yang bersinar terang. Mata Hara tidak mampu melihat sinar tersebut lebih lama, kemudian ia kehilangan kesadarannya kembali.